
Sejujur nya hidup di konoha itu cukup mudah indah stabil dan luar biasa karna tingkat pertumbuhan ekonomi di konoha terbilang memumpuni di karnakan sistem ekonomi yang di buat madara dulu yang mampu membuat konoha menjadi satu satu nya desa ninja dengan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa stabil di antara negeri desa lain nya dan semua itu di sebab kan oleh pelaku usaha dagang luar konaha dan dalam konoha atau papapun itu di mana para petani juga yang selalu menyediakan bahan bahan bermutu untuk konoha atau pun di jual keluar konoha dan di karna kan itu tren jual dagang beli pun meroket sampai tu the moon di konoha inti nya orang orang di konoha mampu hidup lebih baik dan membeli barang dengan harga lebih murah di banding di luar konoha.
Beberapa lama kemudia sampai membeli sayur ikan dan komik membayar terus waktu nya pulang sungub hidup yang nikmat sama seperti yang selalu di katakan oleh para petuah yang juga mengambil kata kata "Walau kau tak sekaya damiyo dan sekuat hasirama tapi jika kau bisa sekali sajah bersukur maka hidup mu akan berwarna indah" Itu kata kata madara.
Berjalan pulang obito tidak segaja melihat kakasih lewat melalu jalur hutan di balik kios kios yang berjajar di tengah malam mengunakan hodie sendirian walau nya setiap kali obito bertemu kakasih maka obito akan kesal dan iri karna kejiniusan kakasih tapi kini hanya rasa kasihan terhadap kakasih.
Mengelengkan kepala nya obito kembali berjalan untuk pulanga melewati beberapa belokan dan tikungan obito terhenti karna mendengar suara seperti perkelahian merasa penasaran sedikit maju dan ke kiri terus menegok obito melihat sekelompok orang dewasa sedang memekuli seseorang di ujang sudut yang gelap.
Sedikit menyipitkan mata nya obito melihat bocah berdodie bukan itu kakasih tapi kenapa dia hanya diam saat di pukuli semakin berfikir semakin tak jelas dan obito inggat kalau rin pernah berkata kalau kakasih masih mengalami shoc gara gara kematian ayah dan tak bisa lepas dari masa lalu akan bayang bayang kematian ayah nya.
__ADS_1
Mengigat akan kata kata rin obito masih memperhatikan kakasih yang tengah di pukuli merasa kakasih benar benar menyerah akan kehidupan nya seolah olah menunggu kematian obito geram terus mendekat "Hey bisa kalian lepaskan orang payah tersebut" Kata nya dan ketiga orang dewasa yang memukuli kakasih menoleh ke obito.
Melihat obito yang memiliki lambang kipas merah putih ketiga nya tau kalau anak kecil di hadapan merupakan anggota caln uchiha dan menatap tajam "Hey nak pergilaj ini bukan urusan mu" Ujar nya dengan nada menghina ,Obito yang mendengar kata kata tersebut menyipitkan mata nya "Jika kalian terus memukuli orang payah tersebut akan mati dan kalian akan memasuki penjara" Ujar nya balil sambil menatap ketiga orang dewasa tersebut dengan lebih tajam.
Merasa terhina ketiga nya mulai kesal terhadao bocah uchiha sombong ini dan akan juga melampiaskan kekesalan mereka ke obito "Eheheh nak kau akan menyesal" Saat tinju salah satu orang dewasa akan mengenai obito tiba tiba ada benang yang langsung melilit tangan orang dewasa tersebut dengan kencang "Adu adu aduh siapa ini lepaskan" Ujar orang dewasa tersebut dan tiga anggota enbu dengan lambang kipas merah putih di topeng mereka "Sial enbu ucica"Melihat hal tersebut kedua nyamau melarikan diri tapi tiga enbu ucica lain nya muncul dan tanpa perlawanan ketiga orang dewasa tersebut di bawa ke kantor polisi.
Obito yang kesal berjongkok menatap kakasih memegang dagu dan membuka mulut kakasih terus secara paksa memasuka pil kedala mulut nya secara langsung sampai membuat kakasih terbatuk batu "Lihat ini kakasih si jenius yang kini menjadi idiot bodoh dan lemah" Hinaan obito langsung kepada kakasih yang membuat nya langsung berdiri karna merasa pil sudah mulai berkerja "Kakasih hehehe kini yang ada hanya pembunuh" Uajr kakasih dengan dingin dan mulai berjalan.
Melihat hal tersebut obito semakin gram dan berdiri "Itu benar dan aku yakin tuan taring putih pasti bahagia melihat anak satu satu nya hidup" Sarkas obito dan kakasih langsung berhenti berjalan balil dan menatap tajam obito ,Obito yang di tatap tersenyum "Dan kau tau apa yang luar biasa kini anak satu satu nya hanya bisa lari tanpa tau apa maksud dari peningalan sang taring putih" Ujar obito yang langaung membuat kakasih melihat obito dengan tatapan membunuh "Jangan bicara seolah olah tau perasan ku" Ucap kakasih dengan nada dinggin.
__ADS_1
Obito menatap tajam juga dan bicara dengan nada menghina "Oh perasan apa di tinggal orang tua atau perasan gagal menerima kenyatan payah" kakaaih yiba tiba memancarkan niat membunuh dan obito juga tak takut meksipun perbandingan nya 1 obito dan 10 kakasoh tapi obito tak merasa khawatir karna dia punya sarung tangan virbarnium.
Kakasih "Sudah ku bilang obito kau tak paham" Obito mengangkat alis nya dan bicara "Apa yang ku tak paham ayah payah mu atau diri payah mu itu" Mendengar sekali lagih nama ayah nya di singung kakasih marah dan bergerak kearah obito tentu sajah kakasih tak akan serius katna kakasih hanya akan mengertak obito tapi yang tak dia duga adalah obito menepuk tangan nya dan berpose siaga akan serangan kakasih.
Sedikit terkejut dan terpana kakasih juga langsubg memukul kearah obito tapi di tangkis pukul lagih tanglis lagih pukul lagih tangkis lagi dan kakasih mulai merasa kesal dan akan mengunakan teknik penganti tubuh tapi obito tau apa yang akan di lakulan kakasih dan langsung melontarkan gelombang kejut kearah kakasih dengan jari jari tangan kiri mengosok sarung tangan virbarnium dengan halus ke arah kakasih dan >Duumm< Kakasih terhepas kebelakang oleh serangan obito sampai pingsan.
Obito yang melihat kakasih tergeletak di tanah pun mendekat dengan waspada tapi >Suara perut keroncongan< menepuk jidat nya sediri "Astaga kukira kenapa serangan dan tindakan kakasih tadi sangat lemah ternyata dia lapar dan btw sudah berapa lama kau tak makan" Ucap obito tapi kakasih tak menangapi merasa ini mulai semakin aneh obito pun mengendong kakasih untuk kerumah nya.
Setelah berhasil menempati kakasih di pungung nya obito pun langsung berjalan.
__ADS_1