
Sekretaris Riri.
Didalam novel aslinya raja Arjuna mempunyai banyak pengikut dari kalangan bangsawan atas sampai kalangan rakyat biasa. Dan salah pengikut nya dari kalangan rakyat biasa itu adalah sekretaris Riri.
Sekretaris Riri mempunyai tubuh tinggi kurus, wajah cantik, rambut hitam legam panjang dikuncir seperti ekor kuda, berkacamata, memakai baju jas putih formal dan pupil mata ungu.
Meskipun Riri seorang wanita dan mempunyai wajah cantik, dia dipilih sebagai sekretaris bukan karena kecantikan nya, melainkan karena kinerjanya dan bakatnya.
Sekretaris Riri itu cerdas, bijak dan cekatan sebagai asisten pribadi sang tokoh utama pria.
Di Novel aslinya
Pagi ini sekretaris Riri pergi ke ruangan kerja sang raja dan sang ratu.
Setelah urusan nya selesai dengan sang raja, kini dia pergi ke ruangan kerja sang ratu Agniasri.
Sesampainya disana...
Saat sekretaris memasuki ruang kerja Agniasri terasa gelap, kotor, berantakan dan mencekam.
"Astaga!, apa - apaan ini?" tanya sekretaris Riri "Kenapa berantakan sekali sih, yang mulia Ratu?"
"Oh. Ternyata Riri...,ada apa kau kemari?" tanya Agniasri yang saat ini kondisinya sedang kacau karena habis lembur kerja
Sekretaris Riri heran dan bertanya kepada Agniasri "Diruang kerja raja Arjuna yang saya lihat tadi terlihat bersih dan rapi, giliran saya datang ke ruangan kerja anda malah sebaliknya. ruangan kerja anda kok malah terlihat suram begini?"
"Oh, maafkan aku. Aku habis lembur kerja semalaman tadi. Jadi Aku tidak sempat tidur dan beres - beres." jawab Agniasri sambil membuka matanya lebar - lebar
"Dasar gila kerja." gumam sekretaris Riri seraya menghela nafas panjang
"Apa anda sudah sarapan, yang mulia Ratu?" tanya sekretaris yang khawatir dengan keadaan Agniasri yang selesai lembut kerja semalaman
"Belum. Aku belum sarapan, aku belum masak, aku belum mandi, aku belum sikat gigi, dan juga aku belum tidur sedikit pun dari kemarin malam. Gara - gara ulah tuan mu, pekerjaan ku jadi menumpuk begini." jawab Agniasri
"Kenapa anda tidak mempekerjakan seorang asisten saja sih, yang mulia?" tanya sekretaris Riri yang heran melihat sikap Agniasri yang kacau balau
"Ribet." jawab singkat Agniasri
"yang mulia, anda pergilah beristirahat sana! Biar saya saja yang membereskan ini." perintah sekretaris
"Hey! Bicara mu jangan seperti memerintah begitu dong!"
"Maafkan saya, yang mulia Ratu!" jawab sekretaris Riri seraya bersujud kepada Agniasri
"Ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu ya?."
Agniasri bangkit dari tempat duduknya dan bergegas pergi menuju kamar tidurnya..
Setelah selesai beres - beres sekretaris Riri tidak sengaja melihat tingkah laku bibinya Agniasri yang sedang membersihkan sebuah barang.
__ADS_1
"Dasar aneh, daritadi itu barangnya sudah bersih tahu!" gumam sekretaris Riri
5 jam kemudian, kini saatnya sekretaris Riri pulang ke rumah nya..
Sekretaris Riri menghela nafas lega "akhirnya selesai juga, kini waktunya aku pulang." gumam nya seraya membereskan dokumen negara
Saat ia akan pergi ke rumahnya tiba - tiba saja Agniasri menghentikan nya.
"Riri, tunggu!" panggil Agniasri
"Ada apa, yang mulia?"
"Tolong bantu aku!" pinta Agniasri sambil memohon-mohon
"Bantu, apa?" tanya sekretaris Riri penasaran
"Ibu suri kan belum pulang ke kekaisaran, kamu bisa kan berpura-pura menjadi sekretaris pribadi ku sampai ibu suri kembali ke kekaisaran?"
"Kenapa harus saya?" tanya sekretaris Riri
"Tolong lah, aku Riri! Kali ini saja...!"
