
Karena kesal Abhista tanpa pikir panjang langsung melampiaskan kemarahannya kepada Arjuna dengan melempar kan semua dokumen ke arah wajah Arjuna.
“Kalau begitu saya izin pamit undur diri dulu,Yang Mulia.“
“Rasakan itu!.“ batin Abhista
Setelah mendengar omelan dan kekesalan Abhista, Arjuna langsung bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas lari ke ruang sang sekretaris pribadi nya. Tanpa memikirkan kesehatan dan lukanya yang sedang dalam masa pemulihan Arjuna memerintahkan sang sekretaris merekrut sekretaris pribadi untuk istrinya 'Agniasri'.
Selesai ia memerintahkan sang sekretaris pribadi nya untuk merekrut orang baru Arjuna terkejut melihat Agniasri mendobrak pintu dengan keras dan memarahi nya.
'Braaaakkkkk….' suara pintu terdengar keras.
Dengan nada keras Agniasri memarahi Arjuna “Dasar bodoh, apa yang sedang kau lakukan?! Apa yang kau pikirkan hah?! Kenapa kau tidak memikirkan dirimu sendiri malah langsung kerja aja?! Apa kau tidak memikirkan ku betapa khawatir nya aku melihat mu yang sedang terluka parah langsung bekerja seperti ini?!.“
Agniasri marah dan kesal mendengar Arjuna yang langsung bekerja tanpa sepengetahuan nya. Yang Awalnya Agniasri, ia sedang duduk manis di taman sambil meminum teh hangat yang sudah tersaji untuk nya. Begitu ia mendengar tingkah laku sang tokoh utama pria dari mulut 'Dharma' pelayan pribadi nya ia langsung terkejut dan bergegas lari ke raja.
“Sudahlah, ayo ikut dengan ku ke kamar!.“ perintah Agniasri menarik tangan Arjuna
Sampai nya di kamar nya Agniasri membaringkan tubuh raja Arjuna dengan perlahan.
“Sementara ini kamu istirahat saja dulu sampai luka mu pulih Yang Mulia raja Arjuna.”
Arjuna menganggukkan kepalanya “ya, baiklah….” jawabnya
“Saya oleskan obatnya ya Yang Mulia.“
“Arjuna.“
“Hm?.“
“Panggil nama ku, Agniasri…!” pinta Arjuna memelas didepan istrinya
Agniasri menghela nafas panjang “haah…. baiklah. Arjuna.“ cetus Agniasri seraya mengoleskan minyak obat
Arjuna merasa senang dan bahagia karena ia memiliki seorang istri yang baik hati dan penyayang yang sabar merawat dirinya.
“Agniasri.“
“Ya?.“
“Setelah ini aku mau ke ruang kerja Riri.“
Ia menggigit bibir nya “Untuk apa?.“ tanya Agniasri menahan emosi
“Ugh, habislah riwayat ku.“ batin Arjuna
“Aku ingin melihat orang ya dipilih Riri pilihan untuk membantu semua pekerjaan mu selama disini.“ cetus Arjuna tersenyum lembut
__ADS_1
“Oh. Baiklah, biar aku saja langsung kesana untuk melihat nya.“ Dia menggigit bibirnya menahan emosi
Agniasri marah Ia merapat kan bibirnya kemudian langsung menyodorkan obat ke Arjuna dan lalu pergi meninggalkan nya begitu saja.
Dengan nada sedih Arjuna memanggil nya tetapi ia tidak mendengar kan nya “istri ku, tunggu sebentar…” panggil Arjuna menahan rasa sakit
Sampainya ia di ruang kerja sekretaris Riri, Agniasri langsung melihat sekretaris baru yang telah sekretaris Riri pilihkan untuk nya.
“Riri, dimana orang nya?…karena dia Arjuna sampai tidak memperhatikan kesehatan nya.“
“Ini, orang nya Paduka Ratu. dialah orang yang akan membantu paduka ratu bekerja disini.“ jawab Riri
“Salam kepada bulan kerajaan.“ sapa orang asing tersebut
“Siapa nama mu?.“ tanya Agniasri penasaran
“Nama saya Cayarini Von Cainum, paduka.“ jawabnya
Agniasri terkejut seketika mendengar namanya
“Apa?, Cayarini Von Cainum?.“ gumam Agniasri
Didalam novel aslinya Cayarini atau biasa dipanggil Caya memiliki tubuh kurus ramping nan tinggi, rambut biru muda sebening laut, kulit putih mulus yang cantik, dan mata hijau emerald. Ia adalah seorang ilmuwan wanita yang cantik jenius. Banyak orang terpandang yang mengincar nya untuk dijadikan bawahan mereka, karena kecantikan dan kecerdasan nya ia pernah juluki sebagai Dewi kecerdasan, Titisan Dewi Kecerdasan,dll.
