Antara Cinta Dan Dilema Hati

Antara Cinta Dan Dilema Hati
Eps. 19


__ADS_3

Baron Atma menarik tangan Agniasri masuk ke dalam kastil lalu mendorong nya ke tembok kastil dan berkata "cantik, apa tidak boleh saya dekat dengan mu, mendekati mu yang cantik ini?" tanya baron Atma yang masih melihat Agniasri dengan tatapan mesum nya.


Meskipun Agniasri mendengar kata cantik dari mulut si antagonis pria ia merasa jijik saat mendengar nya.


"tuan baron, saya dan anda tidak punya hubungan khusus apapun kita hanya sebatas ratu dan rakyatnya saja. saya tuan mu kenapa anda selalu datang mengganggu saya?!."


"hah? apa kau sedang mengajak ku bercanda?" tanya"tuan dan bawahan kau bilang?."


"iya." jawab Agniasri seraya menganggukkan kepalanya dengan yakin


"coba lihat lah dirimu ini ratu ku, kau punya wajah yang cantik, mulus, rambut pirang panjang berkilau yang lembut dan tubuh yang ideal." ujar baron Atma


"lalu kenapa memangnya tuan Atma?."


"Anda kan seorang kaisar dari negeri yang terkenal akan kekayaan dan kemewahan nya, lalu kenapa kamu mau menikah dengan raja dari negara miskin dan tidak menikah dengan seorang pria yang hidupnya lebih mapan?." tanya baron Atma seraya menyentuh wajah Agniasri dengan lembut nan mesum


Agniasri melepaskan tangan baron Atma dengan keras, "Atma, dasar pria tidak tahu diri! berani beraninya kau menyentuh wajah ku!." sanggah Agniasri seraya menampar wajah Atma dengan keras.


"haaah?!."


saat Atma akan menjabak rambut Agniasri tiba tiba saja sekretaris datang menghampiri mereka.


"maafkan saya karena telah menyela pembicaraan kalian, saya kemari karena ingin membicarakan sesuatu dengan paduka ratu." ujar Riri


"ada apa Riri?." tanya Agniasri penasaran


"paduka, ada surat darurat dari baginda raja untuk anda!." sanggah sekretaris Riri


isi surat tersebut berisi 'Yang Mulia, kami membutuhkan bantuan dan pertolongan anda, kami dan Baginda sudah tidak sanggup bertahan lagi di medan perang ini! kami memerlukan bantuan medis dari anda, saat ini baginda raja dan para pasukan prajurit termasuk kami sangat membutuhkan bantuan medis dari anda!' begitu lah isi surat tersebut.


"Gawat!. Riri, ayo kita bergegas pergi kesana!." ajak Agniasri yang langsung pergi dan mengabaikan Atma begitu saja


sesampainya ditenda, Agniasri bergegas berjalan cepat menuju sang raja berada.


"Arjuna! kau baik baik saja?! apa kamu terluka?."


mendengar suara istri nya Arjuna sedikit terkejut saat Agniasri datang ke tenda markas.


"Agni, kenapa kamu datang kemari istri ku?." tanya" lalu siapa yang akan menjaga rumah kita?." tanya Arjuna yang sedang terbaring dengan luka parah


melihat luka yang dialami suaminya Agniasri langsung bergegas dengan cepat mengobati lukanya.

__ADS_1


"anda tenang saja yang mulia, disana sudah ada paman dan bibi ku yang akan mengurus semuanya." ujar Agniasri seraya mengobati suaminya


"tapi kan istri ku, aku tidak mau terus selalu merepotkan keluarga mu."


"sudahlah, Arjuna! sekali kali kau boleh kok minta bantuan, kau jangan selalu terus menahan beban sendiri saja, kan ada aku dan keluarga kita." ucap Agniasri


mendengar perkataan istri nya raja Arjuna sangat senang, bahagia dan bersyukur karena ia diberkati sebuah keluarga yang selalu menemani di sisi nya.


"iya, kamu benar istri ku."


"bagus!." ucap Agniasri seraya tersenyum manis


sementara itu di garis depan medan perang ksatria Manggala kakak sepupu Agniasri dan nona ksatria dame Nayaka masih terus bertengkar satu sama lainnya.


