
Lima hari kemudian pertempuran di Medan perang pun telah berakhir sudah.
Dewi kemenangan telah berpihak kepada Raja Arjuna si tokoh utama pria dan para rombongan pasukan nya.
Sudah empat hari mereka telah bersingggah di tenda markas, kini saatnya mereka berenam untuk kembali ke kastil kerajaan dan tempat asal mereka.
“Akhirnya kini waktunya untuk kita kembali ke kerajaan kita Agniasri.“ ujar Arjuna
“Ya.“
Saat semuanya sedang bersiap-siap untuk kembali ke kerajaan tiba-tiba saja Nayaka datang tergesa-gesa…
“Mahatma! Kamu baik-baik saja?“ tanya Nayaka yang khawatir akan kondisi tunangan nya
“Aku baik-baik saja, Nayaka. Kau jangan khawatir”.
“Gimana aku tidak khawatir tuan Duke, anda telah terkena anak panah dari prajurit musuh”. sanggah Nayaka seraya melihat lilitan perban tunangan nya
Melihat kedekatan Nayaka dan Mahatma membuat Raja Arjuna merasa lega sekaligus tenang karena apa yang ia takutkan tidak terjadi.
“Kau sangat mencintai Mahatma ya, Dame Nayaka”. ujar Arjuna
“Apa yang anda bicarakan, paduka raja?“
“Apa yang aku bicarakan, apa yang aku katakan ini salah Mahatma?“ tanya Arjuna “kau dan Nayaka kan sudah bertunangan, apa salah?“
“Meskipun saya dan nona Nayaka sudah bertunangan itu bukan berarti kami saling mencintai”. bantah Mahatma
Nayaka terkejut dan syok mendengar jawaban Mahatma yang mengatakan bahwa mereka bukanlah kekasih yang saling mencintai.
“Oh, begitu ya” gumam Nayaka
Setelah mendengar ucapan Mahatma, Nayaka terus masih memikirkan nya.
Dua hari kemudian Raja Arjuna dan para rombongan nya pun sampai di kerajaan, di kastil kerajaan Raja Arjuna dan Agniasri disambut dengan meriah.
“Selamat datang kembali keponakan ku tersayang “. ucap Akarsa seraya memeluk erat Agniasri
“Ya ampun, yang mulia. Kenapa anda bisa terluka seperti ini?“ tanya Abhista kok bisa terluka parah sih kamu menantu ku?“ tanya Abhista khawatir sambil memapah Arjuna masuk ke dalam kastil
Sesampainya di kamar, Agniasri langsung membaringkan Arjuna dengan perlahan-lahan.
“Apa ada yang sakit, Yang Mulia?“ tanya Agniasri yang khawatir melihat keadaan suaminya
“Aku baik-baik saja, Agni. Kau tidak perlu khawatir “. jawab Arjuna menenangkan istrinya
Agniasri menyentuh perut Arjuna yang terluka dengan lembut dan penuh kasih sayang.
“Kenapa Nayaka tidak langsung mengobati luka Arjuna?” pikir Agniasri
“Kenapa jadi begini?“ gumam Agniasri
__ADS_1
Melihat ekspresi wajah istrinya membuat hati Arjuna hancur berkeping-keping.
“Agniasri istri ku, sudah kamu jangan memasang raut wajah sedih seperti itu. Aku sungguh tidak apa kok, aku baik-baik saja” kata Arjuna menatap perempuan disampingnya, sambil membelai lembut wajah istrinya
Agniasri hanya bisa menunduk dan menganggukkan kepalanya, lalu ia pun tersenyum simpul.
Dengan nada sedih Agniasri berkata “Maafkan saya Yang Mulia raja, seharusnya saya langsung mengobati anda tanpa ragu saat itu” ucap Agniasri
Arjuna menyentuh wajah Agniasri dengan lembut nan mesra “Agni!, aku tidak selemah itu! Kamu tidak bersalah istri ku. Jangan terlalu kamu pikirkan ya, sungguh aku baik-baik saja kok.” jawab Arjuna dengan lembut
Mendengar perkataan si tokoh utama pria Agniasri hanya bisa tersenyum tipis.
“Ya” jawab singkat Agniasri seraya tersenyum simpul
Dua jam kemudian setelah menemani Arjuna di kamar untuk beristirahat, Agniasri merenung dan berpikir…
“Kenapa keadaan ini sangat berbeda? Kenapa situasinya tidak sesuai novel aslinya?“ pikir dalam Agniasri
Didalam novel aslinya raja Arjuna setelah sekian lama berpisah dari teman masa kecilnya setelah ia menikah dengan si tokoh antagonis wanita, di dalam novel aslinya si tokoh utama pria bertemu pertama kali nya saat di pesta dansa kerajaan, seharusnya begitu, karena Leddyna khan telah merasuki tubuh antagonis wanita semuanya telah berubah tidak sesuai dalam novel aslinya.
