
Saat ini Nura sudah berada didalam kamar hotelnya. Dia bergegas untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi Wahyu akan datang menjemputnya untuk makan malam bersama.
Tak lama setelah dirinya selesai merias diri, terdengar suara ketukan pintu. Nura segera membukakan pintu dan ternyata itu Wahyu.
"Kamu terlihat sangat cantik," Wahyu memuji Nura yang memang terlihat cantik malam ini.
"Terimakasih pak Wahyu, apa kita akan pergi makan sekarang?" Nura bertanya kepada Wahyu. Wahyu pun menggandeng tangan Nura dan membawanya menuju restoran yang berada di hotel itu.
Setelah mereka duduk, keduanya pun langsung memesan makanan. Tak lama kemudian makanan yang dipesan pun akhirnya datang. Keduanya makan dalam keadaan tenang, tak ada pembicaraan yang terjadi diantara keduanya.
Setelah selesai makan pamit untuk kembali kedalam kamarnya karena dirinya merasa sangat lelah. Wahyu begitu menghargai Nura karena rasa cinta Wahyu yang begitu besar kepada wanita itu, bahkan Wahyu tak pernah meminta hal yang aneh-aneh kepada Nura karena dia tak mau Nura malah menjauh darinya.
Nura sangat mirip dengan mantan kekasihnya oleh karena itu Wahyu merasa seakan-akan kekasihnya itu telah kembali dalam kehidupannya dan dia tak ingin melepaskan wanita itu lagi.
Nura yang sudah kembali kedalam kamarnya, segera mengganti pakaiannya dengan piyama karena dia ingin segera tidur. Baru saja Nura akan merebahkan tubuhnya, ponselnya berbunyi dan ternyata itu panggilan telepon dari Carlos.
"Hallo, ada apa Carl?" saat ini Luna merasa begitu malas untuk menanggapi perkataan Carlos karena dirinya sudah sangat lelah dan ditambah lagi rasa kantuk yang sudah menyerangnya.
"Annura, ada apa denganmu? Jangan bilang kalau saat ini kamu sudah jatuh cinta kepada si Wahyu itu?" tak ada angin tak ada hujan Carlos langsung ngomel-ngomel gak jelas kepada Annura.
__ADS_1
"Maksud kamu apa sih?"
"Kapan kamu akan menghancurkan pria itu? Kenapa kali ini kamu harus memakan waktu yang cukup lama, Annura ingat kamu harus menyelesaikannya segera dan kamu harus kembali mengurus perusahaan milik paman," Carlos sekali lagi mengomeli Annura.
"Oh my God, Carl. Bisa gak kamu itu bersabar sedikit, sepulang dari Bali kamu akan menyaksikan pertunjukan yang akan sangat menarik. Saat ini semuanya udah dimulai sih sebenarnya, tapi wanita itu baru aku kasih pemanasan aja. Untuk pertunjukan utamanya nanti setelah balik dari Bali. Aku sekarang mau bersenang-senang dulu." Annura segera mematikan sambungan teleponnya secara sepihak dan hal itu membuat Carlos kesal bukan main.
Akhirnya setelah mengakhiri panggilan teleponnya Nura sudah tidak merasa mengantuk lagi, dia pun memutuskan untuk pergi berjalan-jalan ke pantai didekat hotel itu.
Saat sedang berjalan ditepi pantai, Nura tak sengaja mendengar suara orang yang sedang berteriak bahkan sesekali terdengar seperti sedang menangis, tapi itu bukan suara seorang wanita melainkan suara seorang pria.
Nura perlahan mendekati asal suara itu dan ternyata pria yang sedang menangis itu adalah Keenan pria yang dia temui tadi sore dipantai ini juga. Pria itu terlihat begitu acak-acakan, di tangannya juga terdapat satu botol minuman dan dapat Nura pastikan kalau itu adalah minuman beralkohol. Pria itu tampaknya sedang mempunyai masalah karena dilihat dari keadaannya itu sangat terlihat jelas.
