Antara Cinta Dan Dilema Hati

Antara Cinta Dan Dilema Hati
Eps. 5


__ADS_3

Kini sudah tiga tahun mereka bersama sejak pertemuan pertama kalinya mereka di kota lilium saat acara festival musim panas.


Namun hingga saat ini sang tokoh utama pria masih belum bisa menerima fakta bahwa Agniasri masih belum jatuh cinta kepada nya.


Agniasri menatap sinis Raja Arjuna "Yang Mulia, kapan anda menandatangani kontrak kontrak ini ?" tanya Agniasri kepada Arjuna sambil menatap tajam sang tokoh utama pria


Raja Arjuna terkejut melihat Agniasri yang ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


Setelah Raja Arjuna berpikir panjang ia pun langsung setuju menandatangani kontrak kontrak tersebut.


"Bagus, dari kemarin dong anda menandatangani surat kontrak ini kenapa baru sekarang sih anda kan sudah lama tinggal di sini" ujar Agniasri sambil tersenyum lembut didepan Raja Arjuna


Di hati yang terdalam Raja ia tidak ingin menjalin hubungan dengan Agniasri hanya sekedar kontrak yang Raja Arjuna ingin kan adalah menjalin hubungan lebih dalam dengan Agniasri. Di dalam surat kontrak ia dan Agniasri menjalin hubungan tidak lebih dari setahun, yang Raja Arjuna ingin kan ia ingin menjalin hubungan lebih serius dengan Agniasri meskipun hanya hubungan kontrak Raja Arjuna tetap senang dan bahagia asalkan Raja Arjuna tetap bersama disisi Agniasri yang ia cintai.


Agniasri senang karena ia bisa menghindari akhir hidup nya, di dalam novel asli nya Antagonis Agniasri seharusnya sudah tinggal bersama dengan tokoh utama pria di kerajaan Coelogyne Asperata kini sudah berubah semenjak pertemuan pertama mereka di festival musim kota lilium.


Setelah pernikahan selesai digelar di dua negara Agniasri dan Azalea pindah ke kerajaan milik sang tokoh utama pria disana ia dan putrinya disambut dengan baik dan meriah "selamat datang Di Coelogyne Asperata Paduka Ratu dan Yang Mulia Tuan putri selamat datang rumah" ucap sambut dari para pelayan istana


"Apa kalian menyukai sambutan kami Agniasri, Azalea?" tanya Nareswara tersenyum melihat Agniasri


Raja Arjuna senang karena ia bisa bersama dengan sang pujaan hati meskipun hanya sebatas nikah kontrak.


"Ya, aku suka" jawab Agniasri


"Saya juga suka Yang Mulia" jawab Azalea sambil tersenyum hangat


Raja Arjuna menghela nafas lega "syukurlah" ucap Raja Arjuna


"Yang Mulia, bolehkah saya memanggil anda 'ayah' Yang Mulia?" tanya Azalea ragu ragu


Sebelum Adiwidya memanggil Azalea sebutan 'Ayah' Azalea bertanya lebih dulu kepada Raja Arjuna.


Agniasri terkejut ia tidak menyangka bahwa Azalea ragu memanggil Raja Arjuna sebutan Ayah.


Arjuna gembira karena Azalea mulai sedikit terbuka kepadanya Arjuna tersenyum ke arah Azalea " boleh" jawab Arjuna seraya mengelus kepala Azalea


"Kalau begitu kami pamit undur diri yang mulia" ucap agniasri dengan anggun


Arjuna tersenyum lembut " ya, silahkan beristirahat istri ku" ucap Arjuna dengan lembut sambil tersenyum lembut kepada agniasri


melihat Arjuna pipi nya memerah karena malu setelah itu ia langsung pergi ke kamar nya


Arjuna tertawa pelan "aku mencintaimu Agni" ucapnya dengan nada yang rendah

__ADS_1


"aku tidak salah dengar kan?" batin Agniasri


Dikamar yang sepi Agniasri memikirkan perkataan sang tokoh utama pria yang tidak ia utarakan pada nya. Dengan posisi duduk berantakan Agniasri bergumam "Apa benar ya yang dikatakan nya?" tanya Agniasri "mana mungkin kan Raja Arjuna mencintai sang tokoh antagonis seperti ku?" tanya Agniasri seraya menggaruk garuk kepala nya


"Ibu? Ibu sedang apa?" tanya Azalea "Apa ibu sakit?" tanya Azalea dengan raut wajah khawatirnya


Mendengar pertanyaan putri nya ia langsung bangkit dari tempat duduknya. Agniasri duduk disebelah putri nya "tidak sayang, ibu tidak sakit kok" jawab Agniasri sambil tersenyum lembut kepada putri nya


Aksaka menghela nafas lega "Syukur lah kalau ibu tidak sakit" ucap aksaka dengan wajah polos nya


Agniasri bangkit berdiri "sudah ya ibu mau memasak dulu untuk ayah kalian" ujar Agniasri


Setelah memasak di dapur Agniasri bergegas pergi menuju ruang kerja raja Arjuna diruang kerja sang tokoh utama pria ia tidak sengaja bertabrakan dengan tokoh utama pria kedua.


Agniasri terkejut seketika nampan makanan yang seharusnya ia berikan kepada sang tokoh utama pria jatuh ke lantai.


