Antara Cinta Dan Dilema Hati

Antara Cinta Dan Dilema Hati
Eps. 23


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Arjuna pun sembuh dari luka parahnya. Pagi ini Arjuna dan Agniasri bersiap-siap pergi belanja bersama keluarga kecil mereka.


Arjuna berteriak memanggil, “istri ku, apa kamu sudah siap?.“ tanya Arjuna


“Belum.“ jawab Agniasri dari kejauhan


Dua menit berselang kemudian Agniasri pun sudah selesai berdandan dan kini ia sudah siap untuk pergi belanja bersama sang tokoh utama pria dan kedua anak tercinta mereka.


“Ayo kita berangkat!.“ ajak Agniasri menggandeng tangan Arjuna


Sesampainya di toko pusat perbelanjaan pakaian Agniasri mulai memilih pakaian yang akan ia kenakan untuk pesta perayaan nanti malam. Disana ia disambut dengan baik oleh para karyawan toko.


“Selamat datang di toko kami Paduka Raja, Baginda Ratu, Yang Mulia Pangeran dan Yang Mulia Putri.“ sapa mereka


Tiba-tiba saja manager toko datang menghampiri, “Apa ada yang bisa kami bantu, Yang Mulia?.“ tanya manager toko


“Keluar kan semua gaun-gaun yang paling cantik dan paling mahal ditoko ini, aku ingin membeli nya!.“ perintah Arjuna


Agniasri terkejut lalu berbisik, “Apa kau sudah gila? Buat apa beli gaun mahal itu semua? Apa kau mau kita bangkrut?.“ tanya Agniasri


Dengan percaya diri Arjuna membalas pertanyaan istrinya, “Kamu tenang saja istri ku, aku punya banyak uang kok.“ balas Arjuna sambil membusungkan dadanya


“Oh begitu.“


Mendengar jawaban dari suami nya Agniasri tidak bisa diam begitu saja, untuk menghentikan sikap kekanakan suaminya ia langsung memerintahkan para pelayan toko mengeluarkan gaun dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau murah.


“Pelayan, kalian tidak usah mendengar kan dia. Kalian cukup keluar kan saja 4 gaun cantik dengan kualitas terbaik dan harga terjangkau murah!.“ perintah Agniasri


“Baik, Yang Mulia.“


Arjuna terkejut dan membeku seketika mendengar perkataan istri dengan nada ketusnya.


“Istri ku…” jeritan tangis batin Arjuna


“Lea, Saka.“ panggil Agniasri


“Ya, ibu?.“ tanya Azalea dan Aksaka kedua buah hati mereka


“Jika kalian ingin beli sesuatu yang ingin kalian beli, beli saja. Jangan ragu kalian bilang ibu ya.“ Agniasri tersenyum simpul


“Ya”

__ADS_1


Selesai mereka pergi berbelanja mereka berempat pergi ke sebuah restoran cepat saji untuk makan bersama. Saat Arjuna pergi memesan pesanan Agniasri secara kebetulan melihat Atma menghampiri nya.


“Cantik.“ Atma mencium punggung telapak tangannya dan menyentuh paha mulus Agniasri


Melihat sikap mesum Atma yang main seenaknya saja Aksaka marah dan memarahi nya.


Dengan nada keras Arjuna memarahi Atma “Tuan baron Atma!, dasar pria mesum kurang ajar beraninya kau berbuat senonoh kepada ratu Kerajaan ini! Lepaskan tangan kotor mu dari ibuku.“


Atma mendercak kesal sekali lagi ia melampiaskan kekesalannya didepan pangeran.


Atma mendercak kesal, “cih apa hakmu memarahi ku bocah?!.“ Atma kesal mendorong pangeran dengan keras


“Ugh, tentu saja aku punya hak. Aku adalah penerus tahta kerajaan ini, dan ibunda Agniasri adalah ibu sambung ku yang paling aku sayangi!.“ teriak Aksaka


Mendengar ucapan pangeran Agniasri merasa terharu karena ia memiliki seorang anak yang baik hati nya.


Atma kesal, untuk melampiaskan kekesalannya ia menghina pangeran dengan kata-kata kasar yang seharusnya tidak ia ucapkan.


Atma menyeringai jahat, “Sadar diri kau nak, kau hanya seorang anak dari rahim wanita bangsawan rendah yang tidak punya hak memarahi bangsawan yang berpengaruh besar seperti ku!.“ ketua Atma


Agniasri terkejut dan marah setelah melihat kesombongan baron Atma yang seenaknya menghina pangeran Aksaka dengan perkataan kasar nya.