"hey, aku dengar kau kakak sepupu nya paduka ratu Agniasri ya?" tanya Nayaka "apa itu benar?." tanya Nayaka sambil menghunus kan pedang nya pada musuh


"ya, itu benar." jawab Manggala seraya menghunus pedangnya ke arah musuh yang ada di depan nya


begitu lah mereka berdua....


lalu, ditenda Agniasri dengan tenang mengobati luka suaminya.


"apa masih sakit yang mulia?." tanya Agniasri khawatir


Agniasri De Delonix Regia, Seorang kaisar wanita pertama yang cantik, dan bijak kini sedang mengobati suaminya yang sedang terluka parah.


Didalam Novel aslinya Agniasri si antagonis wanita yang seharusnya menyiksa si protagonis wanita kini malah mengobati luka calon suami si protagonis wanita ditenda.


"Apa yang telah aku lakukan?." pikir Agniasri


''maafkan aku yang tidak bisa menjadi seorang suami yang baik untuk mu, Agni.'' ujar Arjuna ''ingin ku setelah perang ini selesai, aku ingin menunjukkan sisi keren ku pada mu.'' ujar arjuna dengan nada sedih


mendengar perkataan suaminya, Agniasri merasa bahagia dan bersyukur bisa memiliki seorang suami yang bisa mengerti dirinya.


"Arjuna, dengar aku baik baik ya. aku menerima pernikahan ini bukan karena kau seorang raja maupun seorang ksatria kasta tinggi, aku menerima pernikahan ini karena aku mencintaimu apa adanya dirimu." ucap Agniasri seraya mengelus lembut wajah raja Arjuna


"sungguh?." tanya raja Arjuna "benarkah itu istri ku?."


"ya, tentu saja yang mulia." jawab Agniasri sambil tersenyum lembut nan hangat di depan suami nya


Meskipun Agniasri mencintai raja Arjuna, ia tetap masih menyadari posisinya di dunia novel ini.

__ADS_1


Ia menyadari kalau sebenarnya ia bukanlah tokoh utama wanita di dalam dunia ini.


"istri ku, boleh kah aku mencium mu?." tanya raja Arjuna


Mendengar kata cium dari Arjuna wajah Agniasri langsung memerah.


"A-apa yang akan kau lakukan jika kau menci-cium ku?."


Melihat tingkah Agniasri yang malu-malu membuat Arjuna tertawa terbahak-bahak.


"Apaan kau ini Agni, kenapa kamu malu-malu istri ku?." tanya Arjuna yang masih saja tertawa


"Ke-kenapa kau malah tertawa yang mulia?"


"Kyaaa...malu banget!..." batin Agniasri yang menjerit-jerit


Arjuna mendekat dan menyentuh wajah Agniasri dengan lembut "aku beruntung sekali mempunyai seorang istri yang baik hati seperti mu Agniasri, aku senang sekali kau datang kemari. Tapi sayang nya aku tidak bisa menunjukkan sisi keren ku pada mu, istri ku." ujar Arjuna yang murung


Agniasri langsung membalas perkataan suaminya dengan senyuman yang hangat dan lembut "tidak kok, bagi ku anda itu suami yang paling tampan dan keren..." sanggah Agniasri sambil tersenyum manis


"Apa yang harus aku lakukan, sampai kapan aku harus menahan perasaan ini?." batin Agniasri


"Istri ku, kamu sedang memikirkan apa?." tanya raja Arjuna "apa kau sedang memikirkan diri ku?."


"Tidak."


"Jahatnya..." Kata raja Arjuna dengan nada sedih


Tidak lama kemudian prajurit istana datang membawa kabar gembira pada raja Arjuna...


"Baginda! Baginda, kita menang!" ujar prajurit dengan nada gembira


Mendengar berita kemenangan itu membuat perasaan Agniasri yang tadinya dilema menjadi cerah gembira.


"Benarkah itu?" tanya Agniasri yang masih belum percaya


"Ya, paduka ratu. Itu benar."


"Syukurlah..." ucap Agniasri


"Gila!, Dame Nayaka dan tuan pahlawan Manggala benar benar luar biasa!." gumam Arjuna yang meratapi nasibnya

__ADS_1


Melihat keadaan disekitar nya hanya bisa membuat Agniasri tertawa gembira.


__ADS_2