"Tunggu, bolehkah kamu menemani diriku hanya sebentar saja. Aku hanya butuh tempat untuk menyandarkan kepalaku yang terasa sangat berat," ternyata Keenan mengetahui kehadiran Nura ditempat itu, dia berjalan mendekati Nura yang masih terdiam ditempatnya. Pria itu menarik tangan Nura dan mengajaknya duduk diatas batu besar yang ada ditepian pantai itu.
Nura pun mengikuti langkah Keenan dan duduk disamping Keenan, dan ternyata Keenan benar-benar menyandarkan kepalanya dibahu Nura dan hal itu cukup membuat Nura terkejut.
"Apa yang kamu lakukan?" Nura ingin menghindar tapi Keenan menahan tangan Nura.
"Tolong, sebentar saja. Biarkan seperti ini," Ini pertama kalinya seorang Keenan Dirgantara memohon kepada seseorang, apalagi dia adalah seorang wanita.
__ADS_1
Akhirnya Nura yang merasa tak tega pun mengurungkan niatnya untuk pergi meninggalkan Keenan.
"Rupanya takdir memang berpihak kepada ku, untuk kesekian kalinya takdir mempertemukan kita berdua, bahkan saat ini aku bisa bersandar di bahu seorang gadis yang sudah beberapa bulan ini selalu memenuhi pikiranku." Keenan yang sudah sedikit mabuk mulai mencurahkan semua yang ada dalam hatinya.
"Maksud kamu apa?" Nura begitu terkejut saat mendengar perkataan Keenan.
"Kamu ingat malam saat kita bertemu di bar malam itu? Sejak malam itu, wajahmu selalu mengganggu pikiranku. Senyuman mu, bahkan kemarahan mu, semuanya tak pernah mau pergi dari pikiranku. Tapi ternyata takdir kembali mempertemukan kita ditempat ini, apakah itu berarti kamu adalah jodohku?" Saat ini Keenan sudah duduk menghadap Nura, dia menatap Nura dengan tatapan teduh yang membuat Nura merasa kalau jantungnya mulai terasa aneh.
"Tapi kita baru saja saling mengenal, kamu bahkan tak tau seperti apa diriku. Apakah aku perempuan baik atau jahat, tapi bagaimana mungkin kamu langsung menyukai diriku hanya sekali kamu melihat saja?" sebenarnya tak bisa dipungkiri Nura sebenarnya merasa bahagia saat Keenan mengatakan semua isi hatinya, karena jujur saja perasaan Nura kepada Keenan pun sama.
"Aku tak perduli siapa dirimu, yang aku tau. Aku mencintai dirimu dan aku tak akan melepaskan dirimu setelah takdir kembali mempertemukan kita dipertemuan ketiga kalinya ini," entah apa yang Keenan pikirkan, saat ini dia sudah mendekatkan wajahnya kepada Nura dan tak lama kemudian bibirnya sudah berhasil mendarat dengan sempurna dibibir Nura.
Perlahan Keenan ******* bibir Nura, menghisap bibir bawah dan atas Nura. Tak ada balasan dari wanita itu tapi Keenan tak mau berhenti, dia sempat merasa kecewa karena Nura tak membalas ciumannya itu. Tapi Keenan sudah bertekad untuk mendapatkan Nura.
Lama kelamaan Nura mulai terbuai dengan permainan bibir dari Keenan dan Nura pun mulai membalas lumayan Keenan. Permainan lidah mereka pun menimbulkan suara yang menghiasi kesunyian malam saat itu.
Setelah merasakan kalau keduanya hampir kehabisan nafas barulah mereka mengakhiri ciuman mereka itu. Keenan mengusap bibir basah Nura menggunakan ibu jarinya dan memberikan ciuman singkat dibibir yang begitu memabukkan untuk Keenan.
"Terimakasih sudah mau membalas perasaanku, aku ingin hubungan kita tak hanya berakhir malam ini saja. Aku ingin kita melanjutkannya sampai kau menjadi istriku nanti," Keenan pun langsung membawa Nura kedalam pelukannya.
__ADS_1
Keenan seakan-akan melupakan semua masalah yang sudah membuat dia merasa begitu hancur, kehadiran Nura seketika membuat perasaannya menjadi tenang. Terlebih saat ini Nura mau membalas aksi yang dilakukannya tadi.