
"Pagi.. mau pesan apa?" tanya Sara tersenyum ramah kepada pelanggan
Dari kejauhan Juna memperhatikan Sara.
"Bro, lagi liatin siapa sih?" tanya Ando
"Apa? Ooh gak liat apa-apa bro." ucap Juna
"By the way, gw jauh-jauh kesini dan pagi-pagi diajak minum kopi, enak gak nih?" tanya Ando
"Coba aja dulu, baru comment." ucap Juna
"Okay, ayoo masuk, ngapain disini, ada menu buat sarapan gak?" tanya Ando
"Liat aja nanti di dalam." ucap Juna lalu membuka pintu dan melangkah ke arah Sara
"Selamat pagi.. Oh haii.. Mau pesan seperti biasa ya?" tanya Sara tersenyum ramah
"Haii.. Iyaa, seperti biasa saja. Lo pesen apa, Do?" tanya Juna
Ando tidak menjawab hanya memandang Sara sambil tersenyum-senyum.
Juna menyenggol tangan Ando.
"Apa, apa?" tanya Ando terlihat kaget
"Iya, lo pesen apa??" tanya Juna
"Hahaha.. minumannya samain aja, dan tambah satu roti lapisnya ya." ucap Ando
"Okay, ini cardnya dan silahkan tunggu pesanannya akan diantar. Terima kasih." ucap Sara ramah
Juna dan Ando mencari meja dan mereka duduk di dekat jendela yang mengarah ke taman.
"Jun, yang tadi kasirnya namanya siapa?" tanya Ando penasaran
"Yang mana? Ada tiga yang disana." ucap Juna
"Yang paling manis dan cantik, ah elah pura-pura, itu yang tadi ngelayani kita." ucap Ando
"Ooh.. Tau, tanya sendiri aja." ucap Juna santai
"Hmm.. Tapi tadi kok cara sapanya beda deh." ucap Ando
"Wahh... Pantes, lo ajak gw kesini, mau kenalan ya sama cewe itu? Wah.. Pas bangetlah, gw juga mau kenal, siapa tau cocok." ucap Ando
"Yeee.. Main cocok, cocok aja." ucap Juna sedikit kesal
"Permisi, atas nama ka Juna?" tanya Mery
"Iyaa.." jawab Juna
"Ini ya ka pesanannya, sudah lengkap ya?" tanya Mery untuk memastikan pesanannya sudah lengkap
"Iyaa, sudah. Terima kasih." ucap Juna ramah
"Sama-sama ka." ucap Mery lalu kembali ke kasir
"Loh, yang anter kok orangnya beda sih, gagal deh." ucap Ando kecewa
"Udah, udah.. Katanya lo laper, nih dimakan." ucap Juna sambil mengambil minumannya.
"Nyaman ya disini, selain tempatnya, menu dan ditambah lagi cantik-cantik disini, betah gw Jun." ucap Ando
"Hmm.. Udah habisin makanannya." ucap Juna
"Oh iya nama kafenya apa ya?" tanya Ando
"Saranghae." jawab Juna
"Saranghae? Kok kaya bahasa korea, yang punya orang korea?" tanya Ando penasaran
"Bukan, asli Indonesia." jawab Juna
"Wahh.. unik sih, zaman sekarang pasti cari tempat kaya gini buat nongkrong, terlepas yang punya orang mana ya, selama pelayanan, menu dan tempatnya okay, pasti... Wah.. Bener kan yang anteri dan yang datang anak-anak muda semua ya." ucap Ando
__ADS_1
"Iyaa.." ucap Juna singkat
Mereka sudah menyelesaikan sarapan dan minumannya lalu bergegas untuk pergi.
BRUUKK!! Sara tidak sengaja menabrak Juna saat ke luar dari kafe.
"Ups.. Sory, sory.." ucap Sara
"Its okay, kamu gak apa-apa?" tanya Juna terlihat cemas
"Gak apa-apa kok, lho udah mau pergi?" tanya Sara
"Haii.." sapa Ando
"Ohh, Haii, siapa?" tanya Sara
"Ohh.. Ini temanku, dia lagi main kesini." ucap Juna
"Aku Ando, kamu?" tanya Ando tanpa basa basi
"Sara." ucap Sara ramah
"Salam kenal ya, semoga kita bisa berteman." ucap Ando
"Iyaa, salam kenal. Silahkan datang kembali ya." ucap Sara ramah, lalu pamit untuk kembali ke dalam kafe.
"Tunggu..tunggu.. Kaya ada yang aneh." ucap Ando
"Jun, jangan bilang lo udah kenal sama Sara?" tanya Ando penasaran.
"Iyaa, emang kenapa?" tanya Juna
"Yeee.. tadi ditanya kaya orang gak kenal, dasar." ucap Ando
"Salam ya buat Sara." ucap Ando kembali
Juna hanya diam pura-pura tidak mendengar ucapan Ando
Drrrrttt..drtttt.. "Juna"
Sara membaca pesan itu lalu membalasnya
"Hii... Gak, kenapa?"
