Antara Cinta Dan Dilema Hati

Antara Cinta Dan Dilema Hati
Eps. 24


__ADS_3

Malam harinya pesta perayaan di gelar dengan mewah banyak para bangsawan berpengaruh datang menghadiri nya, melihat keadaan disekitarnya ia teringat akan kejadian didalam novel aslinya.


“Seharusnya saat ini pasti Arjuna sedang berdansa dengan Nayaka.“ pikir Agniasri


Agniasri sedih dan gelisah karena suasana pesta sangat meriah membuat nya tidak nyaman. Karena tidak ada yang bisa ia lakukan Agniasri pergi ke balkon aula istana menenangkan diri menghirup udara segar.


Saat Agniasri menghirup udara segar ia dikejutkan dengan kedatangan Mahatma di balkon aula istana.


“Baginda ratu sedang apa sendirian disini?“ tanya Mahatma “Baginda tidak berdansa dengan Yang Mulia?.“


Agniasri diam ia tidak tahu ia harus menjawab apa karena Agniasri adalah tokoh antagonis ia tidak bisa lama berhubungan dengan si tokoh utama pria.


“Tidak.“


“Kalau begitu, jika diizinkan boleh kah saya berdansa dengan anda malam ini?.“ pinta Mahatma


“Meskipun Yang Mulia Ratu Agniasri sudah ada yang punya walaupun begitu aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hatinya.“ batin Mahatma


“Ya, boleh.“ jawab Agniasri


Disaat Mahatma akan mulai berdansa dengan Agniasri tiba-tiba saja Arjuna muncul dari jendela balkon.


“Tunggu, Duke Lavandula! Untuk dansa pertama nya yang berhak berdansa dengan nya adalah aku 'suami' nya.“ ujar Arjuna


Mendengar kata suami dari mulut Arjuna Mahatma merasa kesal demi rasa hormat nya pada teman masa kecil nya ia terpaksa mundur dari hadapan mereka berdua.


“Baiklah. Saya undur diri dulu Yang Mulia Ratu.“


“Kau tidak izin pamit pada ku?. tanya Arjuna menggoda Duke Mahatma


Mahatma menghela nafas panjang lalu, “baik. Saya izin undur diri Yang Mulia Raja.“ ujar Mahatma


Agniasri terkejut lalu ia pun bertanya, “kamu tidak berdansa dengan Nayaka Arjuna?.“ tanya Agniasri yang bingung akan kedatangan suaminya


“Untuk apa aku berdansa dengan Nayaka?.“ tanya Arjuna “Dan juga kenapa kamu sering menghindari aku Agniasri?.“


“Eh?. Bukankah seharusnya begitu Arjuna?.“ tanya Agniasri


“Apa maksud mu Agniasri?.“ tanya Arjuna


“Entah kenapa rasanya saya tidak pantas menjadi pendamping hidup mu, Arjuna .“ ujar


Arjuna terkejut mendengar nya, berulang ulang kali juga Arjuna bertanya pertanyaan yang sama kepada Agniasri.


“Apa maksud mu Agniasri, kenapa kamu tidak pantas untuk menjadi pendamping hidup ku?.“ tanya Arjuna

__ADS_1


Dengan jawaban yang sama pula Agniasri menjawab pertanyaan Agniasri.


“Entahlah. Saya tidak tahu.“ jawab Agniasri memalingkan pandangan nya


Ia ragu akan perasaan nya sendiri ia tidak tahu perasaan apa yang ia miliki pada tokoh utama pria.


“Istri ku, apa kamu masih ragu akan perasaan ku?.“ tanya Arjuna


Agniasri diam tidak menjawab ia terus diam dan terdiam.


Agniasri bertanya, “Arjuna kenapa sekarang kamu tidak berdansa dengan Nayaka di aula?.“


“Kenapa kamu bertanya begitu?.“ tanya Arjuna


“Kasihan kan dia, saat ini dia pasti sedang menunggu mu kalian kan saling mencintai.“ jawab Agniasri


Arjuna terkejut, mulutnya menganga lebar mendengar nya.