“Bagaimana bisa ia muncul secepat ini?.“ pikir Agniasri
“Baik.“
“Kalau begitu, aku pergi dulu.“
Setelah Agniasri melihat sekretaris baru nya ia langsung pergi kembali menuju ke kamar nya di ikuti juga dengan Riri yang akan pergi kembali pulang ke rumah nya.
Cayarini, seorang wanita bangsawan yang lumayan berpengaruh di kerajaan.
Ia cerdas, cantik dan penuh ambisi.
Sebelum ia mulai bekerja ia mengikuti Agniasri secara diam-diam.
“Raja ku, aku datang menemui mu.“ gumam Cayarini
Dalam novel aslinya Cayarini mempunyai kepribadian yang lembut, dan ceria.
Saat dia ada waktu luang dia selalu pergi menemui sang tokoh utama wanita yaitu 'Nayaka' untuk datang berkunjung.
Di novel aslinya Cayarini dan Nayaka adalah teman se akademi nya selama sekolah di luar negeri.
Pada malam harinya, karena bibi Akarsana dan paman Abhista menginap di kamar tamu kerajaan, Agniasri dan Arjuna terpaksa tidur seranjang bersama.
__ADS_1
Karena mereka berdua tidak pernah tidur bersama jantung hati Agniasri dan Arjuna berdebar dengan kencang.
“Aduh…bagaimana ini?. Selama hidup ku aku tidak pernah tidur seranjang dengan seorang pria sekalipun.“ gumam Agniasri
“Senang nya…, akhirnya aku bisa tidur bersama istri ku Agniasri. Tapi, kenapa jantung berdebar terus ya.“ batin Arjuna
Arjuna menoleh ke belakang tempat tidurnya “istri ku, apa kamu sudah tidur?.“ tanya Arjuna
Jantung Agniasri terus berdetak kencang ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan, karena ia bingung ia pura-pura tertidur.
Lalu tiba-tiba saja ruangan menjadi sunyi dan sepi tanpa adanya suara.
Sementara itu di tempat lain, Cayarini terus fokus memandang lukisan wajah Arjuna sang tokoh utama pria.
“Tampan. Kamu benar-benar tampan sayang ku. Aku tidak salah melamar pekerjaan ini. Demi kamu aku rela melakukan apapun asalkan kamu bisa menjadi milikku seorang.“ gumam Cayarini memandang lukisan wajah Arjuna
Cayarini tidak mengetahui bahwa dibalik dinding kamarnya kakaknya 'baron Atma' ketua lembaga keuangan.
Dalam novel aslinya Cayarini sedikit pun tidak mempunyai ambisi untuk memiliki seseorang, karena kini sudah berubah total dari cerita aslinya Cayarini memiliki ambisi besar agar bisa mendapatkan sang tokoh utama pria.
“Dasar wanita gila, kenapa malam malam hari begini ia senyum-senyum sendiri.“ gumam Atma dibalik dinding
Pada pagi harinya di pagi yang cerah Agniasri membawa sepiring makanan yang akan ia bawa menuju ke kamar dimana disitu ada sang tokoh utama pria beristirahat.
“Arjuna, waktunya makan. Ini aku membawakan makanan kesukaan mu.“ ujar Agniasri
“suapi aku…” pinta
Agniasri bingung, “Apa?.“ tanya Agniasri
“Aku ingin kamu menyuapi ku, istri ku.“ Pinta Arjuna
Wajah Agniasri sedikit memerah, perlahan-lahan ia menyuapi nya makan.
“Hihi.“ Arjuna tersenyum simpul
Arjuna senang kini jarak hubungan antara Agniasri dengan dirinya kini perlahan-lahan mulai dekat.
Wajahnya memerah, “ke-kenapa kamu tersenyum?.“ Tanya Agniasri
“Apa aku tidak boleh tersenyum.“ tanya dengan polos seperti anak kucing yang lucu
“Ugh, curang. Kamu curang.“
“Aku curang kenapa, istri ku?.“ tanya Arjuna bingung
Sementara itu dikediaman baron Atma. Si sekretaris baru 'Cayarini' masih saja terus memandangi lukisan wajah Raja Arjuna.
__ADS_1
“Kamu tampan. aku iri pada ratu Agniasri, andai saja aku bisa ada disamping mu selamanya raja ku.“ gumam Cayarini