Antara Cinta Dan Kesedihan

Antara Cinta Dan Kesedihan
Episode 5


__ADS_3

Tak mau mematung terlalu lama, Radit pun langsung memesan menu. Dilihatnya satu persatu menu mana yang akan ia pesan.


"Fire Chickennya dua ya mbak" ucap Radit kepada kasir. Ia sangat lapar sampai-sampai memesan makanan double padahal lagi sendiri.


Setelah membayar ia pun menunggu pesanannya sambil mencari tempat duduk yang kosong. Lama ia melihat di sekeliling tidak ada bangku kosong karena hari ini sangat rame. Hanya ada 1 bangku yang kosong di depan seorang gadis yang makan sendirian di ujung sana. Saking lamanya mencari, pesanan pun selesai. Terpaksa ia membawa makanannya ke arah bangku kosong depan gadis itu.


Seorang gadis yang duduk membelakangi Radit itu sedang asyik makan karena kelaparan sejak pagi belum makan. Ia duduk seorang diri tanpa ada yang menemaninya makan. Radit pun memberanikan diri meminta izin untuk duduk di depannya dikarenakan tempat sudah penuh.


"Maaf mbak, saya boleh duduk di depan situ?" ucap Radit meminta izin dengan nada tidak enak karena malu.


"Boleh, duduk aja lagi. Gak ada yang ngelarang" jawab sang gadis dengan sambil memakan makanannya sangat lahap.


Radit tertegun melihat seorang gadis makan dengan begitu lahapnya, tidak ada anggun-anggunnya ketika makan. Sangat jorok menurutnya. Tanpa pikir panjang, Radit pun duduk di bangku kosong itu.


Baru saja ia duduk. Radit menatap kaget sang gadis yang tak lain yaitu bocah tengil menyebalkan. Ya, anak kosan yang ia tabrak tadi masih berada di situ.


Cika masih asyik makan tanpa ia sadari yang di depannya itu bapak kos yang sok kecakepan yang selalu membuat naik darah setiap kali melihatnya.


"Kamu? Isss kenapa aku harus makan bareng bocah tengil ini coba" decak Radit dengan sebal.

__ADS_1


Seketika Cika menghentikan makannya dan menoleh ke arah suara itu.


"Ah. Bapak kos menyebalkan membuat selera makan ku hilang aja!" decak sebal Cika ketika tau yang berada di depannya itu bapak kos yang sok kePDan itu.


"Siapa juga yang minat makan sama kamu? kalau bukan karena rame, kagak bakal deh aku mau duduk di sini di depanmu." ucap Radit dengan tidak terima.


"Yauda pergi sono yang jauh pak, jangan makan di sini!" Gerutu Cika.


"Hello.. restoran sedang rame, mana ada tempat kosong selain di sini?" bela Radit tidak terima karena diusir oleh anak kosnya.


Cika pun melihat keadaan di sekitarnya, dengan terpaksa ia mengalah membiarkan sak bapak kos duduk di depannya.


Radit pun sebal mendengar Cika selalu memanggilnya Bapak. "Hei bocah tengil, jangan panggil aku bapak ya. Aku tuh masih muda. Enak aja dipanggil bapak. Emangnya aku Bapak mu apa?!" ucapnya dengan sebal karena tidak terima dengan panggilan gadis SMA kepadanya.


"Astagaaaaa.. nih, ngaca! Muka udah keliatan tua masih aja bilang muda" sindir Cika dengan menyodorkan cermin ke arah Radit.


Radit pun menoleh ke arah cika. "Terserah! Yang penting aku masih muda, bukan bapakmu juga!" jawabnya dengan ketus sambil memakan makanannya karena perutnya sudah semakin protes.


Cika terdiam melihat sang bapak kos memakan makanannya. Ia tertegun melihat Radit makan dengan rapi tanpa ada belepotan-belepotan meski sangat lahap. Cika pun mematung cukup lama tanpa ia sadari Radit mencuri-curi pandangannya.

__ADS_1


"Iya iya, aku tau aku cakep. Gak usah segitunya kali kalau ngeliat" Sindir Radit pada Cika yang sedang mematung melihatnya.


Cika pun yang tersadar langsung membalas. "Ah PD amat sih jadi orang!" Ucapnya sambil pergi karena hendak mencuci tangan.


Radit pun tersenyum puas karena telah mengerjai bocah bar-bar yang menyebalkan itu. Tak berapa lama, Cika kembali ke tempatnya mengambil tas miliknya karena ia hendak pulang ke kosan.


Setelah merapikan meja, ia pun memakai tas itu dan berdiri karena hari sudah menjelang malam. Cika harus segera pulang karena masih banyak tugas yang harus ia kerjakan. Namun naas, ketika Cika berdiri dan akan melangkah pergi itu dihentikan oleh tangan yang menarik tasnya. Siapa lagi kalau bukan ulah Radit.


"Ihh apa sih pak? Aku tuh mau pulang" ucap Cika dengan sebal.


"Udah, duduk sini. Pulang bareng aku, udah maghrib juga gak baik bocah SMA ngeluyur sendirian" ucap Radit.


"Isss.. Tapi pak.. " Ucap Cika dengan belum tuntas.


"Gak ada tapi-tapian. Duduk dan pulanglah bareng aku. Inget, jangan panggil pak! Panggil Radit!" Ucap Radit dengan tegas.


"Iya iya.. " Ucap Cika dengan pasrah.


Ia pun kembali duduk dengan tenang dan menunggu sang bapak kos makan bak sepasang kekasih yang sedang kencan berdua.

__ADS_1


Jangan Lupa Like untuk Vote ya :)


__ADS_2