
Putri Rose De Rosemell, Seorang putri dari Kerajaan Rosella ia memiliki wajah cantik, tubuh tinggi ramping nan mungil, rambut panjang hijau emerald, dan pupil mata berwarna hijau emerald.
Karena suatu alasan ia datang berkunjung ke kerajaan Coelogyne Asperata untuk membahas tentang perjanjian perdamaian antara kerajaan Coelogyne Asperata dan kerajaan nya.
Tetapi di tengah perjalanan ia tidak sengaja melihat Raja Arjuna suami kaisar Agniasri yang sedang berlatih pedang di areal latihan.
"Wow, tampan nya. Aku ingin dia menjadi milikku." gumam tuan putri Rose
Putri Rose De Rosemell tiba di Kerajaan Coelogyne Asperata dengan pengawalan yang cermat. Dia segera dijemput oleh utusan resmi kerajaan dan dibawa ke istana. Perjumpaan penting ini akan menjadi langkah awal untuk perdamaian antara dua kerajaan yang selama ini terlibat dalam konflik yang berkepanjangan.Setelah perbincangan awal yang berjalan dengan baik, Raja Arjuna dan Putri Rose De Rosemell duduk bersama untuk merancang perjanjian perdamaian. Mereka menyadari pentingnya kesepakatan ini untuk kedamaian dan kesejahteraan kedua kerajaan.Namun, di tengah-tengah pembicaraan tersebut, mata Putri Rose tertuju pada Raja Arjuna yang sedang berlatih pedang di lapangan latihan. Dia terpesona oleh keahlian dan keanggunan Raja Arjuna saat bergerak dengan pedangnya. Dalam hatinya, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan kekagumannya."Gadis cantik dari Kerajaan Rosella, apa yang mengganggumu?" tanya Raja Arjuna, memperhatikan tatapan Putri Rose.Putri Rose tersentak dari lamunannya, lalu menjawab dengan malu-malu, "Maaf, Tuan Raja. Saya hanya terpesona oleh kemampuan bertarung Tuan. Anda sangat berbakat."Raja Arjuna tersenyum ramah, "Terima kasih, Tuan Putri. Kemampuan ini telah terlatih selama bertahun-tahun."Pembicaraan berlanjut, dan mereka berhasil mencapai kesepakatan awal. Namun, selama pertemuan berlangsung, Putri Rose merasa hatinya semakin terpesona oleh Raja Arjuna. Dia tahu bahwa perasaan ini harus dia kendalikan, karena tujuannya adalah perdamaian antara kerajaan mereka.Setelah perjanjian perdamaian ditandatangani, Putri Rose kembali ke Kerajaan Rosella dengan harapan bahwa perdamaian ini akan membuka jalan untuk kerja sama yang erat antara kedua kerajaan. Namun, dalam hatinya, ada juga harapan rahasia bahwa takdir akan membawanya kembali ke Kerajaan Coelogyne Asperata, di mana Raja Arjuna menjalani latihan pedangnya yang begitu memikat.
Di Waktu yang pada paginya putri datang melihat Arjuna berlatih pedang di tempat latihan.
"Sekali lagi kamu telah membuat terpesona sayang ku." gumam Rose
Namun sayang nya perasaan yang dirasakan oleh putri Rose menjadi sia-sia saat ia melihat Arjuna menatap hangat seorang wanita yang ada didepannya.
__ADS_1
Dengan rasa semangat dan penasaran ia bertanya kepada Agniasri, "istri ku apa kamu ingin datang ke sini untuk melihat aku berlatih pedang?"
Putri Rose melihat dengan hati yang berat bagaimana Raja Arjuna bersikap hangat terhadap wanita yang hadir di dekatnya. Perasaan cemburu melintas di dalam dirinya, meskipun dia tahu bahwa Arjuna adalah suami dari Kaisar Agniasri. Dalam hatinya, ia mencoba untuk menjaga ketenangannya."Dia hanya Istri Raja, dan aku adalah seorang putri yang berkunjung untuk perdamaian," gumam Putri Rose pada dirinya sendiri.
Namun, Arjuna yang ceria dan penuh semangat tidak merasakan perasaan cemburu Putri Rose.
Dia hanya senang melihat kehadiran istrinya."Iya, sayang. Aku ingin kamu melihat kemampuanku," jawab Arjuna sambil tersenyum.
Putri Rose mencoba untuk meredakan perasaannya yang bergejolak. Dia mengingat tujuannya yang lebih besar untuk menciptakan perdamaian antara kedua kerajaan.
