
Selama mereka berdua kencan di kafe, Agniasri memakan banyak jenis makanan yang beragam mulai dari makanan pembuka seperti dessert, makanan utama daging dan makanan penutup.
Selesai makan di kafe mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kedai permainan disana lah mereka berdua bertemu dengan tokoh utama pria yang lain.
“Ya ampun tuan Marquees, anda sedang apa diluar begini?.“ tanya Arjuna
“Oh, saya sedang mencari sebuah toko buku untuk anak-anak belajar, Yang Mulia.“ jawabnya
“Oh, sekolah akademi nya sebentar lagi akan mulai aktif ya?.“ tanya Agniasri
“Ya, Yang Mulia Baginda Ratu.“ jawabnya
“Terimakasih ya anda sudah menerima permintaan saya.“ ucap Agniasri
“Ya, terimakasih kembali Baginda.“
''oh. jadi kamu yang dibicarakan oleh Mahatma?.'' tanya Arjuna
“Apa anda mau ikut kami jalan-jalan, tuan Marquees?.“ pinta Agniasri
Arjuna tersenyum masam, " Astaga, kita tidak sengaja bertemu disini ya tuan marquees.“ kata Arjuna
Dalam Arti lain, “kenapa kau selalu ada dimana-mana sih!…kalau kau diam saja dikediaman mu seperti dulu aku dan istriku pasti bisa berkencan berdua.“ batin Arjuna
"Kamu ada urusan apa ya kesini?." Tanya Arjuna
"oh, bukan urusan penting kok. lagipula saya sudah membeli banyak buku pelajaran yang akan diajarkan di akademi nanti."
"oh, begitu ya. kalau begitu selamat beristirahat ya Marquees." ujar Arjuna tersenyum masam
Dalam Arti lain, "kalau sudah selesai kenapa kamu masih disini?. cepat pergi sana!." batin Arjuna
Marquees tersenyum licik, "haha...anda perhatian sekali ya, Yang Mulia." sanggah Marquees
Dalam Arti lain, "ohohohoho, tidak semudah itu ferguso." batin Marquees
Arjuna mendercak kesal, "Cih!."
"Cih?." tanya Agniasri
"Yang Mulia Ratu."
"Ya?."
Apakah sore nanti anda ada waktu?." tanya Marquees
"Ya, ada."
"Bisakah nanti sore anda datang ke kediaman saya sebentar?."
Arjuna terkejut, "Untuk apa?!." tanya Arjuna
"Ada yang harus saya diskusi mengenai Akademi, selain itu adik saya juga ingin bertemu dengan paduka Ratu."
"Anda punya adik tuan Marquees?." tanya Agniasri
__ADS_1
"Ya, Paduka Ratu."
"Istri ku, apa nanti kamu akan pergi kesana?." tanya Arjuna memelas
"Ya, baiklah. Aku akan datang kesana nanti sore." jawab Agniasri
Arjuna terkejut mendengar jawaban dari istri nya, yang tadinya suasana kencan terasa romantis dan menyenangkan mendadak berubah menjadi sunyi dan suram akibat kemunculan tokoh utama pria keempat 'Kaivan Von Acasia'.
"Yang Mulia Ratu, terimakasih waktu itu anda sudah menyelematkan saya." ucap Marquees
"Kapan saya pernah menyelamatkan anda tuan?." tanya Agniasri "saya tidak ingat samasekali."
"Dijalan waktu itu anda pernah menyelamatkan saya yang terluka parah, Yang Mulia Ratu."
Agniasri menggaruk kepalanya ke belakang, "oh, waktu itu ya. maafkan aku ya, aku lupa." ujar Agniasri
"Ya. tidak masalah Yang Mulia Ratu. oh ya, ini pertemuan kedua kita ya, Yang Mulia Ratu. senang bertemu dengan anda, nama saya Kaivan Von Acasia. Marquees dari wilayah Acasia." ujar Kaivan
"oh. aku Agniasri." sanggah Agniasri
"kalau begitu saya pamit dulu, Yang Mulia Ratu dan Baginda Raja. ujar Kaivan menundukkan kepalanya
setelah Kaivan pergi dari hadapan mereka berdua suasana hati Arjuna masih saja suram dan murung.
Melihat tingkah laku suaminya Agniasri tidak tega membiarkan nya saja.
"Arjuna, setelah ini kamu bisa kan menemani ku berbelanja sebentar?". ucap Agniasri seraya menggandeng tangan Arjuna
yang tadinya suram kini menjadi ceria kembali.
"boleh!." Arjuna tersenyum ceria
"syu-syukurlah kalau kamu kembali tersenyum, Arjuna." ucap Agniasri
Arjuna tersenyum simpul, "hm." jawab Arjuna menganggukkan kepalanya
Dipusat kota perbelanjaan Agniasri membeli banyak barang sebagai hadiah mulai dari perhiasan untuk dayang pribadinya, pedang untuk pengawal pribadi nya, dan sebagainya lah. Meskipun demikian, Arjuna masih belum mengetahui bahwa Agniasri juga membeli sesuatu untuk nya.
