
Pernafasan nya kedalam setiap sel tubuh dan persendian agar gerakan dan kelincahan serta reflek gerakan serangan tombak lebih teratur tapi sakit dan kuat.
Merasakan kemajuan dari latihan nya kizashi pun berteriak berhasil dan semakin keras berlatih.
Ayakate yang melihat pun tersenyum dan berharap kalo kizashi tak mati gara gara herman butterflay efek.
Ayakate "Mungkin aku akan langaung menjodokan sasuke dengan sakura sajah ya, Agar sarada tetap lahir di dunia naruto ini" Ujar nya.
Untuk mat dai ayakate mungkin tidak terlalu agak kahwatir, Karna pada dasar nya mat dai sangat ahli dalam senam fisik atau kemampuan fisik tapi ayakate tetap membantu dengan memberi nya sedikit nasehat.
Ayakate "Mat dai" Ucap nya dan mat dai yang sedang pus up pun berdiri dan memberi hormat kepada ayakate.
Mat dai "Ada apa guru?" Tanyanya.
Ayakate "Dalam latihan ki kau harus inggat untuk, Mengumpulkam menyediakan dan mengunakan ki tersebut" Ujar nya dan mat dai pun bertanya.
Mat dai "Emang apa beda nya antara mengumpulkan dan menyediakan?" Tanya nya.
Ayakate "Mengumpulkan arti nya kau menabung nya dari saat kaga butuh sampai saat butuh, Sementara menyediakan adalah menyimpan nya setelah mengumpulkan agar kau bisa mengunakan nya secara langsung tanpa harus menabung nya dulu" Ucap nya dan mat dai pun mengaruk kepala nya dan berfikir lama.
Melihat nya pun ayakate hanya tersenyum dan menambahkan artian nya.
Ayakate "Inti nya untuk menguasai ki 100% Kau harus berteman dengan nya dan berlatih serta menghabiskan masa muda dengan nya" Ucap nya dan mat dai pun langsung mengerti dan mulai berlatih lebih keras.
Mat dai "Akan ku usahakan untuk berteman dengan ki guru dan hidup masa muda" Jawab nya dengan semangat.
Ayakate pun pergi meninggalkan mat dai dan pergi ke tempat latihan nya fugaku serta minato.
Saat ini minato dan fugaku sedang berlatih teknik pernafasan, Matahari dan Bulan.
Walau ayakate sempat bilang kalau teknik pernafasan ini sangat sulit karna teknik ini adalah pilar dari semua teknik pernafasan lain.
Bahkan selama ini belom ada yang berhasil mempelajari teknik pernafasan ini kecuali.
Madara, Ayakate, Dan izuna sajah.
Saat mendengar hal itu membuat tekad dari minato dan fugaku semakin bertambah semangat dalam latihan.
Ya walau sampai sekarang belom ada kemajuan, Ayakate yang melihat minato dan fugaku yang mulai agak sekeptia tentang latihan mereka.
Fugaku "Bagai mana minato, Apa kau sudah memiliku kemajuan?" Tanya nya.
Minato "Belom kau fugaku" Jawab nya.
__ADS_1
Fugaku hanya mengelengkan kepala nya, Melihat hal tersebut minato hanya duduk di tanah, Fugaku juga sama.
Minato "menurut mu apa kah ini sia sia" Tanya nya dan fugaku hanya diam.
Ayakate "Ini tak sia sia ko minato fugaku" Jawab nya dan langsung mengejutkan minato dan fugaku yang sedang rehat karna mendengar suara guru mereka secara tiba tiba.
Minato "Tapi guru di banding yang lain hanya kita berdua yang masih tersisa di tempat latihan ini" Ucap nya dan fugaku melanjutkan.
Fugaku "Bahkan mat dai dan sisa nya sudah berhasil menguasai teknik mereka dan pulang, Mungkin aku dan minto memang tak cocok untuk teknik pernafasan matahari dan bulan" Ujar nya dan minato juga menganguk setuju.
Ayakate yang mendengar keluhan kedua anak ini pun hanya tersenyum dan memdekat serta mengosok kepala mereka dan berbicara.
Ayakate "Minato kun, Fugaku kun, Apa kalian tahu apa yang membuat diri kaliam gagal" Tanya nya dan keduan pun kebingugan.
Ayakate "Itu karna kalian belum menerima jati diri kalian sendiri, Karna jika Seseorang yang mengampuni dirinya dan menerima jati dirinya, adalah orang yang kuat" Ucap nya dan melanjutkan.
Ayakate "Saat aku melihat minato kun dan fugaku kun, aku tahu kalian pasti mampu dan bisa menguasai nya tapi tentu itu bukan hal yang mudah bukan" Ucap nya dan minato serta fugaku menganguk karna menguasai teknik pernafasan bukan lah hal yang mudah.
