
"Hyeong.. Sudah siap ketemu noona ya?" tanya Du-Ho
Lee tersenyum dan tidak sabar akan bertemu Sara
"Sudah kasih kabar ke Sara kalo mau ke Jakarta?" ucap Chung-Hee
Lee menggelengkan kepalanya
"Aigoo..Hyeong. Kenapa gak kasih kabar nanti noona mikirnya Hyeong melupakannya lho." ucap Du-Ho
"Iyaa.. Nanti akan aku beritahu." ucap Lee
Drrrtt..drrrrtt.. panggilan masuk "LIG♡"
Sara tidak menjawab telphonenya karena sudah beberapa hari sakit dan Key menjauhkan handphonenya agar Sara bisa istirahat.
Key melihat panggilan masuk lalu memberanikan diri untuk menjawab panggilan masuk dari Lee
"Halo?" sapa Key
Lee terdiam karena suara yang didengar bukan suara Sara.
"Halo, apakah ini nomor Sara?" tanya Lee
"Iyaa Lee, ini nomor Sara, tapi Sara gak bisa menjawab karena sedang sakit gara-gara kamu. Kalo kamu hanya main-main dengan Sara lebih baik tinggalkan." ucap Key lalu memutuskan telphonenya
Lee kaget mendengar Sara sakit dan merasa bersama karena dirinya, Sara sakit.
Lee memutuskan berangkat besok untuk terbang ke Jakarta.
Key tidak memberitahu kalo Lee menghubungi Sara.
"Badannya masih demam Sar, gak mau ke rumah sakit aja?" tanya Key cemas
"Gak mauu, disini aja. Kan ada dokter Key." ucap Sara
"Dasar ya, keras kepala banget sih." ucap Key
"Oh iya, nih dari Juna, beberapa kali dia kesini jenguk tapi lo tepar tertidur pulas kaya orang gak pernah tidur tau gak, jadi takut gw." ucap Key
"Oh gitu, perasaan gw baru tidur sebentar." ucap Sara
Tok..tok.. Suara ketukan pintu depan
"Siapa ya? Masa Juna lagi." ucap Key
"Gw cek dulu, nih obatnya diminum ya." ucap Key kembali
"Iyaa dokter." ucap Sara menggoda Key
Key membuka pintu dan ternyata yang dilihat adalah pria tinggi dengan kulit putih dan menggunakan masker.
"Halo, saya Lee.. Bisa ketemu Sara?" tanya Lee
"Haloo, Lee? Ohh iya, silahkan Sara di kamarnya." ucap Key sambil mengarahkan Lee ke kamarnya Sara
"Kok, gw malah kasih dia masuk dan nganter ke kamarnya Sara lagi, aduuhh.. Kena deh gw." ucap Key
Tok..tok..
"Masuk Key, siapa yang datang Key?" tanya Sara sedang berdiri membelakangi pintu masuk
Lalu Lee memeluk Sara dari belakang dengan erat.
"Neomu bogo sipeo, Sara." ucap Lee terharu
Sara syok ternyata Lee ada di kamarnya dan sedang memeluknya dengan erat.
"Mianhae, mian.." ucap Lee
__ADS_1
Sara tidak merespon ucapan Lee, Sara menatap Lee lama lalu Lee kembali memeluknya dengan erat.
Sara tidak kuat menahan kerinduannya dan menangis dipelukan Lee.
Key tersenyum lega melihat Lee dan Sara sedang menyelesaikan kesalahpahamannya dan memberikan waktu untuk mereka.
"Mian, Mianhae Sara." ucap Lee kembali
"Maaf membuatmu sakit, maaf membuatmu sedih dan tidak menghubungimu, maaf karena aku belum bisa membuatmu tetap tersenyum. Mian." ucap Lee
Sara masih terdiam dan bingung harus bersikap seperti apa kepada Lee.
Rasa rindu, marah dan ingin bersama Lee campur aduk dalam hati Sara.
Lee menyadari Sara terlihat masih marah dan kesal karena tidak memberi kabar selama di Korsel.
"Hmm.. Lee tiba-tiba kesini dan berusaha untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini. Apakah gw harus cuekin atau?" Sara bertanya dalam hati
"Kamu kemana aja, apa kamu gak menganggap aku ada, sampai-sampai tidak memberi kabar?" tanya Sara dengan nada sedikit kesal
"Mian.. Sebenarnya aku ingin menjelaskan waktu itu, tapi kamu menutup telphoneku.." Lee belum menyelesaikan ucapannya, Sara memotong pembicaraan.
"Tapi.. Tapi kan kamu bisa telphone dan kalo itu sulit bisa kirim chat atau email atau yang lain. Kalo kamu diem aja, mana aku tau!!" ucap Sara semakin kesal
"Mianhae.." ucap Lee
"Lalu kenapa kamu gak menghubungiku cukup lama? Apa ada masalah?" tanya Sara
"Hmm.. Baiklah, dengarkan aku.. Waktu tiba di Korsel handphoneku disita oleh agensi karena rupanya ada media yang menyebarkan foto-fotoku saat pemotretan di Bali dengan model wanita, dan media itu menulis hal yang tidak benar dan akhirnya agensi memanggil dan meminta penjelasan.