Tuan putri Rose kesal dan cemburu melihat kedekatan Agniasri dan Arjuna. Saat melihat Arjuna yang sering bersama dengan Agniasri sekilas Tuan Putri Rose berpikir jahat, "Apa yang terjadi dengan hubungan kedekatan mereka jika aku merusak hubungan mereka nantinya?"
Perjalanan perdamaian antara Kerajaan Rosella dan Kerajaan Coelogyne Asperata berlanjut dengan pertemuan-pertemuan resmi dan perbincangan yang panjang. Meskipun Putri Rose berusaha keras untuk menjaga profesionalismenya, hatinya masih terbelah antara tugas resmi dan perasaan pribadinya.
Beberapa bulan kemudian, saat perbincangan terakhir tentang perjanjian perdamaian, Raja Arjuna dan Putri Rose duduk bersama. Perasaan Putri Rose semakin rumit, terjebak di antara cemburu, kagum, dan perasaan yang tidak bisa dia pungkiri.
__ADS_1
"Putri Rose, kami hampir mencapai perdamaian ini," ujar Raja Arjuna sambil tersenyum. "Terima kasih atas kerja kerasmu."Putri Rose tersenyum dan menjawab, "Terima kasih, Tuan Raja. Perdamaian ini sangat penting bagi kedua kerajaan."Raja Arjuna melihat langsung ke dalam mata Putri Rose, "Namun, aku tidak bisa tidak memperhatikan perasaanmu yang tersembunyi. Apakah ada sesuatu yang mengganggumu?"Putri Rose menghela nafas dalam-dalam, akhirnya memutuskan untuk jujur, "Tuan Raja, sejak pertama kali aku melihatmu berlatih pedang, aku merasa terpesona olehmu. Meskipun aku tahu bahwa kamu adalah suami dari Kaisar Agniasri, aku tidak bisa mengendalikan perasaan ini."Raja Arjuna terdiam sejenak, lalu berkata dengan tulus, "Putri Rose, aku merasa terhormat atas perasaanmu. Namun, kamu juga tahu bahwa aku adalah suami Kaisar Agniasri, dan aku sangat mencintainya. Perdamaian ini penting bagi kami semua, dan aku berharap kita bisa melanjutkan dengan baik."Putri Rose mengangguk dengan penuh pengertian, "Aku mengerti, Tuan Raja. Perdamaian harus menjadi prioritas kita."Dengan berat hati, mereka menyelesaikan perjanjian perdamaian, yang kemudian ditandatangani dengan penuh semangat oleh kedua belah pihak. Meskipun hati Putri Rose tetap terbelah, dia menyadari bahwa perdamaian antara kedua kerajaan adalah yang terpenting.Pertemuan berakhir, dan Putri Rose kembali ke Kerajaan Rosella dengan perasaan campuran.
"Yang Mulia, Seandainya saja anda bisa mengerti perasaan saya ini. bisakah anda sedikit saja melihat ku. Aku pasti akan mengingat nya dan membawanya bersama ku." pikir putri Rose
Putri Rose De Rosemell merasa hatinya semakin terombang-ambing dalam perasaan yang rumit. Meskipun dia telah mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Raja Arjuna, dia juga tahu bahwa perasaan ini tidak akan mendapat respon yang dia harapkan. Dalam kebingungannya, ia merasa terjebak dalam perasaan yang tidak bisa dia kendalikan.
Pada suatu pagi, pada tanggal 12 Januari dalam kalender kerajaan yang baru, Putri Rose memutuskan untuk mengambil langkah lebih jauh.
Dengan penuh semangat, dia mendekati Raja Arjuna dengan genit dan centil, mencoba untuk menghabiskan waktu bersamanya."Yang Mulia, tolong temani saya keliling istana ya," pintanya sembari menggandeng dan menarik tangan Arjuna.
Namun, Raja Arjuna merasa tidak nyaman dengan permintaan tersebut. Dalam hatinya, dia merasa bertanggung jawab kepada Kaisar Agniasri dan perasaan Putri Rose telah menjadi beban tambahan bagi dirinya. Dengan lembut, dia menolak, "Maafkan saya, Tuan Putri. Saya tidak bisa."
Putri Rose merasa kecewa, tetapi dia juga menyadari bahwa perasaannya tidak dapat mengubah fakta bahwa Raja Arjuna adalah suami dari Kaisar Agniasri.
Meskipun hatinya penuh dengan perasaan yang rumit, dia tahu bahwa perdamaian antara kedua kerajaan harus tetap menjadi prioritas utama.
__ADS_1