Ayakate "Itulah mengapa kalian harus mampu menerima dan mengampuni diri kalian, fugaku kun, Kau adalah orang yang sangat pekerja keras dan tak menerima ada nya kelemahan karna kau adalah seorang uchiha kan"
Fugaku menganguk.
Ayakate "Minato kun tujuan mu menjadi kuat adalah agar kau mampu melindungi dan menjaga semua orang di sekitar mu kan" Minato memganguk.
Ayakate "Yaitu menerima dan mengampuni diri sendiri, Fugaku kun kau harus mampu mengampuni diri mu sendiri atas kelemahan mu dan coba lah untuk lebih mengandalkan orang di sekitar mu termasuk aku, Tanya lah jika kau tak tahu, dan istirahat lah jika kau lelah oke" Ujar nya dan fugaku kun memghela nafas dan menganguk.
Ayakate "Minato kun, kau harus menerima diri mu apa ada nya, Aku tau kau sedih dan meras tak berguna Tapi alasn adalah alasan dan kau harus mampu menerima diri mu sendiri minato ku" Ujar nya dan minato pun pura pura tak tahu dan bertanya dengan bergetar.
Minato "Apa..a maksud guru" Tanya nya
Ayakate "Aku bicara tentang orang tuan mu minato kun, Dan kau harus menerima keadan mu itu ,minato kun dan dengan begitu kau pasti bisa melangkah maju" Ucap nya dan minato pun hanya menganguk dengan mata berair dan ayakate pun memeluk minato dan berbicara.
Ayakate "Terimakasih karna telah menahan nya selama ini, Terimakasih karna tetap tersenyum dan bersemangat walau minato kun sedih dan kesepian" Ujar nya sambil membantu minato melepas semua rasa sedih nya.
Setelah beberapa menit minato pun kembali tenang dan berjanji akan merapikan rumah nya dan mengunjungi makam orang tua nya.
Ayakate "Minato kun jika kau merasa kesepian bagai mana kalau mencari pacar, Aku dengar ada seorang gadis dengan rambut merah yang akan masuk akademi nanti saat kelas dua" Ujar nya dan minato langsung merasa aneh.
Sebulan kemudian akhir nya minato dan fugaku berhasil menguasai teknik pernafasan.
Dimana minato berhasil memguasai teknik pernafasan bulan Dan fugaku matahari.
Melihat nya pun ayakate bangga dan langsung mengajak semua murid murid nya makan makan besar di hutan kematian.
__ADS_1
Choza "Guru makan nya banyak sekali" Ujar nya sambil melirik kesemua makanan yang tersedia.
Mulai dari hot pot, Nasi tumpeng, Gorengan bakwan tempe tahu, Ikan goreng pedas manis, Gudeg, dan Rendang.
Shikaku " hey choza air liur mu" Ujar nya.
Choza "Guru mari makan" choza tak peduli dengan perkatan shikaku dan malah bertanya pada ayaka8te.
Ayakate pun tersenyum dan berkata.
Ayakate "Semua jangan malu malu" Dengan kata kata ayakate semua pun mulai makan dengan cepat agar tak kehabisan oleh choza.
Choza "Hey sisakan untuk ku" Teriak nya karna tersingkir dari perang makan.
Malam hari kemudian makan makan selesai dan rata rata semua murid yang merayakan dengan ayakate membantu untuk membereskan semua hal.
Shikaku "Hey choza jangan malas dan bantu juga kami" Ujar nya tapi choza hanya tiduran di dekat pohon dengan malas.
Inoichi "Sudah lah shikaku, Mari kita cepat cepat beres nya" Jawab nya karna sudah malas untuk mengangu choza yang tidur karna kekenyangan.
Dan semua pun melanjutkan membereskan semua hal tapi tiba tiba mat dai bertanya.
Mat dai "Guru aku selalu inggin bertanya, Aliran teknik pernafasan apa yang kau kuasai?" Tanya nya.
Semua yang mendengar pun berhenti bergerak dan menatap ke arah mat dat dan terus ke arah ayakate.
Ayakate yang mendengar dan melihat rasa kepo semua murid nya pun tersenyum, berdiri dan mengambil sebatang kayu.
Ayakate "Semua perhatikan" Ucap nya dan ayakate pun melakukan gerakan.
ºTeknik Tarian Dewa api membaraº
Ayakate pun mulai menari dengan menutup mata nya seperti tarian ayah nya tanjiro.
Tiba tiba batang kayu yang di pegang ayakate pun mulai terbakar api hitam yang begitu membara tapi tak terasa panas.
Tarian ayakate berlangsung sekitar 10 menitan dengan gerakan yang indah tapi mencekam dan menakutkan tapi tetap sajah itu menawan.
Semua nya melihat penuh dengan kagum karna cahaya dari api hitam yang tampak menawan serta indah,
Bahkan choza yang tadi tertidur mulai bangun dan melihat juga dengan kagum.
Ayakate yang melihat semua nya terdiam melihat nya, Mulai merasa malu dan berbicara.
__ADS_1