
Dua minggu berlalu Lee belum juga menghubungi Sara.
Hampir setiap saat Sara mencoba untuk menahan diri tidak menghubungi Lee.
Sara berusaha memahami bahwa Lee sedang sibuk dan belum bisa menghubungi Sara kembali.
Disaat sendirian perasaan sedih, rindu dan penasaran tentang Lee membuat Sara tertekan.
Tetapi saat Sara bersama dengan Key dan yang lain, Sara berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
"Pagi ka Sara." sapa para staff yang datang untuk bersiap kerja.
"Pagi semuanya. Oh iya hari ini saya gantikan Key dan bantu kalian, mohon kerjasamanya ya." ucap Sara ramah
"Kaa, kok gitu.. kita malah jadi sungkan kalo kaka ngomong gitu." ucap Lita
Gak apa-apa kok, pokoknya semangat ya." ucap Sara tersenyum
Bunyi pintu kafe terbuka seorang pria masuk untuk memesan.
Lita dan Mery berbisik-bisik tentang pria yang baru saja masuk ke kafe.
Sara penasaran dan melihat ke arah kasir ternyata pria kemarin yang kemarin datang lagi untuk pesan sesuatu.
Lita dan Mery terlihat tidak fokus lalu Sara mengambil alih dan meminta Mery untuk mengerjakan yang lain.
"Halo, mau pesan apa?" tanya Sara ramah
Pria itu menatap Sara dan Sara membalas tatapan pria itu dan berharap pria itu menyebutkan pesanannya.
"Hmm.. Iced coffee." ucap pria itu
"Atas nama?" tanya Sara kembali
"Juna." ucap Pria itu
"Oke, ini cardnya dan silahkan ditunggu kopinya." ucap Sara tersenyum.
Sara kembali ke mejanya dan memanggil Mery kembali untuk bertugas dibagian order.
"Makasih ya Mery." ucap Sara sambil menepuk punggung Mery dengan lembut untuk menyemangatinya.
Pria bernama Juna itu hari ini memesan minuman dengan minum di kafe, padahal biasanya setelah pesan langsung pergi.
"Mer, tumben ya Juna minum kopi disini? Biasanya minumannya langsung dibawa pergi." ucap Lita penasaran
"Bagus dong, jadi kita makin semangat lagi kerjanya." ucap Mery
"Iyaa ya, tapi kalian harus fokus ya kerjanya." ucap Sara berbisik ke mereka dan tersenyum.
Lita dan Mery langsung tersenyum malu dan melanjutkan pekerjaannya.
"Saya keluar sebentar ya, mau beli sesuatu. Nanti saya kembali lagi." ucap Sara
"Siap ka Sara." ucap Lita dan Mery
"Oh iya, Rogi dan Tio bisa lanjutkan kerjaan yang lain ya, dan tolong jaga para wanita disini, takut nanti ada yang pingsan karena ketemu yang bening-bening, yak gak?" ucap Sara sambil menggoda Lita dan Mery
"Siap ka Sara." ucap Rogi dan Tio
__ADS_1
Sara mengambil kunci mobil lalu pergi membeli keperluan untuk di kafe.
Saat sedang mencari sesuatu tiba-tiba Mike menghampiri Sara.
"Sara! Kamu kemana aja?" tanya Mike
Sara menengok ke arah suara itu dan melihat itu adalah Mike.
"Kenapa lagi sih Mike?" tanya Sara kesal
"Kamu marah soal waktu itu ya?" tanya Mike
"Marah? gak salah?" ucap Sara terlihat semakin kesal
"Terus kenapa sikap kamu kaya gini?" tanya Mike
"Sara, please maafin aku, sekarang aku sadar kalo kamu berarti buat aku." ucap Mike sambil memegang tangan Sara
Sara terlihat tidak senang karena sikap Mike terlalu berlebihan.
"Lepasin gak?" ucap Sara
"Aku gak akan lepasin tangan kamu sampai kamu mau maafin aku." ucap Mike semakin erat memegang tangan Sara
"Mike, ini sakit! Tangan gw sakit." ucap Sara semakin kesal.
Sikap Mike membuat orang disekitar melihat ke arah mereka.
"Mike, lepasin tangan gw, jangan bikin ulah deh!" ucap Sara
Mike tidak menghiraukan permintaan Sara dan itu membuat Sara memaksa menarik tangannya.