Agniasri berdeham ia bangkit dari tempat duduknya dan menegur keras sikap Atma.


Mendengar keributan di tempat istri nya duduk Arjuna menghampiri.


Arjuna bertanya, “Ada apa ini?.“ tanya Arjuna


“Ayahanda Arjuna, tuan baron Atma melecehkan ibunda, Lea.“ cetus Azalea


“Apa itu benar, istri ku?.“ tanya Arjuna


Agniasri mengangguk, “Ya, itu benar.“


“Dia tidak hanya melecehkan ibunda dia juga menghina mendiang ratu terdahulu Ratu Kinanti dan dia juga menghina pangeran Aksaka, Ayahanda Arjuna.“


Mendengar jawaban dari istri dan putri sambung nya ia marah kepada Atma yang dengan sombongnya menghina keluarga Kerajaan.


“Atma! Beraninya kau menghina keluarga Kerajaan ini!…“


Atma terkejut ia langsung meminta maaf.

__ADS_1


“Ma-maafkan saya Paduka Raja…” ucap Atma


Setelah mengucapkan permintaan maafnya Atma langsung beranjak pergi dari toko.


Mendengar sikap Atma yang kasar dari mulut pangeran dan putri Arjuna langsung meminta maaf kepada Agniasri dan pangeran Aksaka.


Dengan nada sedih Arjuna meminta maaf, “Maafkan aku Aksaka dan juga kamu istri ku. Maafkan aku karena tidak menjaga kesucian mu.“ ucap Arjuna


“Kamu jangan meminta maaf pada kami, seharusnya dia yang seharusnya minta maaf pada kami Arjuna.“ ujar Agniasri memegang tangan Arjuna


Arjuna tersentuh ia tersenyum bahagia melihat sikap hangat istri nya yang kini sedikit membuka hati untuk nya.


“Terima kasih sayang.“ ucap Arjuna tersenyum simpul


Beberapa jam kemudian Arjuna dan para rombongan kembali pulang ke kastil kerajaan disana mereka sibuk menyiapkan pesta perayaan.


Saat Mahatma akan pergi ke ruang kerja raja ia tidak sengaja melihat senyuman manis Agniasri yang sedang menyiapkan pesta bersama para anggota keluarga Kerajaan.


Melihat senyuman manis Agniasri Mahatma terpesona jantung nya berdebar kencang.


“Cantik. Ini pertama kalinya aku melihat senyuman manis Yang Mulia Ratu Agniasri.“ gumam Mahatma


“Oh tidak, bukan saatnya aku begini. aku harus melaporkan ini pada paduka raja.“ pikir Mahatma


Sesampainya di ruang kerja Mahatma terkejut melihat suasana ruang kerja raja yang awalnya sunyi dan gelap berubah menjadi cerah dan ceria begitu melihat senyuman raja Arjuna dan pangeran Aksaka terpancar bersama.


Didalam novel aslinya Arjuna dan pangeran Aksaka jarang sekali tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. Setelah kepergian mendiang ratu Kinanti raja Arjuna tidak pernah sekalipun tersenyum seperti saat ini.


Kini berkat kehadiran Agniasri dan Azalea senyum yang dan kebahagian yang telah lama hilang kini telah kembali.


“Arjuna tersenyum kembali.“ gumam Mahatma


Menyadari kedatangan Mahatma Agniasri mengajak tuan duke Mahatma berbincang manis dengan nya.


“Tuan Duke, mari kemari!.“ ajak Agniasri


“Ya, Yang Mulia Ratu.“ Mahatma tersenyum kecil


Setelah bergabung dengan mereka kini Mahatma tahu penyebab Arjuna dan pangeran Aksaka kembali tersenyum. Mengetahui penyebab mereka tersenyum bebas senyuman nya mulai memudar perlahan-lahan. Kini Mahatma bimbang dan dilema, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan kedepannya apa ia harus memilih perasaan cintanya kepada Agniasri atau melepas cintanya untuk kebahagiaan teman masa kecilnya.


Dalam novel aslinya Arjuna dan Mahatma sudah lama menjalin pertemanan sejak mereka berdua masih kecil.

__ADS_1


Karena ia jatuh cinta pada Agniasri ia bimbang pilihan seperti apa yang akan ia pilih.


__ADS_2