"Wajah itu, tidak salah lagi anda pasti duke muda yang rumor nya buruk itu kan" mata Agniasri bergetar ketakutan "oh, maaf kan saya" Agniasri berlari kencang ia takut hidupnya akan berakhir mengenaskan seperti dalam novel aslinya.


"Bagaimana ini?" gumam Agniasri "aku tidak mau berakhir begitu saja"


Dikamar nya Agniasri berpikir dan terus berpikir "bagaimana bisa aku bertemu dengan nya disini?" pikir Agniasri


"Sebisa mungkin aku harus baik baik dengan nya jangan sampai akhir hidup ku seperti di alur novel aslinya" pikirnya seraya membawa pensil tinta didepan nya


Didalam novel aslinya tokoh utama pria kedua memiliki rambut perak berkilau, pupil mata berwarna ungu yang sayu, kulit putih, tubuh kekar dan memiliki bekas luka cambukan di punggungnya. Tokoh Utama Pria Kedua tersebut ia bernama 'Mahatma Von Lavandula' putra tunggal dari Duke Lavandula yang terdahulu.


Saat ia sampai di dapur Agniasri tidak sengaja bertabrakan dengan tokoh utama pria kedua "aduh, maafkan saya" ucap Agniasri


"Tidak apa paduka ratu" jawab mahatma


Saat ia hendak berdiri Agniasri dibantu oleh mahatma "maaf paduka, sini biar saya bantu anda berdiri" ucap mahatma sambil membantu Agniasri yang kesulitan berdiri


"terimakasih tuan duke mahatma" ucap Agniasri sambil menundukkan badan dengan anggunnya


Mahatma mengangguk kan kepalanya lalu ia pergi dari hadapan Agniasri.


"hari ini aku masak apa ya?" tanya Agniasri


Tiba tiba saja Nareswara datang menjawab "masak sup kimchi saja" jawab nya


Agniasri teriak terkejut "kyaaa! Yang Mulia!" teriak Agniasri "jangan mengejutkan saya dong!"


"Maaf" ucap Raja Arjuna seraya menjewer kupingnya sendiri "maafkan aku ya, Agni"

__ADS_1


Agniasri langsung memegang tangan Raja Arjuna "Yang Mulia, iya saya maafkan tapi lain kali jangan begitu ya" pinta Agniasri


Mereka tidak tahu bahwa dibalik tembok Mahatma melihat mereka berdua


"Sepertinya hubungan mereka sangat harmonis" gumam Mahatma


Esok hari kemudian disebuah kebun sayur istana Mahatma datang menyapa Agniasri.


"Salam hormat bulan kerajaan" kata Mahatma menundukkan kepalanya dengan gagah


Demikian juga dengan Agniasri ia juga membalas salam Mahatma "salam hormat untuk panglima ksatria pelindung kerajaan" jawab Agniasri


"tuan duke ada urusan apa anda datang kemari?" tanya Agniasri


"saya datang kemari perdana menteri Riri memanggil anda berdua ke rapat istana sekalian saya mengucapkan selamat atas pernikahan anda dengan baginda raja paduka ratu" jawab Mahatma


Agniasri berkata "baiklah akan saya sampaikan dan terimakasih salam nya tuan duke" Agniasri bergegas pergi ke tempat tokoh utama pria berada


Di taman  kerajaan Agniasri dan Raja Arjuna sang tokoh utama pria bercanda ria bersama.


"hahaha, anda bisa saja Yang Mulia" tawa Agniasri sambil mengusap matanya


Melihat senyum Agniasri Arjuna merasa senang karena ia bisa menghabiskan waktu bersama setelah sekian lama, tetapi didalam hati Arjuna merasa tidak nyaman akan kedekatan Agniasri dengan duke muda dari Lavandula.


"Agni, bolehkah aku bertanya?" tanya Arjuna


"ya" jawab Agniasri


Meskipun Arjuna ragu tanpa pikir panjang lagi Arjuna langsung menanyakannya "akhir akhir kamu dekat sekali dengan Mahatma, apa kamu menyukai nya sebagai seorang pria? " tanya Arjuna


Seketika suasana menjadi hening Agniasri terkejut mendengar pertanyaan Arjuna "kenapa anda tiba tiba menanyakan itu Yang Mulia? " tanya kembali Agniasri


"jujur saja aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan nya" jawab Arjuna


Mendengar hal tersebut Agniasri berpikir apakah Arjuna punya perasaan padanya "Yang Mulia cemburu? " tanya Agniasri


Mendengar kata cemburu keluar dari mulut nya Arjuna merah merona "a-apa?" bantah Arjuna "si-siapa yang cemburu? "


"oke baiklah" ucap Agniasri


Didalam hati Agniasri ia juga punya sedikit perasaan kepada Arjuna karena merasa ragu akan perasaannya sendiri ia menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan nya.


"itu cemburu namanya" batin Agniasri

__ADS_1


Agniasri menggandeng tangan Arjuna dan berkata "Yang Mulia ayo kita pergi kesana!" ajak Agniasri gembira riang


Ia tidak tahu didalam hati Arjuna sebenarnya senang bahwa kini Agniasri mulai terbiasa akan kehadiran nya, Arjuna bertekad meluluhkan hati Agniasri.


__ADS_2