“Apa maksud mu kami saling mencintai Agni?!.“ tanya Arjuna


“Kalian kan sepasang kekasih.“


“Istri ku, kami tidak memiliki hubungan khusus apapun. Kami berdua hanya sekedar teman masa kecil saja. Kami juga hanya sekedar atasan dan bawahan.“ bantah


Arjuna menggenggam kedua tangan Agniasri


“Agni, kami tidak saling mencintai. Dihati kami berdua sudah orang yang kami sukai masing-masing.“ ketus Arjuna


“Masing-masing?.“ tanya Agniasri bingung


“Di hati Nayaka hanya ada Mahatma seorang dan dihati ku juga hanya ada kamu seorang wanita yang ku cintai didunia ini.“ jawab Arjuna


“Aku?.“ tanya Agniasri


“kenapa aku, apa yang kamu sukai dari ku Arjuna?.“


“Sejak mendiang Ratu terdahulu Ratu Kinanti istri pertama ku meninggalkan ku didunia ini aku sudah bertekad untuk tidak membuka hati ku pada siapapun, tapi semenjak kehadiran mu membuat dunia ku yang dulu gelap kini bersinar kembali. Kebahagiaan yang dulu hilang telah kembali lagi.“


Wajah Agniasri memerah ia terharu mendengar pernyataan Arjuna tentang nya.


Dengan nada sedih nan terharu Agniasri bertanya dengan pertanyaan yang sama pada Arjuna, “Lalu…hiks… apa yang kamu….


sukai… hiks…dari ku yang serba kekurangan ini?….“ tanya Agniasri sesenggukan


“Bagi ku kamu itu sangat sempurna Agni, sejak pertama kali bertemu dengan mu awalnya aku memang membenci mu istri ku, karena rumor buruk tentang mu aku sempat jijik dan enggan padamu tetapi saat pertama kali aku melihat keberanian mu melawan penjahat saat itu aku mulai sedikit tertarik padamu, aku kagum akan keberanian mu mencebur ke danau menyelamatkan putri Azalea, kagum akan kebiksanaan mu memerintah kekaisaran menghapus sistem perbudakan aku kagum akan jiwa sosial mu yang tinggi terhadap rakyat miskin. Sedikit ketertarikan ku padamu semakin lama semakin dalam tapi saat aku mendengar perjodohan mu dari ibu suri aku baru menyadari jikalau perasaan yang aku rasakan ini adalah perasaan cinta kepada lawan jenis.“ ujar Arjuna

__ADS_1


Agniasri terisak-isak mendengar jawaban Arjuna, perasaan cinta yang dulu ia ragukan kini sudah semakin jelas dan pasti.


“Sungguh?...“ tanya Agniasri


“Iya.“ jawab Arjuna


menganggukkan kepalanya


Pagi harinya setelah pesta


Selesai diselenggarakan Arjuna si tokoh utama mengajak Agniasri berkencan berdua dengan nya. Atas saran dari Riri dengan susah payah ia berhasil membujuk Agniasri berkencan.


Beberapa jam yang lalu Arjuna kepada perdana menteri Riri asisten pribadi nya terkait hubungan nya dengan Agniasri, ia meminta saran dari Riri di ruang kerja raja.


“Riri.“


“Ya?.“


“Apa ya yang harus aku lakukan agar istri ku bisa membuka hati nya lagi untuk ku?.“ tanya Arjuna


Mulut Riri ternganga lebar lalu ia bertanya, “apa, Yang Mulia Ratu belum membuka hati untuk anda paduka Raja?.“ tanya Riri


“Ya.“


“Anda bertanya apa yang harus dilakukan agar Yang Mulia Ratu bisa membuka hati nya untuk anda?.“ tanya Riri “apa selama ini Yang Mulia Ratu belum membuka hati nya?.“


“Ya, selama ini Agniasri mengira aku dan Nayaka itu sepasang kekasih yang saling mencintai, Riri.“ jawabnya


“Anda berdua harus kencan besok pagi! Paduka juga harus sering meluangkan waktu untuk Yang Mulia.“ ujar Riri


Lalu saat ini, saat sampai ditempat tujuan Arjuna bingung apa yang harus ia lakukan untuk menghilangkan suasana canggung diantara mereka berdua.


“Aduh…, bagaimana ini…?.“ pikir Arjuna”kenapa aku begini?.“ pikir batin Arjuna


“Apa ini?… Kenapa dia mendadak mengajak ku keluar?… Jangan bilang ini kencan?… Tidak, tidak mungkin.“ pikir Agniasri


Karena suasana diantara mereka terasa berat dan sunyi Arjuna memberanikan diri memulai pembicaraan.


“Cuaca nya cerah ya, ha-ha-ha…” ujar Arjuna


Wajah Agniasri memerah, “Eh, oh ya cuacanya cerah.“


Dengan gugup si tokoh utama menggandeng tangan istrinya, Agniasri terkejut melihat tangannya yang digandeng oleh nya.


Agar suasana kencan mereka berjalan lancar Arjuna menunjuk tangan nya ke sebuah kafe dipinggir jalan.

__ADS_1


Arjuna menunjuk jari nya ke arah kafe, “Agni, lihat itu! Ayo kita makan disana yok!.“ ajak Arjuna menarik tangan Agniasri


__ADS_2