
"Ma ... maksud Papa? Papa lagi bercanda kan?" tanya wanita paruh baya itu, dia sangat berharap kalau suaminya itu hanya bercanda saja, dia berharap kalau semua itu cuma prank saja dan suaminya akan segera tertawa, tapi apa yang diharapkan tidak terjadi suaminya hanya diam saja dengan memasang wajah dinginnya.
"Saya tidak bercanda, nanti pengacara akan membawakan surat cerai yang harus kamu tanda tangani aku sudah meminta pengacara untuk mengurusnya," setelah mengatakan hal itu Abbas segera berdiri dan masuk kedalam ruang kerjanya.
Istri Abbas yang bernama Amelia itu hanya bisa menangis, dia bahkan tak tau apa alasannya sampai Abbas menceraikan dirinya.
...****************...
Di apartemennya Annura saat ini sedang menonton, tiba-tiba bunyi pesan masuk pada ponselnya mengalihkan perhatiannya, Nura segera mengambil ponselnya dan memeriksa pesan yang masuk itu. Dan ternyata itu adalah sebuah Vidio yang merekam saat Abbas dan Amelia sedang membicarakan soal perceraian.
Tampak bibir sebelah Nura terangkat dikala dia melihat isi Vidio itu.
Tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi tapi kali ini adalah sebuah panggilan masuk dari Abbas, Nura segera menjawab panggilan itu dan mulai berbicara dengan nada manja yang dibuat-buat.
"Hallo, sayang. Kenapa kamu menelepon ku apa kamu sudah rindu dengan ku padahal kamu baru saja pulang kerumah,"
"Sayang aku mau bilang kalau aku sudah mengurus perceraian dengan istriku, dan sebentar lagi aku akan menikah dengan mu," ucap Abbas begitu percaya diri.
"Oh, sayang aku senang mendengarnya, aku akan selalu menantikan disaat aku menjadi nyonya Abbas Sudrajat," Annura terlihat begitu bahagia mendengar Abbas akan segera bercerai tapi dibalik kebahagiaan itu ada seringai licik terlihat dari bibirnya.
"Sayang, sebelum kita menikah aku akan memberikanmu sebuah villa yang sangat indah dan besok kita akan kesana dan mengurus semua prosedurnya, villa itu atas namamu, dan juga akan ada sebuah hadiah mobil mewah untuk mu," Abbas mencoba untuk mengambil hati Annura dengan memberikan semua yang tidak Annura punya agar semua keinginannya untuk memiliki Annura dapat segera tercapai.
__ADS_1
"Terimakasih sayang, kamu selalu tau bagaimana caranya untuk memanjakan diriku, setelah kita menikah nanti aku akan memanjakan mu, dan memuaskan mu," ucap Annur dengan manjanya, tapi satu hal yang tak bisa Abbas saksikan adalah ekspresi Nura saat mengatakan akan memuaskan Abbas.
Nura pun segera mematikan sambungan telepon setelah mereka berdua membuat janji untuk pergi pada besok hari.
Nura pun kembali menekan-nekan layar ponselnya dan menghubungi seseorang dari ponselnya itu. Saat sambungan telepon tersambung Nura segera mengatakan tujuannya menelepon.
"Paman, besok aku mau pergi membeli villa dan mobil bersama Abbas, paman tau kan apa yang harus paman lakukan," Nura tampak begitu serius saat berbicara dengan orang yang dipanggil paman itu.
Setelah mendapatkan jawaban dari orang diseberang sana Nura tampak mengangguk dan segera memutuskan sambungan teleponnya.
Karena merasa bosan berada di apartemen sendirian Nura memutuskan untuk pergi ke bar untuk merefresh otaknya. Kali ini dia tidak memakai pakaian terbuka untuk pergi ke bar karena dia kesana hanya untuk menenangkan diri bukan untuk pergi mencari perhatian seorang pria.
...****************...
"Bro tumben Lo gak minta ditemenin sama perempuan disini, biasanya juga dua orang aja kurang," ujar Aldo melihat Geri yang biasanya duduk bersama dua atau tiga orang wanita kini hanya duduk sendiri saja.
"Bosan gue, mau nikmatin gimana rasanya sendiri kayak big boss kita nih yang dari tadi cuma diam aja," jawab Geri sambil menyindir Keenan yang sejak tadi memang hanya diam saja.
"Si boss dari tadi diam aja, nah ini satu lagi malah bawah pekerjaan ke tempat kayak gini, aneh tau gak Lo berdua nih," tambah Aldo sambil melirik Raka yang sejak tadi sibuk dengan laptop yang ada dihadapannya.
"Ck, berisik. Bisa diam gak sih Lo berdua ganggu orang yang lagi konsentrasi aja," Raka yang merasa tersindir berdecak kesal karena ulah kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
"Biasa aja ka ... wow itu cewe atau bidadari sih?" Aldo yang baru saja mau membalas perkataan Raka harus terhenti karena melihat seorang gadis yang baru saja masuk kedalam bar. Sontak mata ketiga sahabatnya yang lain juga mengikuti arah pandang Aldo yang terlihat sedang mengagumi seseorang.
Nura yang baru saja masuk kedalam bar berhasil menarik perhatian keempat pria itu, bukan cuma mereka berempat tapi hampir semua pengunjung bar itu terkagum-kagum melihat kecantikan Nura yang memang terlihat begitu alami, bentuk wajah yang sempurna, juga body dan tinggi bak seorang model.
Nura mendekati bartender dan duduk dihadapannya sambil memesan segelas wine untuk mengusir rasa bosannya.
Sementara itu keempat pria itu masih terus menatap Nura yang sedang duduk menikmati wine yang ada dihadapannya.
"Anjir tuh cewe sempurna banget, kira-kira udah ada pemiliknya atau belom," ucap Aldo masih dengan mode kagum kepada Nura.
"Gak usah ngimpi Lo buat dapetin tuh cewe, jauh Lo bro gak level," Raka yang sejak tadi selalu jadi bahan olokan Aldo dan Geri akhirnya bisa membalas juga.
"Hahaha bener apa yang lo bilang, Ka." sambung Geri sambil tertawa dan hal itu berhasil membuat Aldi kesal.
Disaat ketiganya sedang saling meledek berbeda dengan Keenan yang hanya menatap Nura dalam diam tapi tatapannya mempunyai arti tersendiri.
"Woi, boss. Jangan diliatin aja deketin noh, kali aja jodoh," Geri yang menyadari kalau Keenan terus saja menatap Nura mulai meledek Keenan. Tapi pria itu tak bereaksi apa-apa dengan perkataan Geri, dan masih terus memperhatikan Nura.
Nura tak menyadari kalau saat ini dirinya sedang di bicarakan oleh empat pria tampan yang duduk di lantai atas, Nura tetap saja asik menikmati wine dan juga musik yang ada di bar itu, sesekali dia tersenyum saat melihat orang yang sedang berjoget dilantai dansa. Saat Nura mengangkat kepalanya untuk melihat keadaan pengunjung yang ada dilantai dua tak sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan Keenan, melihat kalau saat ini Keenan sedang melihat kearahnya Nura tersenyum tipis kepada Keenan dan senyumnya itu berhasil membuat jantung pria cuek itu berdetak tak karuan.
"Sial cuma dengan senyum aja kok jantung gue langsung jadi gak sehat gini," Keenan bergumam dalam hatinya, dan pria itu segera mengalihkan pandangannya dari Nura.
__ADS_1