“Ada apa ini? Kenapa jadi begini sih?“ pikir Agniasri
Setelah berpikir panjang kini Agniasri telah bertekad “setelah aku merawat Arjuna aku akan langsung mendekat kan mereka berdua kembali. setelah mereka saling jatuh cinta baru deh aku bisa pergi dengan tenang, he.he.he hahahaha!“ ujar Agniasri sambil tertawa
Pada malam hari nya Agniasri masuk ke kamar untuk merawat suaminya yang sedang terluka parah.
“Yang Mulia”.
Agniasri memegang luka sayat pisau Arjuna dengan lembut nan mesra.
“Yang Mulia”.
“Ya?“. Arjuna bingung
Agniasri mengambil obat dan langsung mengobati si tokoh utama pria dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Arjuna menahan sakit “Ugh!“.
“Maafkan aku Yang Mulia, kali ini saya akan sedikit perlahan-lahan. Tolong tahan sebentar ya”. ucap Agniasri seraya mengobati suaminya
Arjuna tersenyum “terima kasih, Agniasri” ucap Arjuna dengan nada lembut
Setelah Agniasri selesai mengobati luka Arjuna tiba-tiba ruangan menjadi sunyi dan sepi.
“Raja, saya izin pamit keluar”.
“Agniasri, tunggu sebentar! Temani aku sebentar disini ya”. pinta Arjuna
Mendengar keinginan suami nya Agniasri duduk dengan tenang dan menemani Arjuna beristirahat.
Setelah ia duduk menemani Arjuna mendadak suasana ruang kamar menjadi sunyi.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Agniasri terkejut seketika melihat Arjuna memegang tangan nya dengan lembut dan erat.
Arjuna mendekat ke arah nya dan semakin dekat.
Melihat tingkah lakunya wajah Agniasri berubah merah merona.
Karena salah tingkah Agniasri tidak sengaja mendorong wajah Arjuna.
Agniasri tanya tergagap “A-apa yang Anda lakukan?“. tanya Agniasri wajahnya yang memerah malu
“Apa saya tidak boleh mencium bibir istri saya sendiri?“ tanya kembali Arjuna memelas
“Percuma anda bersikap seperti itu, saya tidak akan luluh!“
Setelah dibuat malu oleh si tokoh utama pria Agniasri langsung pergi meninggalkan nya.
“Agni, tunggu!“
Dengan cepat Agniasri langsung lari dari dalam kamarnya.
“Dasar, istri ku yang cantik ini”. gumam Arjuna tersenyum lembut
Beberapa saat kemudian setelah Agniasri keluar dari kamar nya, Abhista paman si tokoh antagonis wanita masuk ke dalam kamar dimana si tokoh utama pria sedang beristirahat.
“Arjuna, aku mau bicara dengan mu”
“Langsung panggil nama ku?“. pikir Arjuna
“Ya, ada apa paman?“. tanya penasaran Arjuna
Tanpa ragu Abhista langsung mengambil tempat duduk di samping Arjuna.
“Pertama, bagaimana keadaan mu saat ini?“. tanya Abhista menanyakan keadaan menantunya
“Saya baik-baik saja paman”
“Lalu yang kedua, apa kau membenci keponakan ku?“ tanya Abhista
“Hah?“ Arjuna bingung ia tidak tahu apa yang dimaksud oleh pamannya
“Heh,hah,heh!, Aku tanya apa kau tidak suka keponakan ku?“ tanya Abhista
Karena bingung dengan pertanyaan Abhista, ia bertanya kembali kepada Abhista “apa maksud paman?“ tanya Arjuna yang semakin bingung
Abhista menghela nafas panjang dan dengan sabar menunjukkan buku laporan yang ia bawa kepada si tokoh utama pria.
“Ini! Ini apa maksud nya?“ tanya Abhista “kau ingin menyiksa putri ku ya?“
“Putri?“ tanya Arjuna yang bingung
Abhista bangkit dari tempat duduknya “Ya, Agniasri sudah lama ku anggap seperti putri ku sendiri Arjuna! Dan ini apa-apaan ini kenapa kau malah membiarkan nya membereskan semua dokumen nya sendirian!“ kata Abhista marah dan kesal kepada Arjuna seraya melempar dokumen pekerjaan ke arah suami keponakan nya.
__ADS_1