Antara Cinta Dan Kesedihan

Antara Cinta Dan Kesedihan
Episode 2


__ADS_3

Lama Cika menunggu sang pemilik kos mengambil kunci, ia merasa lelah dan mengantuk. Tanpa pikir panjang, ia terlelap di depan pintu kamar yang dipilihnya. Tidur di bawah dengan bersandar di koper yang ia bawa dari rumah. Cika sudah tak peduli dengan tempat di sekitarnya, yang terpenting ia memejamkan mata yang sudah tinggal beberapa watt lagi.


Hari menjelang malam, sang pemilik kos pun kembali ke dalam kosan dan menemui Cika. "isss kenapa tidur di sini nih bocah?" ucap sang pemilik kos yang lupa bahwa ia lah yang bikin anak barunya itu tertidur di lantai depan kamar kosnya.


"bangun woey, udah mau maghrib nih. Molor aja terus, dasar bocah tengil" bentak sang pria.


"hmmmmm.... apa sih yah, Cika masih ngantuk nih" ucap si gadis penghuni kos baru itu sambil mengigau karena lelahnya.


"astagaaa mana ngigo lagi nih bocah" decak sang pria.


Tanpa basa-basi, sang pria mengambil koper yang dijadikan sandaran tidur oleh Cika. Sontak ia terbangun dan hendak marah karena tidurnya terganggu. Namun ketika ia membuka mata, Cika terkejut karena di depannya bukanlah ayah yang sering membangunkannya dari tidur melainkan sang pemilik kosan.


"Astagaaaa, maafkan saya pak. Saya ketiduran di sini karena sangat lelah menunggu bapak mengambil kunci" ucap Cika dengan merasa bersalah.


"Udah salah pakai nyalahin orang. huh" Sang pria pun tak mau mengalah karena ia malu, akibat ulah isengnya itu lah menjadikan sang anak kosnya tertidur di lantai.


"kalau bukan bapak kos udah ku jitak tuh kepala" batin si Cika.


"Yauda nih kuncinya, cepet buka dan masukin barang-barangmu ke dalam. Ingat, JAGA KEBERSIHAN! " perintah sang pemilik kos.

__ADS_1


"Bawel amat sih nih bapak kos" gumam si Cika.


"Apa kamu bilang?" tanya pemilik kos.


"hehe gak apa-apa pak, cuma mau nanya nama bapak siapa aja kok. beneran deh" alih si Cika demi menyelamatkan diri dari omelan pria menyebalkan itu.


"Namaku Raditya, panggil aja Radit" ucap sang pemilik kos.


"Siap pak Radit" jawab Cika sambil membuka pintu kamarnya.


"Radit, gak pakai Pak!" tegas sang pria tersebut tepat ditelinga Cika.


"abis tua sih, ya aku panggil bapak aja. hahaha" ucap si Cika sambil nyelonong masuk ke kamar tanpa memperdulikan pak kosnya itu.


"pak Radit udah t u a hahahaha" ledeknya lagi kepada Radit.


"bocah sialan, awas aja kamu ya" ancam si Radit kepada Cika yang sedang sibuk memasukkan barang bawaannya.


"Bodo amat, emang gue pikiran. wekkk" ledek si Cika sambil membawa barang bawaannya yang terakhir lalu menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


Radit pun semakin geram dengan tingkah dan sikapnya Cika. Bagaimana tidak, ia yang berusia 27 tahun diledek oleh anak bau kencur.


"Baru kali ini aku punya anak kos yang menyebalkan" gumam Radit sambil berjalan kembali ke rumah utama.


Di dalam kamar kos. Cika sibuk menata barang bawaannya. Ia ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa ia bisa berubah tidak bar-bar dan jorok, karena perjanjian itu lah Cika diperbolehkan sekolah jauh dari orang tua. Bagaimana tidak, orang tua Cika tau bahwa anaknya sangatlah bar-bar. Jauh dari kata feminim layaknya anak gadis seusianya. Dari situ lah kedua orang tuanya mempunyai ide untuk merubah Cika menjadi sosok gadis feminim pada umumnya.


Tak terasa waktu semakin larut malam. Cika baru selesai menata barang-barang bawaannya dan merapikan kamarnya.


"Akhirnya selesai juga" gumam Cika.


"Ahh foto dulu lah, dikirim ke ayah sama ibu biar mereka tau kalau anaknya itu rajin dan mandiri" batin Cika sambil mengambil HP di atas nakas.


*cekrek


*cekrek


*cekrek


"Oke cukup. Semua sisi sudah terfoto dengan bagus. Tinggal kirim ke Ayah sama Ibu nih" ucap Cika.

__ADS_1


Cika mengirimkan gambar kamar yang telah ia rapikan dengan susah payah itu. Setelah mengirimkan gambar tersebut, ia merasa lelah lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur yang sangat empuk dan nyaman. Cika pun tertidur dengan pulas.


Jangan Lupa Like untuk Vote ya :)


__ADS_2