Bersyukur Hyeong Kim membantuku, tapi aku harus menerima hukuman, handphoneku disita dan tidak boleh bertindak sesukaku, karena agensi takut ada pemberitaan hoax yang disebar kembali hingga mempengaruhi karirku." ucap Lee
"Aku.. Tau itu bukan salahku, tapi aku tidak bisa membantah atau berdebat karena itu mempengaruhi karirku maupun agensi yang membawaku. Jadi mau tidak mau aku harus menjalani dan itu membuatku tersiksa." ucap Lee kembali
"Oh iya, satu hal lagi, supaya kamu tidak merasa aku sedang membuat, handphoneku ternyata disimpan Hyeong Kim dan karena itu aku bisa sesekali menghubungi kamu, tapi karena agensi mau aku menyelesaikan beberapa kontrak sebelum aku liburan kembali, mereka minta aku fokus dan kembali handphoneku disita." ucap Lee
"Mian.., aku membuatmu menunggu." ucap Lee
"Mianhae Sara, aku tau kamu.." Lee belum selesai berbicara tiba-tiba Sara memeluk Lee dengan erat.
"Maaf ya, disaat kamu harus ngalami hal itu, aku malah marah dan tidak mendukung kamu, Lee." ucap Sara
Lee memeluk Sara dengan erat dan mengusap kepalanya dengan lembut.
"Ani.. Justru aku bikin kamu sedih. Mianhae." ucap Lee
"Kamu.." Lee kage karena tubuhnya Sara sangat panas.
"Sara, kamu demam? Sudah minum obat atau ke dokter?" tanya Lee cemas
"Lee, gak apa-apa, aku istirahat aja." ucap Sara
Lee membawa Sara ke tempat tidur untuk beristirahat.
"Aku akan mengopres keningmu, dan minum obatnya ya." ucap Lee
Sara menganggukan kepalanya
Baju Lee terus dipegang Sara karena kalo Lee pergi lagi Sara tau.
"Aku gak akan kemana-mana, aku disini jagain kamu. Sekarang istirahat ya." ucap Lee lalu mencium kening Sara
Dan Sara tertidur dengan tenang dengan tangan memegang tangan Lee.
Lee memandangi Sara yang sedang tertidur.
"Saranghae Sara. Dangsin ttaemune eonjena haengbokhal subakke eomneun na (bahagiaku hanya bersamamu, sampai kapanpun itu)." ucap Lee lalu mencium tangan Sara dengan lembut.
Lee tertidur di samping tempat tidur Sara sambil memegang tangan Sara dengan erat.
__ADS_1
Sara terbangun dan melihat Lee yang terihat lelah.
"Lee, kamu benar-benar ada disini, ini benar kamu kan, aku gak mimpi? please.., tetap disini." ucap Sara dalam hati
Sara terbangun dan melihat sekeliling kamar tidak ada Lee disana.
Sara langsung berlari ke luar kamar dan hanya melihat Key sedang membuat sarapan.
"Key.. Gw cuma mimpi ya?" tanya Sara dengan suara sedih ingin menangis.
"Mimpi apa?" tanya Key sambil menyiapkan sarapan
"Bener kan, gw cuma mimpi!" ucap Sara sambil terduduk lemas
Key menggelengkan kepalanya melihat kelakukan Sara seperti itu.
"Annyeong Sara!" sapa Lee
Sara segera bangun dan langsung memeluk Lee yang baru selesai mandi.
Lee kaget dan malu karena ada Key saat Sara memeluk manja Lee
"Lee.. kamu benar ada disini, aku kira cuma mimpi." ucap Sara
Key tersenyum melihat tingkah manja Sara dan memberi waktu buat mereka berdua.
"Gak kok, aku disini." ucap Lee sambil mengusap kepala Sara dengan lembut
"Sepertinya demammu sudah turun." ucap Sara sambil memeriksa Sara.
Sara menganggukan kepalanya.
"Lee.., Serius ya, kalo pergi atau apapun harus kasih tau aku." ucap Sara
"Arasseo." ucap Lee sambil tersenyum
"Lho, Key kemana?" tanya Sara sambil celingukan
"Key masuk ke kamarnya." ucap Lee
"Ooh gitu ya." ucap Sara sambil mengajak Lee untuk duduk untuk sarapan
"Key.. Sarapan yuk." ajak Sara
"Iyaa.. Wah.. udah kelar ya? Pagi-pagi bikin orang iri aja sih." ucap Key menggoda
"Hehehe.. Biarin." ucap Sara
"Ooh iya Lee, kenalkan ini sahabat dan saudaraku namanya Key." ucap Sara kembali
"Annyeong, hallo.. Aku Lee, pacar Sara, maaf sudah merepotkan ya." ucap Lee
"Haloo, iya gak apa-apa kok Lee, salam kenal dan tolong jaga anak ini dengan baik ya." ucap Key
Lee tersenyum melihat Sara dan Key bercanda seperti saudara kandung saling menyayangi.
"Oh iya Lee, kamu nginap dimana, disini?" tanya Key
Sara melototin Key karena pertanyaannya itu
Lee tersenyum mendengar pertanyaannya Key.
"Hmm.. maunya sih seperti itu, biar bisa liat Sara, tapi.. Itu kan gak baik ya untuk budaya Indonesia, jadi aku memilih di hotel saja. Oh iya, Chung-Hee juga ikut liburan juga kesini, dan besok baru berangkat." ucap Lee
"Oohh.. Chung-Hee ikut liburan juga, seru dong. Jadi kamu ada teman disini." ucap Sara
"Wahh.. Perfect banget sih kamu Lee, cocok lah sama Sara." ucap Key terkagum-kagum dengan sikap Lee
Lee terlihat bingung dengan pernyataan Key tetapi tetap memberi respon dengan senyuman.
__ADS_1
Mereka menyelesaikan sarapannya dan bersiap untuk mengantar Lee ke hotel.