ANNURA(Antara Dendam & Cinta)

ANNURA(Antara Dendam & Cinta)
Chapter 4


__ADS_3

Keesokan harinya Nura terbangun saat mendengarkan bunyi ponselnya yang tak henti-hentinya berbunyi, dengan mata yang masih tertutup Nura terpaksa menjawab panggilan telepon itu bahkan dia pun tak tau siapa sang penelepon yang sudah mengganggu tidurnya yang begitu nyenyak.


"Hmm, hallo." dengan malas Nura menjawab panggilan telepon itu.


"Astaga Annura sudah jam berapa sekarang dan kamu masih saja tidur?" suara pria diseberang sana membuat Nura terpaksa harus terduduk.


"Astaga Carlos, bisa pecah gendang telinga ku kalau kamu berteriak seperti itu," Nura mengomeli Carlos yang sudah mengganggu tidurnya.


"Hei Annura bukankah semalam kamu berkata kalau hari ini kami akan pergi bersama si tua bangka itu untuk membeli sebuah villa dan juga sebuah mobil? Lalu kenapa kamu masih saja bermalas-malasan ditempat tidur, ingat Annura hari ini kamu harus menyelesaikan tugas pertama kamu karena kamu masih mempunyai beberapa target lainnya," Carlos mengingatkan Annura dengan tujuannya.


"Iya aku tau, sebaiknya kamu matikan teleponnya agar aku bisa menghubungi si tua bangka itu," setelah mengucapkan kalimat terakhir itu Nura segera melemparkan ponselnya keatas tempat tidur dan beranjak menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu mendengar tak ada tanda-tanda kehadiran Nura, Carlos pun akhirnya memutuskan sambungan telepon mereka.


Setelah beberapa menit berada dikamar mandi Nura pun mengakhiri ritual mandinya dan mulai mengenakan pakaiannya. Baru saja Nura berniat untuk menghubungi Abbas tapi ponsel Nura sudah lebih dulu berbunyi dan ternyata itu adalah panggilan telepon dari orang yang akan dihubunginya.


"Aku sudah menunggu mu di bawah, cepatlah turun sayang kita akan pergi melihat villa milikmu dan juga sebuah mobil sebagai hadiah pernikahan kita," saat panggilan telepon tersambung Abbas langsung saja meminta Nura untuk turun menemuinya. Mendengar kata-kata mesra dari Abbas, Nura menunjukkan ekspresi jijik.


"Astaga, begitu percaya diri sekali kamu tuan Abbas, bahkan saat kamu menyentuh buah dada ku tak ada hasrat yang muncul dalam diriku, dan bagaimana mungkin kamu berpikir untuk menikah ku," ucap Nura sambil menatap ponsel ditangannya.

__ADS_1


Sebelum dirinya turun ke bawah, Nura mengirimkan sebuah pesan kepada seseorang, sebuah senyum penuh kelicikan tercetak dibibir merah jambu gadis cantik itu.


"Selamat datang di hari kehancuran mu nyonya Amelia Sudrajat."


Nura pun segera melangkahkan kakinya keluar dari apartemennya dan menuju ke lobby karena saat ini Abbas sudah menunggunya disana.


Melihat kedatangan Nura, Abbas memberikan sebuah senyum kepada gadis itu, Nura membalas senyum Abbas dan keduanya segera keluar dari lobby menuju ke tempt mobilnya Abbas diparkirkan.


Mobil itu segera melaju ke sebuah agen properti disana mereka akan membeli sebuah villa atas nama Annura sesuai dengan janji Abbas kepada Annura.


Proses pembelian villa tak memakan waktu lama dan akhirnya segala prosedur telah mereka selesaikan dan sebuah villa mewah atas nama Annura sudah berada ditangan gadis itu, selanjutnya Abbas membawa Annura kesebuah showroom mobil yang hanya menjual mobil mewah dengan harga yang fantastis.