"Aku harap Arjuna suka dengan hadiah dari ku." gumam Agniasri melihat sebuah benda kecil ditangan nya
"Apa sudah selesai belanja nya?." tanya Arjuna
"sudah. ayo kita pulang!." ajak Agniasri
"tunggu!."
"Ya?."
"Apa cuma begitu saja?." tanya Arjuna
"Ada apa?." tanya Agniasri
"Apa kamu tidak ada panggilan khusus untuk ku?." tanya Arjuna kembali
"Apa maksud mu?." tanya Agniasri "Aku tidak mengerti."
__ADS_1
"Ya ampun, kita kan suami istri. kamu juga tidak pernah memanggil dengan panggilan sayang." keluh Arjuna
Mendengar ucapannya wajah Agniasri memerah karena malu.
"hah?. Apa maksud mu?. ucap Agniasri "sudahlah Arjuna, aku mau pulang!."
Karena malu mendengar ucapan Arjuna Agniasri berjalan tergesa-gesa, begitu juga dengan Arjuna yang mengikuti langkah kaki Agniasri dengan tergesa-gesa juga.
"tunggu aku Istri ku!." pinta Arjuna
sesampainya di kereta kuda...
"oh iya, aku lupa." ucap Agniasri
"Ada apa, istri ku?." tanya Arjuna
"Aku harus mengambil seragamnya pangeran dan putri di akademi." jawab Agniasri
Arjuna terkejut, "Apa, apa kamu tidak lelah selesai berbelanja tadi?." tanya Arjuna
"Aku baik-baik saja kok, Arjuna." Agniasri tersenyum simpul
"Tidak bisa, istri ku!. setelah sampai dari sini kamu harus istirahat!. pinta Arjuna
"Apa kamu memerintah ku, Arjuna?." tanya Agniasri menatap tajam Arjuna
"Bukan. bukan begitu maksudku, istri ku. Aku hanya meminta mu untuk beristirahat dulu dirumah." jawab Arjuna
"Tetap saja tidak bisa begitu, Arjuna. Aku punya tanggung jawab yang besar. Aku tidak bisa seenaknya sendiri!." sanggah Agniasri
"Iya. Aku tahu itu, istri ku. tapi setidaknya sesekali kamu beristirahat lah meskipun hanya sebentar!." bentak Arjuna
Mendengar itu membuat hati Agniasri sakit, ia menangis terisak-isak, "Hiks...kamu...membentak ku...hiks...Aku bekerja keras seperti ini juga demi masa depan putri ku, Arjuna....hiks...aku tidak mau putri ku dihina terus seperti ini...". ungkap Agniasri mengusap-usap air mata nya yang terus mengalir
"Apa maksud mu itu, istri ku?." tanya Arjuna yang bingung dengan ucapan Agniasri "katakan padaku apa yang-."
Sebelum Arjuna menyelesaikan ucapannya Agniasri menangis semakin keras.
Mendengar tangisan istrinya, kuping Arjuna rasanya mau pecah.
Arjuna menghela nafas panjang ia terpaksa mengalah kepada Agniasri untuk menghentikan tangisannya itu.
"Baiklah baiklah, aku mengalah saja deh. Memang ya, aku tidak bisa menang darimu, Agniasri. tapi biar aku saja yang mengambil nya. kamu tetap disini saja. sudahlah, berhenti lah menangis, Agni." pinta Arjuna
"baik. terimakasih dan aku minta maaf karena telah menangis didepan mu." ucap Agniasri
Arjuna tersenyum simpul, "Ya. Kamu tenang saja disini, Agniasri. aku akan melakukan apapun untuk mu." jawab Arjuna tersenyum lebar
Setelah berhasil menenangkan istrinya Arjuna langsung memerintahkan kusir untuk menghentikan kereta kuda nya.
pak kusir bingung, ia pun bertanya kepada Arjuna, "Ada apa Baginda Raja?." tanya kusir "Kenapa turun disini?."
Arjuna kesal rasanya ia ingin sekali memenggal kepala kusir kereta kuda nya, karena takut ia dibenci oleh istri nya ia dengan sabar menjawab pertanyaan dari pak kusir kereta kuda.
Arjuna menghela nafas panjang, "Sudahlah, jangan membuat ku tambah kesal. turuti saja perintah ku!." jawab Arjuna
__ADS_1
Dengan cepat pak kusir menuruti perintah Arjuna, "Baik. Saya mengerti Yang Mulia." jawabnya
Setelah Arjuna sampai di Akademi ia terkejut melihat suasana keramaian yang terjadi di akademi. Di akademi banyak wali murid mengantri mengambil seragam sekolah anak mereka, dimulai dari rakyat kerajaan, ksatria kerajaan sampai bangsawan tertinggi kerajaan.