Sekretaris Riri berpikir sejenak dan berkata "Baiklah, tapi untuk kali ini saja yah, yang mulia?." jawab sekretaris Riri
"Ok, terimakasih ya, Riri." ucap Agniasri dengan perasaan senang
Waktu pun berlalu dengan cepat, kini waktunya bagi sekretaris untuk kembali ke tempat tinggalnya.
Esoknya musim dingin telah tiba, kini sudah waktunya ibu suri kembali ke kekaisaran..
"Baginda yang disini sudah selesai."
"Hm? Oh. Jika sudah selesai, kau boleh pulang, Riri. Lagipula ibu suri sudah pergi."
Sore hari nya Agniasri terkejut ia harus mengantarkan raja Arjuna ke medan karena disebabkan oleh para pemberontak yang terus melawan kekuasaan nya.
"Ya ampun, tidak ku sangka akan menjadi seperti jadinya!" pikir Agniasri
"Arjuna, berjanji lah satu hal pada ku. setelah ini selesai kamu harus pulang dengan selamat ya, apaan yang terjadi kamu harus pulang dengan selamat. Aku tidak bisa membuat Aksaka dan Azalea bersedih."
"Iya, aku berjanji Agniasri."
Agniasri mengangguk kan kepala nya dan berkata "Ya"
"Istri ku, jaga rumah dan jagalah diri mu, aku titip mereka ya." pesan raja Arjuna kepada Agniasri sebelum berangkat berperang.
Arjuna dan semua pasukan kerajaan telah berangkat ke medan dengan penuh persiapan..
Kini kastil kerajaan yang biasanya ramai, ceria, dan hangat mendadak berubah menjadi sepi, dan dingin.
__ADS_1
"Apa anda kesepian, yang mulia ratu?" tanya sekretaris Riri
Dengan tenang Agniasri menjawab "siapa yang kesepian, aku tidak kesepian kok."
"Oh, begitu ya..."
"Kamu ini kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu kepada ku?" tanya Agniasri bingung
"Karena paduka raja pergi ke medan perang, saya pikir mungkin saja anda kesepian tanpa beliau. Tapi tenang saja ratu, disini ada kami bertiga yang akan menemani anda sampai paduka raja kembali dari medan perang." sanggah sekretaris Riri
Agniasri menjawab dengan wajah datar nya "oh"
Setelah semua orang pergi ke luar negeri untuk berperang, tiba tiba saja baron Atma berkunjung...
Apa yang akan dia lakukan?
"Ada apa, tuan baron?" tanya Agniasri "kenapa kau kesini? Kita kan tidak ada janji ketemuan?"
"Memangnya salah ya, jikalau saya berkunjung kemari?" tanya baron Atma dengan senyum nya yang licik
Dengan senyum nya yang licik dan cerdik tuan baron Atma berkunjung ke kastil dengan maksud mesum nya..
"Memangnya salah ya jikalau saya berkunjung kemari? Saya kan juga ingin mengenal ratu baru kami." ujarnya
"Tuan baron, tidak sopan loh seorang pria yang terhormat datang kemari tanpa diundang."
"Eeh...? Begitu ya, yang mulia Ratu? Tapi, tetap saja saya ingin berkunjung menemui anda." sanggah baron Atma
"Anda keras kepala ya. Disini ada tuan duke dan yang mulia Raja Arjuna loh!"
"Hah?" tanya baron Atma tidak percaya " masa sih? Kenapa begitu?"
"Entahlah, tuan duke datang kemari kan diundang oleh suamiku" jawab Agniasri seraya mengangkat bahunya untuk meyakinkan baron
Tuan baron Atma menarik tangan nya "Apa yang anda bicarakan ratu?" tanya baron Atma "Anda pasti kesepian kan?"
"Tuan duke, ksatria Astama, dan dame Nayaka kan menemani yang mulia ke lokasi pemberontakan." sanggah baron Atma
"Jadi saya datang kemari untuk menemani anda." ujar baron Atma
"Tidak perlu, tuan Atma."
"Kenapa?." tanya baron Atma
"Saya tidak mau merepotkan anda."
Atma bertanya kepada Agniasri "Kenapa begitu, Baginda Agniasri?" tanya baron Atma dengan tatapan mata mesumnya
Agniasri jijik dan bertanya kepada Atma "kenapa anda selalu menatap saya seperti itu?." tanya Agniasri bingung dan jijik akan tatapan matanya.
__ADS_1