
Saatnya tiba di acara jurit malam dimana setiap orang pergi dengan kelompknya untuk mencari jejak yang yang sudah di siapkan oleh panitia.
" saatnya kita jalanin misi kita, jangan sampai ada yang curiga" bisik sandra pada teman - temannya. Dia dan kedua temannya itu sudah merencanakan untuk memberi pelajaran pada alluna. Untuk kelompok mereka cuma alluna yang kelas 2 membuat gadis tersebut tidak memiliki teman.
Di tengah - tengah acara saat alluna sedang mencoba menjalankan misi dari panitia kemping tiba- tiba dia kehilang jejak temannya itu, padahal mereka di perintahkan untuk selalu berada dalam tim masing - masing. Semakin alluna melangkah semakin kedalam dia menyusuri hutan tersebut.
Sudah hampir dua jam luna berada di hutan sendirian dan malam pun semakin larut, dia yang ketakutan hanya bisa menangis. Yang dia butuhkan saat ini cuman mommy dan daddy nya.
" Tuhan luna takut, luna gak tau harus gimana lagi. Disini gelap sekali...hikksss,, hikkkss. Mau mommy dan daddy". tangisnya.
Settf,,,seettt
" ahkkk mommy luna takut," alluna yang kaget gak sengaja melempar senternya itu. Membuat senternya jatuh dan gak bisa nyala kembali. karena sudah gak tau mau ngapain lagi sementara gak ada penerangan di situ alluna pun pasrah. Ditekunya lutut dan membenam kan kepalanya.
.
.
.
Sementara di tempat perkemahan para siswa, mereka sudah berencana mau istirahat malam setelah lelah meleksanakan kegiatan hari ini. Paniti juga gak terlalu memperhatikan setiap group dan tidak ada satupun yang berinisiatif memeriksa kelengkapan tim. Galaxi yang sudah mau terlelap pun langsung bangun karena tiba- tiba teringat dengan bocil manja kesayangannya, dan disitu baru dia menyadari kalau dia tidak melihat gadis tersebut setelah dari kegitan jurit malam.
" kenapa gal" tanya bastian kaget. Gimana gak kaget tiba - tiba galaxi bangun dengan serempak dari tidurnya itu. Membuat orang takut saja
" apa kalian melihat alluna, setelah dari jurit malam tadi kayaknya alluna gak ada" kata galaxi pada teman- temannya itu
" astaga. Iya gal gue gak lihat alluna setelah pulang dari sana tadi. Apa alluna hilang?"
Mendengar itu galaxi pun berdiri dan mengambil senternya. Dia akan mencoba melihat alluna di tendannya itu. Sesampainya di tenda mereka, saat galaxi berniat membangunkan mereka tiba - tiba galaxi mendengar percakapan antara sandra dan kedua sahabatnya itu.
" e alluna masih hidup gak ya?" tanya dea, entah kenapa dia merasa takut jika nanti ketahuan kalau hilangnya alluna itu campur tangan mereka. Mereka sudah memutar arah yang sudah di siapkan panitia sehingga alluna semakin masuk kedalam hutan.
" tentu. Gadis itu gak lemah seperti yang kita pikirkan, tapi pastinya dia sangat ketakutan sekarang karena sendirian di dalam hutan. Ahahahba" jawab sandra sambil tertawa bahagia. Galaxi yang mendengarkannya menggepalkan tangannya, dia benar- benar gak becus kenapa sampai gak bisa menjaga alluna " cil maafkan gue, gue belum bisa jagain elo. Semoga elo baik- baik saja." kata galaxi dalam hatinya
" sandra keluar kalian" perinta galaxi
" apa galaxi mendengar pembicaraan
__ADS_1
kita" tanya sandra pada kedua sahabatnya itu
" gak mungkin deh, gue gak yakin." jawab maya
" gue bilang lo bertiga keluar" perintah galaxi yang sudah tersulut emosinya.
Sedangkan siswa - siswi yang lain pun keluar dari tenda mereka saat galaxi berteriak. Karena tumben aja gitu ketua osis mereka yang super cool tiba- tiba menunjukan sisi lainnya yaitu kalau marah benar-benar seperti itu.
" kak rendi ini ada apa kenapa kak gala berteriak gitu" tanya bela kepada sang kekasih
" saya apa kamu melihat alluna setelah pulang jurit malam tadi?" bukannya menjawab rendi malah bertanya balik padanya.