"Tapi sayang aku jadi tidak enak hati, aku tak mengharapkan semua ini dari mu. Aku tak mau kamu menganggap kalau aku hanya menginginkan hartamu saja sayang," Nura berpura-pura memasang wajah sedihnya untuk menarik simpati dari Abbas.


"Astaga sayang, aku tak pernah berpikiran seperti itu. Dan lagipula kamu tidak meminta semua ini tapi aku yang memberikannya jadi aku mohon sayang terimalah apa yang akan kuberikan karena kalau kita menikah nanti semua tetap akan menjadi milikmu," Abbas mencoba untuk membujuk Annura dan akhirnya Annura bersedia menerima pemberian Abbas.


Setelah Nura memilih mobil yang diinginkan Abbas melakukan pembayaran dengan cash dan mobil pun sudah bisa dibawah pulang oleh Nura, saat Nura hendak mencoba mobil barunya seorang wanita paruh baya muncul dan mulai berteriak memarahi Abbas dan Nura.

__ADS_1


"Dasar wanita murahan, ****** seperti mu bahkan rela untuk menjual dirimu hanya untuk mendapatkan kekayaan seorang pria, kamu sudah merusak rumah tangga ku dan membuat suamiku berniat untuk menceraikan diriku, aku akan membunuhmu wanita ******," Amelia yang sudah terbakar emosi berniat untuk menjambak rambut Nura tapi dengan cekatan Abbas menahan tangan istrinya itu.


"Cukup, Ma. Nura tak salah dalam hal ini, papa yang menginginkan Nura untuk menjadi istri papa, sebenarnya Nura sudah menolak tapi papa tak bisa kalau harus berpisah dari Nura, sebaiknya mama pulanglah jangan membuat keributan yang dapat mempermalukan papa," Abbas merasa marah kepada istrinya yang hampir saja menyakiti wanita kesayangannya itu, tapi Amelia tetap tak mau pergi juga dari sana, malah Amelia semakin meneriaki Nura.


Nura yang merasa kalau rencananya sudah berhasil hanya bisa tertawa dan bersorak dalam hatinya.


"Sayang bukankah sudah pernah aku katakan kalau sebaiknya kamu menjauhi aku, lihatlah akibatnya saat ini istrimu sudah mempermalukan diriku," Annura memulai aktingnya dan mengeluarkan air mata buaya nya.


Melihat Annura yang sudah menangis hati Abbas semakin terasa sakit, Abbas menatap Amelia dengan tatapan seakan-akan dirinya hendak menerkam Amelia.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini Amelia, aku akan segera mengurus perceraian kita secepatnya," ucap Abbas kepada Amelia dan perkataan Abbas itu semakin membuat istrinya itu menggila, Amelia memberontak dan mencari cara untuk menyakiti Annura, Nura mulai muak melihat pertengkaran antara sepasang suami istri itu, setelah mendapatkan kesempatan yang pas Nura segera pergi membawa mobil barunya tapi masih dengan akting menangis.


Abbas menyangka kalau Annura pergi karena merasa sangat malu dan terhina, sehingga Abbas semakin memojokkan istrinya itu.


Abbas membawa istrinya pulang dan sesampainya mereka dirumah, Abas memarahi istrinya habis-habisan. Amelia menjadi depresi apalagi saat Abbas ngotot untuk menceraikan Amelia.


Sementara itu didalam sebuah mobil mewah Annura tampak sedang tertawa keras karena mengingat bagaimana ekspresi Amelia saat diperlakukan dengan kasar oleh Abbas.

__ADS_1


Annura pun menghubungi seseorang dan menyampaikan kalau misi yang dijalankan sudah selesai dan meminta agar orang diseberang telepon untuk mengirimkan data mangsa selanjutnya, dan juga rencana awal mereka untuk mengambil hati seseorang yang akan menjadi tujuan mereka selanjutnya.


Setelah selesai melakukan panggilan Annura pun segera mengganti kartu sim nya agar Abbas tak bisa menghubunginya lagi.


__ADS_2