Antara Cinta Dan Kesedihan

Antara Cinta Dan Kesedihan
Kabur


__ADS_3

Pintu pun berhasil didobrak. Ayah dan Ibu segera masuk ke dalam kamar.


"Chika sayang, ayo bangun ini sudah malam. Ibu sudah masak makanan kesukaanmu nak" rayu ibu sambil duduk di pinggir ranjang. Namun tak ada respon dari balik selimut.


"Bu, kok tumben ya si Chika ini susah banguninnya. Biasanya dia tuh gampang banget kalau dibangunin"


"Mungkin karena dia lagi marah sama ibu, makanya dia susah dibanguninnya"


"Coba selimutnya ditarik bu, siapa tau dia bisa bangun. Kan kita jadi gampang banguninnya, tinggal tarik tuh hidung seperti biasa"


Lalu ibu membuka selimutnya.


Betapa terkejutnya mereka, karena di balik selimut itu bukan lah Chika melainkan guling yang ditutup selimut.


"Yah, dimana Chika yah? hiks" ibu mulai panik sambil meneteskan air matanya.


"Mungkin dia lagi di kamar mandi bu, kita liat aja dulu"


"Ayo yah kita liat ke sana" jalan dengan tergesa-gesa.


Tok.. tok.. tok..


"Chika, apa kamu sedang di dalam? Ini sudah waktunya makan malam nak"


Lama tak ada respon. "Yah, coba dibuka aja pintunya. Gak ada suara apapun dari dalam"


"Iya juga ya bu". Mereka mencari ke dalam kamar mandi namun nihil. Mereka langsung turun ke bawah, menanyakan kepada para pembantu yang ada di rumah. Mungkin saja ada yang tau kepergian Chika.


"Mbaaaakkk... Mbaaakkk... " lari menuju ke belakang area kamar pembantu. Ruangan itu tampak sepi, karena peraturan di rumah mereka kalau malam tidak boleh ramai meski bebas mau ngapain saja. Namun kebanyakan mereka lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar.


Tok.. tok.. tok..

__ADS_1


"Mbaaaak.. Mbak Nul.. Bukain pintunya mbak"


Mbak Nul yang sedang rebahan pun kaget karena mendengar suara sang majikan memanggil namanya tak seperti biasanya. Ia pun segera membukakan pintunya.


"Maaf nyonya lama, karena saya masih merapikan rambut."


"Iya gak apa-apa mbak. Maaf ya kalau saya ganggu malam-malam"


"Ada apa ya nyah kok sepertinya ada sesuatu?"


"Begini mbak, apa tadi liat Chika keluar rumah? karena di kamarnya gak ada."


"Apa? non Chika gak ada di kamarnya Nya?"


"Iya mbak, makanya saya nanya ke mbak Nul siapa tau ngelihat Chika keluar rumah tanpa sepengetahuan kami."


"Saya gak lihat non Chika keluar rumah Nya. Coba saya tanyakan ke Indun, siapa tau dia ngelihat non Chika keluar Nya. Atau tanya sama kang Asep, kan dia ada di depan gerbang"


"Ah iya benar, kita langsung tanya ke kang Asep aja kalau gitu mbak"


Mereka berdua berjalan dengan cepat ke depan. Ternyata ketika di depan, sudah ada ayah Chika yang menanyai keberadaan anaknya kepada kedua penjaga rumah itu.


"Ibu, ternyata kang Asep sama kang Dudun tadi emang tau Chika keluar. Dia bilang mau ke rumah temennya, tapi ke rumah siapa ya bu? Kok tumben sampai jam segini belum pulang. Biasanya orang tua mereka langsung mengantarkan ke rumah"


"Entah lah yah, ibu juga gak tau" jawab ibu dengan lemas.


"Ibu gak perlu cemas, besok kita cari Chika ke rumah teman-temannya. Sekarang sudah malam, gak pantas kita bertamu ke rumah orang jam segini. Mengganggu istirahat saja. Sebaiknya kita tidur, besok pagi kita cari ke rumah teman-temannya"


"Ibu belum ngantuk yah, ayah istirahat aja dulu. Ibu mau di depan tv aja"


"Setidaknya masuk lah ke dalam kamar, istirahatkan sejenak badan dan fikirannya bu. Hari ini terlalu menguras emosi dan kesabaran kita berdua. Ini cobaan buat kita. Percaya, dia pasti baik-baik saja di luar"

__ADS_1


"Ayah janji ya besok cari Chika?"


"Iya bu, ayah sudah suruh orang-orang kepercayaan kita untuk mencarinya. Tinggal kita cari ke rumah temannya besok pagi. Sekarang, mari kita tidur terlebih dahulu"


"Iya yah. Maafin ibu ya yah, karena ibu lah Chika kabur dari rumah. hiks"


"Sudah sudah, gak ada yang perlu dimaafkan. Ini sudah terjadi. Toh ibu belum menjelaskan tujuan ibu apa tidak membolehkan Chika sekolah di sana"


"Iya yah. Padahal ini juga demi kebaikans dia."


"Ya sudah ayo kita istirahat dahulu."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bantu Like, Komen, dan Vote ya :)


__ADS_2