"Aku mau mampir ke kafe, mau beli makanan buat Ando." bales pesan Juna
"Ooh okay." bales Sara
Juna segera pergi ke kafe dan meninggalkan Ando yang sedang tertidur pulas.
Juna terlihat berlari menghampiri Sara.
tetapi Sara terlihat sedang duduk di taman kafe dan terlihat sedang menangis.
Juna menarik nafas dan memberanikan diri untuk menghampiri Sara.
"Hai, are you okay?" tanya Juna
Sara tidak menjawab atau merespon Juna karena Sara sedang menggunakan eraphone.
Juna mengetahui itu dan hanya berdiri di belakang kursi Sara duduk.
Sara menghapus air matanya dan mematikan musik yang didengarnya lalu bangkit berdiri dan syok melihat Juna sedang berdiri.
"OhmyGod.. Junaa, dari kapan disini?" tanya Sara
"Lumayan.." ucap Juna
"Kenapa gak panggil sih?" tanya Sara merasa bersalah
"Gak apa-apa, takut ganggu." ucap Juna
"Hah? Ganggu apanya, gak dong." ucap Sara
"Ya udah, yuk ke dalam biar pesanannya diproses." ucap Sara
__ADS_1
"Sar, boleh tanya sesuatu?" tanya Juna
"Boleh dong, kenapa?" tanya Sara
"Kenapa aku sering banget liat kamu sedih atau nangis, kamu ada masalah?" tanya Juna hati-hati
Sara terdiam mendengar pertanyaan Juna
Sara tersenyum dan mencoba menjelaskan agar Juna gak mikir yang aneh-aneh tentangnya.
"Oohh.. Itu ya? Aku gak apa-apa dan kalo terlihat sedih atau nangis itu kayanya gak ah, mungkin karena lagi denger lagu melow terus terbawa suasana jadi deh." ucap Sara sambil mencoba tersenyum.
"Ooh gitu ya, okay." ucap Juna singkat
Juna berpikir kayanya Sara belum siap untuk cerita atau menjelaskan pertanyaan Juna tadi.
"Oh iya, tadi kamu mau pesan apa ya?" tanya Sara
"Hmm.. Pesan roti lapis daging dan coklat panasnya dua ya." ucap Juna
Saat pesanan Juna sudah siap dan mau diberikan Juna tidak ada di kursinya.
Mery memberitahu Sara dan Sara mencoba membantu Mery dan mencari Juna, ternyata Juna ada di luar sedang terima telphone.
Di luar sedang hujan, dan Sara menghampiri Juna ingin memberitahu kalo pesanannya sudah siap.
Tiba-tiba Sara hampir jatuh terpeleset dan beruntung Juna ada disana dan cepat menangkap Sara.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Juna cemas
"Ahh, iya gak apa-apa." jawab Sara
Sara masih berada dalam pelukan Juna.
Sara sadar bahwa posisinya sangat tidak nyaman, akhirnya Sara melepaskan tangannya.
"Sory ya." ucap Sara
"Gak apa-apa, yang penting kamu gak jatuh kan." ucap Juna
Sara tersenyum kikuk lalu Sara segera memberi tahu Juna kalo pesanannya sudah siap.
Mereka masuk ke kafe dan Juna mengambil pesanannya.
"Terima kasih ya, oh iya, sekarang lagi hujan, hati-hati pulangnya." ucap Juna ramah
"Ooh iya, makasih ya. Kamu juga hati-hati di jalan." ucap Sara sambil tersenyum.
"Sssttt.. Ssttt.. Sara." Key memanggil
"Hmm.. Kenapa?" tanya Sara
"Tadi kenapa? Romantis banget." tanya Key dengan senyum menggoda
"Apa sih, gw tadi mau jatuh, bersyukur Juna langsung tangkap gw. Kalo gak pasti biru-biru nih badan." ucap Sara
"Hmm.. Kok kayanya beda ya. Hahaha." ucap Key sambil melirik tajam.
"Iihh, apa sih Key, itu bener karena mau jatuh." ucap Sara
"Iyaa, iya tau.. Tapi lo liat gak tatapan Juna ke lo tadi, aduuhh.. Bikin iri tau." ucap Key
"Kok gw biasa aja." ucap Sara
"Yeee.. Gak ngerasa sih, dasar miss flat." ucap Key
"Hahaha.. Ya udah yuk balik, udah gak ada pelanggan juga yang datang." ucap Sara
"Okay, yuk semua kita beres-beres terus pulang deh." ucap Key.
Ternyata saat Sara memeluk Juna agar tidak jatuh membuat jantungnya berdebar-debar dan wajah mereka sangat dekat.
"Cantik." ucap Juna tersenyum memikirkan kejadian tadi.
Dan Sara pun merasakan yang sama, menatap Juna sedekat itu, dan kalo dilihat dengan jelas ternyata Juna tampan juga.
__ADS_1