
[DI DEPAN PINTU APART]
Lea memperhatikan Romy yang berjalan menjauh dari tempatnya berdiri, Romy sudah tidak terlihat lagi, Lea pun kembali masuk kemudian menyimpan bunga yang sedari tadi masih di pegang nya.
Setelah Romy pergi, apartment terasa sepi, Lea merebahkan badannya di sofa tempat Romy duduk tadi. Pandangan Lea menyebar ke seluruh ruangan, kejadian siang tadi masih sangat melekat di ingatan Lea.
"lupain, please lupain" Ucap Lea sambil memukul-mukul kepalanya.
Lea kemudian bangun, lalu berusaha menyibukkan diri dengan bersih-bersih apartment, berharap dengan kesibukannya dia bisa melupakan kejadian itu.
*Dimulai dengan mengelap barang-barang yang terlihat sudah berdebu*
Sedang asyik bersih-bersih tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
*TOK TOK TOK*.
Lea tidak merespon ketukan pintu itu, badannya seolah kaku, Lea di selimuti rasa takut.
Takut jika yang berada di luar pintu itu adalah lelaki yang sama yang melecehkannya di kantor tadi.
"sore, ini saya pengantar makanan"
Suara dari balik pintu.
Mendengar itu, Lea bergegas berjalan ke arah pintu sambil di liputi kebingungan karna Lea tidak memesan makanan.
*Membuka pintu*
"Maaf pak, tapi saya tidak pesan makanan"
Kata Lea kepada Bapak tsb.
"nama pengirimnya ini Shaga mbak"
jawab pengantar makanan.
"ohh kalo itu teman saya"
Kata Lea sambil membawa makanan yang telah di sodorkan kepadanya.
"ini ada titipan dari si pengirim"
Bapak tersebut memberikan kertas kepada Lea.
*mengambil kertas itu*
"makasih banyak pak"
"Sama-sama mbak, saya pergi dulu ya mbak"
"oh iya silahkan pak"
*Lea kembali masuk ke apart*
Langsung saja Lea membuka kertas yang di berikan bapak tadi.
"Romy bilang dia lupa ga beliin kamu makanan buat makan malam, jadi aku beliin ini buat kamu"
Setelah membaca isi kertas itu, Lea kemudian menyimpan makanan yang diberikan Shaga.
Karna hari sudah semakin gelap, Lea berniat mandi lalu lanjut sholat magrib dan isya.
..........
Singkat cerita
Lea selesai mandi.
*Kemudian langsung melaksanakan sholat*
Perasaan Lea sangat kacau, pikirannya dipenuhi dengan lelaki tadi. Meskipun ada 4 orang lelaki yang siap menjaganya, tetap saja mereka tidak bisa 24 jam bersama Lea.
Lea hanya bisa menangis di atas sajadah mengadukan segalanya kepada Allah, karna baginya itu adalah cara ampuh untuk membuatnya merasa tenang.
Setelah merasa tenang, Lea kemudian mengambil makanan yang dikirim Shaga sore tadi, dan langsung memakannya.
Selesai makan, Lea menuju kasurnya dan langsung berbaring dikasur dengan posisi menatap langit-langit.
Tidak terasa air matanya jatuh kembali.
"ya Allah.. mengapa Engkau begitu yakin dengan pundakku, padahal aku tidak sekuat itu"
Lea pun tertidur dalam keadaan menangis hingga ke esokan harinya.
[PAGI HARI]
Lea terbangung dan bergegas menuju kamar mandi, tepat di depan cermin, Lea melihat jika matanya sembab karna semalam menangis.
"Aduh mata malah sembab, pasti nanti Romy nanya"
Kata Lea sambil berlalu masuk ke kamar mandi.
*Waktu menunjukkan pukul 8*
*TOK TOK TOK*
Suara ketukan dari balik pintu.
Karna tau yang datang adalah Romy,
Lea pun langsung membuka pintu.
"pagi" sapa Romy dengan senyuman.
*Lea membalas sapa-an Romy dengan senyuman*
"pasti abis nangis semaleman"
"hari ini jangan nangis lagi ya, kita seneng-seneng pokoknya"
"ohiya, kamu punya sim card sama memory card?"
Tanya Romy.
"hah? ngapain kamu nanya itu" Tanya Lea kebingungan.
__ADS_1
"aku mau beliin kamu hp, jadi sekalian kamu bawa aja sim card nya biar nanti bisa langsung di pake"
"duh gausah, gausah.. aku gabutuh hp"
Lea menolak tawaran Romy.
"gabutuh gimana, kalo ada apa-apa sama kamu, kamu tinggal telpon kita. kamu butuh hp buat ngabarin kita"
Kata Romy menjelaskan.
Lea terdiam, menurutnya benar juga apa yang di jelaskan Romy. Lea pun bergegas masuk ke dalam apart untuk mengambil sim card dan memory card nya.
[DI DALAM MOBIL]
"disini ada taman yang ada danau nya, nanti kita makan disana aja sambil nikmatin pemandangan" Ucap Romy memulai obrolan.
"kamu aman? emang gaakan ada yang bakal ngenalin kamu disana?" Tanya Lea.
