
Entah seberapa rumit masalah yang dihadapi di perusahaan Sanjaya Corp itu hingga rapat tak kunjung selesai. Radit pun mulai tidak konsen karena ia sangat lapar. Sejak bangun tidur ia hanya meminum secangkir teh dan sebotol air mineral.
*krucuukkk
"Ah sial, mengapa perut ku tidak bisa diajak kompromi begini?" gumam kesal si Radit yang mengerutuki perutnya itu.
Papa Sanjaya pun mendengar bunyi keroncong protol anak sulungnya, karena berada tepat di sebelah Radit. "apa kamu lapar dit?" tanya sang papa sambil berbisik kepada Radit.
Radit pun menggaruk-garuk tengkuknya karena malu sang papa mendengar suara protes di dalam perutnya itu.
"hehehe iya pa" jawab Radit sambil cengengesan malu itu.
"Makanya cepet nikah, jangan kelamaan jadi bujang lapuk begini!" sindir sang papa.
"Boro-boro nikah, pacar aja kagak ada" batin si Radit.
Bagaimana bisa seorang anak Bungsu dari Sanjaya Corp yang terkenal tampan itu tidak punya kekasih? Ya, semua berawal sejak ia kuliah di Amerika. Radit yang memiliki kekasih sejak SMA kelas 1 itu terpaksa putus tanpa kabar. Kekasih yang sangat ia cintai itu menghilang sejak ia tinggal di Amerika. Radit yang tak tau alasan mengapa sang kekasihnya itu meninggalkannya, uring-uringan tidak jelas hinga 2 tahun lamanya. Sang mama yang tidak tega melihat kondisi Radit itu pun terpaksa membawanya kembali ke rumah untuk bekerja di perusahaan milik papanya.
Radit menolak karena ia tau bahwa dirinya masih belum siap untuk terjun ke perusahaan dengan kondisi psikisnya yang masih tidak stabil ini. Hingga pada akhirnya sang Mama membujuk Radit dengan memberikan rumah kos-kosan di suatu kota. Ya, kota itu tempat idaman Radit. Kota yang tak jauh dari tempat tinggal Sanjaya itu sangat sejuk. Membuat Radit betah untuk tinggal di sana. Sejak saat itu lah Radit bolak-balik dari kota B ke kota J hanya sekedar mengurusi pekerjaan di perusahaan papanya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian.
Hari menjelang sore. Rapat pun selesai dengan hasil yang membahagiakan. Sang papa dan para direksi yang berwenang sudah meninggalkan ruangan. Hanya Radit lah yang termuda di antara orang-orang itu. Ya, meski radit masih umur 27 tahun namun ia selalu cekatan dalam menangani permasalahan yang ada di perusahaan Sanjaya Corp itu. Selain itu, dia juga penerus perusahaan papanya.
"Akhirnya selesai juga nih masalah" ucap si Radit dengan puas. Ia pun berjalan keluar ke ruangannya mengambil barang-barang yang ia bawa tadi untuk dikemas dan pulang ke rumah.
"Gas, minta tolong bilangkan pada pak Dodit untuk menyiapkan mobilku" perintah Radit kepada sekertarisnya.
"Siap pak" jawab si Bagas sang sekertaris itu.
Tak lama kemudian setelah selesai mengemasi barang-barang bawaannya, Radit berjalan menuju loby karena mobil sudah disiapkan oleh pak Dodit. Radit memang tidak mau diberikan supir oleh mamanya, karena dia lebih suka kemana-mana sendiri dengan bebas.
*krucuuuuuk
"Ah sialan, aku lupa kalau belum makan" gumam Radit.
Dia pun berpikir mau makan apa yang sekiranya sejalan arah pulang. Menoleh ke kanan kiri sambil mencari makanan apa yang akan ia makan agar perutnya tak protes lagi.
Setelah sekian lama berpikir, Radit pun memutuskan makan di salah satu restoran junk food yang tak jauh dari rumahnya. Dia pun memarkirkan mobilnya lalu turun agar perutnya tidak kroncong protol.
__ADS_1
Saking terburu-burunya ia sampai tidak melihat ke depan dan menabrak seorang gadis SMA. Ya, siapa lagi kalau bukan Cika.
"Awww...sakit" rintih sang gadis.
Radit pun reflek meminta maaf kepada gadis itu tanpa melihat siapa yang ia tabrak.
"Maafkan saya dek, saya tadi keburu" ucapnya merasa bersalah.
Cika yang merasa tidak asing dengan suara itu pun langsung mendongak ke atas menatap pria itu.
"Isss.. makanya kalau jalan pakai mata!" ucapnya sebal setelah tau yang menabraknya itu si pria sok kecakepan.
Raditpun terkaget setelah tau yang ia tabrak ternyata si bocah tengil menyebalkan. "ah, kamu lagi. bisa gak sih kamu jangan ngikutin aku mulu! Jangan-jangan kamu naksir ya sama aku?" ucap radit dengan PD sambil menggoda dengan jail kepada Cika.
"Hah? Aku suka sama bapak-bapak? Jangan mimpi deh pak!" jawab Cika sambil berlalu pergi meninggalkan Radit.
Radit pun mematung mendengar cibiran dari gadis SMA itu. Baru kali ini ada cewek yang tidak suka padanya. Si gadis bau kencur yang bar-bar sangat membencinya. Padahal di luar sana banyak sekalia wanita-wanita cantik yang ia tolak.
Jangan Lupa Like untuk Vote ya :)
__ADS_1