Sara menengok ke arah suara itu dan ternyata dia adalah pria yang memesan kopi di kafe Sara.
Mike malah bersikap semakin menyebalkan.
"Lo siapa? Ikut campur urusan orang." ucap Mike marah
Juna terdiam dan memikirkan sesuatu lalu melirik ke arah Sara dan mencoba menyampaikan sesuatu ke Sara.
"Dia pacar gw!" ucap Juna
Sara dan Mike saling menatap bingung dan Mike melepas tangan Sara.
"Kamu udah pacaran lagi?" tanya Mike
"Yuk, kita pulang." ucap Juna dan menarik tangan Sara lalu menggandengnya.
Setelah terbebas dari Mike, Juna melepas genggamannya.
"Maaf soal kejadian tadi, dan sory kalo menggandeng tanpa izin dahulu." ucap Juna
Sara masih terlihat syok dengan kejadian tadi.
Juna melihat Sara masih terdiam dengan wajah bingung.
Suara ringtone MyLove berbunyi dan menyadarkan Sara. Dan Sara segera menjawab telphone masuk.
Setelah berbicara di telphone selesai, Sara menghampiri Juna.
__ADS_1
"Hmm.. Makasih ya yang tadi, kalo gak pasti bisa kacau." ucap Sara
"Sama-sama." ucap Juna
"Hmm.. Lain kali kalo ada seseorang mengganggumu, mungkin kamu bisa segera panggil bagian keamanan atau teriak." ucap Juna
"Iyaa, pokoknya terima kasih untuk bantuannya ya. Dan next kalo ke kafe lagi, aku traktir minum kopi." ucap Sara tersenyum dan langsung berpamitan
"Mimpi apa gw, ketemu Mike dan yang paling mengagetkan adalah dibantu sama customer gw." ucap Sara masih terlihat syok
Sesampai di kafe Sara langsung membagikan cemilan yang dibeli untuk para staff.
Sara melanjutkan pekerjaannya dan sesekali membantu staffnya.
"Terima kasih untuk hari ini, kalian hati-hati ya." ucap Sara
"Terima kasih juga sudah mau membantu kita." ucap para staff
Para staff pulang dan hanya Sara masih di dalam kafe.
Sara melihat handphone dan membuka chat Lee.
Air mata Sara mengalir dan Sara menangis.
"Kamu kemana Lee? Neomu Bogo sipeo (aku sangat merindukanmu)" ucap Sara dengan suara terbatah-batah
Ternyata disaat Sara menangis, Juna sudah di kafe untuk mengembalikan dompet Sara yang terjatuh.
Juna tidak ingin mengganggu Sara dan hanya menatap Sara yang terlihat sedih dan terluka.
Juna menunda mengembalikan dompet Sara, lalu meninggalkan Sara sendiri.
Drrttt..drtt.. Satu pesan masuk
"Sara, gw balik agak malam ya, nanti dinner sendiri dulu." isi pesan Key
"Iya Key." bales pesan Sara
Sara bersiap untuk pulang dan menutup kafe.
"Hmm.. Hari ini bener-bener melelahkan!!" ucap Sara lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.
"Lee, kamu lagi apa? Please hubungi aku!" ucap Sara dalam hati.
Drrtt..drttt satu pesan masuk "Nomor Tidak Dikenal"
"Malam, sory ganggu.. Btw besok mau kembalikan dompetnya yang terjatuh di toko tadi siang. -Juna- "
"Dompet?" Sara masih bingung dengan isi pesan itu
Sara segera memeriksa dan ternyata dompetnya bener tidak ada di tasnya.
"Ya ampuuunn.. Bener-bener hari ini sangat melelahkan, ini gara-gara si Mike nyebelin itu, jadi nyusahin banyak orang kan." keluh Sara
"Wait.. Nih orang tau nomor gw dari mana ya?" ucap Sara bingung karena Juna tahu nomor telphone Sara.
"Hmm.. Terserahlah, gw terlalu lelah dan gak kuat untuk memikirikan hal lain. Gw mau tidur aja." ucap Sara
"Jalja Lee, bogo sipeo!" ucap Sara sambil memandang foto-foto mereka saat di Bali.
__ADS_1