"Tenang aja, aku udah biasa keluar tanpa bodyguard. Aku bisa pake ini" Jawab Romy sambil menunjukkan topi dan masker.
"ohiya nanti malem ada acara kumpul-kumpul gitu, Justin suruh aku ajak kamu kesana. Kamu mau?"
"acara apa?" Tanya Lea.
"bukan acara resmi ko, ngobrol-ngobrol santai aja"
"hmmm gitu ya, yaudah aku ikut deh. Tapi pulang nya jangan kemaleman ya"
"siappp"
Romy kembali fokus mengendarai mobilnya, terlihat jalanan yang tidak terlalu padat, mungkin karna mereka pergi di hari orang-orang sedang bekerja.
Sedangkan Lea sedang asyik melihat-lihat ke samping jalan sambil mencari cafe yang sekiranya dekat dengan apartment nya, karna dia berniat untuk kembali bernyanyi di cafe agar punya penghasilan.
*Tidak terasa, merekapun telah sampai ke tujuan*
Romy Menggunakan topi dan masker kemudian langsung mengajak Lea keluar dari mobil.
"kamu mau makan apa? tuh liat ada banyak yang jualan" Tanya Romy.
"samain aja sama kamu" Jawab Lea.
"yaudah kamu duduk di kursi itu, aku beli makanan dulu" Ucap Romy sambil berlalu pergi.
Lea berjalan menuju tempat duduk yang di tunjuk Romy tadi, tempat yang pas menghadap ke danau.
Lea duduk di kursi itu, dia memejamkan matanya untuk merasakan semilir angin yang berhembus seolah mengusap-usap kulitnya.
"Lea"
Suara Romy mengagetkannya.
Lea pun membuka matanya, tampak Romy yang sudah berdiri di hadapannya.
"makan dulu yuk" Kata Romy.
Mereka berdua pun makan bersama sambil menikmati pemandangan danau yang indah.
*selesai makan*
"enak banget, ditambah pemandangan yang indah ini"
"Kamu suka tempat ini?"
*Lea mengangguk dengan senyuman ke arah Romy*
"makasih ya bunga nya, maaf kemarin aku ga sempet bilang makasih"
"kamu suka bunga nya? aku ga salah pilih bunga kan?"
"sebenernya aku suka semua bunga, cuma yang kemarin itu bunga Azalea"
"kamu tau jenis-jenis bunga?"
"ga semua sih, aku tau bunga Azalea karna itu namaku"
"ohh nama kamu Azalea, aku kira nama kamu Lea aja, ternyata itu nama panggilan doang ya. Kalo bunga yang satu lagi itu bunga apa?"
"bunga yang pas aku di jembatan itu? itu bunga Lily, nama adikku"
Lea mulai bercerita.
"ibu ku itu suka banget bunga, mangkannya nama anak-anaknya diambil dari nama bunga"
"nama itu cocok banget buat kamu, soalnya kamu itu seindah bunga" Ucap Romy sambil tersenyum.
Lea tersipu malu, tapi ia tidak ingin menunjukkan nya kepada Romy. Lea pun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"abis ini mau kemana?"
"kamu mau ke mall? atau nonton mungkin?"
"Ah ngapain ke mall"
"Ya siapa tau kamu mau beli baju, tas dll gitu?"
"kamu mau beliin?"
"tenang... semuanya aku yang bayar"
"boleh ga beli perlengkapan melukis?"
"hah? emangnya kamu melukis"
"Bisa dong, aku malah bisa masak, ngejahit, nyanyi dll"
"wihh paket lengkap nih" Sindir Romy kepada Lea.
"ibu bilang kalo ibu gabisa nguliahin aku, mangkannya ibu ajarin aku banyak skill biar aku tetep bisa berkembang. Ibu juga pernah bilang, segala hal yang bisa aku pelajari ya pelajari aja, ilmu ga selalu di dapat dari universitas"
"kamu pasti deket banget sama ibu ya" tanya Romy.
"banget, karna aku cuma punya ibu sama adik aja"
Lea terdiam sejenak, untuk menghela nafas.
__ADS_1
"tapi aku ga pernah nyangka kalo ibu dan Lily bakal ninggalin aku secepat ini"
"aku pernah denger katanya orang baik itu cepet dipanggil Tuhan" Kata Romy mencoba menghibur Lea.
*Lea menatap Romy sambil tersenyum*
Lea kemudian mengalihkan pembicaraan karna tidak mau mengingat ibu dan adiknya.
"ohiya gimana progress lagu kedua kamu?"
Raut wajah Romy yang semula tersenyum seketika berubah menjadi datar.
Lea yang menyadari perubahan raut wajah Romy pun bertanya.
"Kenapa? aku salah ngomong ya?"
Romy menggeleng tidak semangat.
"buat lagu kedua ini tiba-tiba semangat aku ilang"
"ko bisa?" tanya Lea keheranan.
"aku liat temen-temen aku yang baru rilis lagu langsung menang penghargaan, sedangkan lagu aku yang udah lama rilis sama sekali belum pernah menang" Ucap Romy menjelaskan.