" nggak sih kak, bela gak mem.... Jangan bilang alluna hilang" tanya bela
" iya sayang" jawab rendi
Bela yang mendengar sahabatnya hilang langsung berlari ke tendanya dan membangunkan intan
" ntan,,, intan bagun alluna hilang" kata bela membangunkan intan sambil menangis.
sedangkan di sisi galaxi dia benar - benar gak habis pikir dengan sandra dan teman - temannya itu. Bisanya mereka meninggalkan alluna di tengah hutan dan memutar balik arah yang di tetapkan panitia.
" katakan dimana kalian tinggalin alluna hah, gue gak habis pikir sama jalan pikiran elo bertiga. Kalau sampai terjadi apa- apa dengan dia kalian akan berurusan dengan gue." setelah itu galaxi pun pergi mencari alluna sendiri di tengah hutan itu. Sedangkan murid - murid yang lain takut melihat galaxi marah.
" untuk semua laki- laki kita berkelompok mencari alluna , yang cewe silakan kembali ke tenda masing - masing." kata bastian yang selaku ketua panitia disana.
" kak kita mau ikut, pokonya gak mau tau gue dan intan harus ikut mencari luna" kata bela sambil menangis. Mereka merasa benar - benar tidak berguna sebagai sahabat.
" pokonya elo harus baik - baik saja lun, gue merasa gak berguna sebagai sahabat lo. Gue gak bisa jagain elo" ucap intan dalam hati
" allunaaa"....
" luna elo dimana luna"...
" bocilll ini kak gala, kamu dimana,"
Allunaaa....
__ADS_1
" elo dimana cil. Jangan gini, kalau elo masih marah sama gue elo boleh marahin gue atau lo pukul pun boleh tapi jangan ngilang gini. " ucap galaxi dalam hati. Dia gak nyangka hati nya benar- benar sakit.
" bocillllll....elo dimana cilll"
Sementara di sisi alluna yang mendengar suara galaxi dia benar- benar merasa ada harapan untuk bangun lagi. karena saking takut dan gelapnya tadi dia gak melihat kalau ada batu besar di depannya membuat gadis tersebut jatuh dan kepalanya terbentur batu.
" kak gala? benar itu suaranya kak gala. Dia datang nyariin luna" katanya
" kak gala luna ada disini"
" bocil itu elo kan? Elo dimana?"
"Luna ada di balik batul ini kak gala senter luna hilang hikkkss hikkss" katanya sambil menangis
setelah itu galaxi pun mencari keberadaan alluna dengan berpatokan pada batu besar.
" cil elo dimana cil. Gue udah di balik batu" tapi gak ada jawaban dari alluna.
" gal elo sudah dapat. Tanda - tanda alluna dimana gak" tanya rendi serta rombongannya
" katanya tadi dia berada di balik batu besar sementara batu yang disini cuma ini."
" yaudah kita coba cari keliling batu ini" kata bela
" allunanya udah ketemu. Astaga banyak sekali darah" kata salah seorang yang datang bersama rombongan rendi tadi. Mereka pun lari ke arah timur batu tersebut dan betapa shock nya
Mereka melihat alluna yang sudah tidak sadarkan diri dengan banyaknya darah yang mengalir dari dahinya dan masih banyak lagi luka pada tubuh gadis tersebut, Mungkin karena gak ada penerangan tadi membuat dia jatuh saat mencari jalan.
galaxi yang melihat gadis tersebut datang dan menariknya kedalam dekapannya.
" dasar bocil manja, Sudah gue bilang hati- hati. Kenapa elo gak bisa jaga diri hah, kenapa juga banyak sekali luka disini" omelnya sambil menangis mendekap gadis tersebut.
Setelah itu mereka membawanya pergi dari situ dan mencari puskesmas yang terdekat dari lokasi kemping mereka.
" gue gak mau tau. Pokonya elo harus baik- baik saja, setelah elo sadar kaka ada kejutan buat elo" bisiknya di telinga alluna. Sementara teman - temannya yang lain di buat melonggo. Untuk pertama kalinya mereka melihat seorang galaxi menangis sedangkan bela dan intan di buat jengkel karena tidak di izinkan galaxi untuk memeluk sahabat mereka.
BERSAMBUNG.......
__ADS_1