Lea memegang wajah Romy yang tertunduk itu kemudian mengangkatnya dan menghadapkan wajahnya ke arah Lea sehingga mereka saling bertatapan.
"wajar kalo kamu pengen dapet penghargaan atas kerja keras kamu" Ucap Lea kemudian melepaskan tangannya dari wajah Romy.
"menurut kamu, lagu yang kamu buat itu pasti lagu terbaik kan? makna lagunya, musiknya, dan detail-detail lain di dalamnya"
Romy mengangguk tanda setuju.
"kalo menurut kamu itu bagus ya berarti lagu kamu itu emang bagus" Ucap Lea.
"tapi ko aku ga dapet penghargaan? padahal menurut aku lagu aku itu layak buat dapet penghargaan. Apa orang-orang ga suka sama aku ya?" Tanya Romy yang masih kebingungan.
"konyol banget" Ucap Lea sambil mencubit pipi Romy dengan lembut.
"kamu udah sampe di puncak kesuksesan gini kamu pikir karna apa? selain karna karya, ya itu karna dukungan dari orang-orang yang suka sama kamu" Sambung Lea.
"lebih tepatnya suka sama grup, bukan sama aku" Sanggah Romy.
Lea menghela nafas panjang.
"gimana kamu mau di hargai oranglain kalo kamu ga bisa ngehargain diri kamu sendiri? Penghargaan itu di mulai dari diri sendiri" Ucap Lea sambil meletakkan telunjuknya di dada Romy.
Romy hanya terdiam, dengan posisi yang masih menunduk, Romy berusaha menahan air matanya.
Lea membiarkan Romy yang masih terdiam itu, Lea pikir mungkin Romy sedang butuh waktu untuk memahami maksud dari yang ia sampaikan tadi.
Beberapa menit kemudian, Romy mulai berbicara dengan suara yang bergetar.
"aku baru sadar ternyata selama ini aku tidak menghargai diriku sendiri, aku malah sibuk menyalahkan diri sendiri, Padahal... tidak menang penghargaan bukan berarti aku melakukan kesalahan kan?"
Lea tersenyum, merasa bahagia karna akhirnya Romy mengerti apa yang hendak ia sampaikan.
"Bukan oranglain, bukan siapapun, tapi kamu yang harus jadi orang pertama yang mengapresiasi dirimu sendiri. Menang penghargaan itu adalah bonus, tapi jauh dari itu sebenarnya kamu udah menang. Anggap aja rilis nya lagu itu adalah sebuah kemenangan. Kamu menang melawan rasa malas, berhasil keluar dari zona nyaman dan masih banyak lagi.
Air mata yang semula akan menetes itu kini berganti dengan senyuman.
Romy merasa separuh beban yang ada di pundaknya seketika lenyap begitu saja.
Tanpa sadar saking bahagianya Romy hendak memeluk Lea yang sedari tadi berada di sampingnya.
Lea yang menyadari itu segera bangun dari duduknya untuk menghindari pelukan Romy.
"eitsss, interaksi kita hanya sebatas pegangan tangan aja" Kata Lea.
Romy yang sudah mengangkat tangannya itu kemudian langsung menurunkan tangannya, wajahnya memerah karna malu dan membuatnya salah tingkah.
Melihat tingkah Romy itu Lea pun tertawa keras dengan maksud mencairkan suasana agar Romy tidak malu kepadanya.
Romy pun ikut teratawa bersama Lea.
Tawa itupun berangsur-angsur berhenti, Romy kemudian berdiri dan mengucapkan terimakasih kepada Lea karna telah membuatnya bahagia hari ini.
"udah mulai panas nih, kita ke mall aja yu" Ajak Romy.
"ayo" Jawab Lea sambil berlalu pergi menuju mobil.
..........
Singkat cerita mereka telah sampai di Mall.
"kita gabisa lama disini, tempatnya rame banget" Ucap Romy sambil berjalan dengan cepat menuju counter untuk membeli ponsel, di ikuti Lea yang berjalan di belakangnya.
Tidak bisa berlama-lama disana, setelah membeli ponsel dan perlengkapan melukis merekapun segera kembali ke mobil.
*Romy membuka kan pintu mobil untuk Lea*
Lea masuk ke dalam mobil, di susul Romy yang segera masuk ke dalam mobil.
Romy menarik nafas panjang.
"aman" Ucap Romy.
"gini ya rasanya jadi artis" Kata Lea sambil memasang sabuk pengaman.
"berarti sekarang langsung ke tempat kumpul aja ya?" Tanya Romy.
"iya mau kemana lagi" Jawab Lea.
Romy melihat jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 4 sore.
"tempatnya lumayan jauh, sekitar 2 jam an jadi sampe sana udah mulai gelap"
"pas banget deh, nanti disana aku mau sholat dulu ya"
"boleh boleh"
Mobilpun mulai melaju dengan tenang.
Sepanjang perjalanan Lea hanya fokus melihat jalanan, hingga tanpa sadar Lea pun tertidur.
Melihat Lea yang sedang tertidur, Romy hanya tersenyum kemudian mengelus kepalanya. Lalu melanjutkan menyetir mobil.
__ADS_1