Apple In My Eyes

Apple In My Eyes
Arti Sahabat


__ADS_3

Tadi setelah berburu bakso dengan bastian di taman, intan pergi ke rumah alluna dan di antar oleh bastian. Mereka tidak satu mobil karena bastian dengan motor dan intan dengan mobilnya.


" Tumben elo mau nginap gak kabarin dulu, seragam lo jga nggak elo bawah" tanya alluna bingung melihat sahabatnya yang gak seperti biasanya.


" Kan seragam lo banyak apa susahnya" jawab intan enteng


" Elo minggat dari rumah ya? Kenapa di introgasi lagi ? Emang elo buat masalah ape sih?" tebak alluna


" Enak aja. Sejak kapan gue suka buat masalah, gue gak seperti elo dan teman lo bela"


" Dihhh songong loh"


Setelah itu mereka pun sibuk dengan handphone masing - masing. Beginilah persahabatan mereka gak ada jaim - jaim nya pada orang rumah, karena mommy tiara selalu menyuruh mereka untuk bersikap layaknya di rumah sendiri.


" Ihhh sebel deh"


" Kenapa lagi lluna" tanya intan


" Ka gala gak balas chat gue tau gak? Hufff"


Diambilnya handphone alluna dan melihat spam chat yang di kirim oleh alluna ke nomor galaxi tapi gak ada satu pun yang di balas. Jangankan di balas di lihat saja nggak padahal statusnya online. intan jadi kasihan sama sahabatnya ini.


" lagian elo lun kalau udah gak di anggap berarti tandanya elo gak penting buat dia. gue pernah baca postingan yang lewat di beranda gue kemarin katanya cowok itu realistis kalau usahamu gak di perhatikan berarti bukan kamu orangnya. Jadi gue harap elo berhenti nyakitin diri elo sendiri" kata intan menceramahi sahabatnya itu


" elo sok putis banget ntan, gak seru ah. Sejak kapan otak lo berfungsi?" tanya alluna sambil tertawa ngejek. Walaupun di dalam hatinya dia membenarkan apa yang di katakan oleh intan, tetapi dia gak akan menyerah sampai gakaxi menjadi pacarnya. Sedangkan intan yang mendengar jawaban alluna membuatnya kesal setengah hidup.


Setelah itu alluna pun mulai merasa ngantuk, karena chat nya yang gak di hiraukan oleh galaxi, dia pun menyerah dan menarik selimutnya untuk tidur.


Tiba-tiba ditengah malam alluna mendengar orang menangis, dia yang masing belum sadar betul dan masing linglung sudah berpikir yang gak-nggak.


" siapa yang nangis? Apa di kamar gue ada hantu? Banggun gak ya?"

__ADS_1


kira- kira seperti itulah ucapannya di dalam hati. Dia lupa kalau, dia gak sendiri di kamar ini. Alluna pun mengumpul keberaniannya untuk mengintip dan dia pun kaget karena melihat intan menangis dan baru sadar kalau intan memang menginap di rumahnya.


" Kalau ada masalah elo bisa ceritain ke gue. Tapi gue gak bisa maksain elo. Cukup elo kasih tau kita kalau elo lagi ada masalah dan kita akan selalu ada di samping elo. Elo gak sendiri kok" kata alluna sambil memeluk sahabatnya itu dari samping. Intan pun membalas pelukan alluna dan menangis dalam pelukan sahabat baiknya itu.


" Maaf gue belum bisa ceritain ke kalian berdua"


" Iya ngapapa. Dengan elo datang dan menangis di pelukan gue saja udah menunjukan kalau elo ngehargai persahabatan kita dan gue bisa tau kalau elo memang membutuhkan gue sebagai sahabat elo" jawab alluna.


Dia tidak akan memaksa intan untuk menceritakan masalahnya dan mungkin saja itu privasi, tentang keluarga misalnya.


" Jadi ini alasan lo tadi datang tapi gak kabarin dulu dan gak bawah seragam?" tanya aluna sambil menyeka air mata yang berada di pipi sahabatnya itu


" Hmmmm" jawab ingan sambil memeluk alluna lagi.


" Nelpon bela dong suruh kesini, gue lagi butuh lo berdua"


" Tapi ini sudah jam satu malam ntan, itu bocah pasti sedang asik di alam mimpinya" bukannya gak mau, tapi alluna memikirkan bela, gak mungkin dia datang malam-malam begini dan rumah mereka sangat jauh.


" Yaudah gue coba dehh" kata alluna yang melihat muka cemberut intan.


Sementara di ruhmahnya bela ternyata masih melek. Saat ini dia sedang telponan sama seseorang yang author sendiri juga gak tau siapa. Tapi yang pastinnya mereka sedang PDKT dan tidak diketahui oleh teman - temannya.


" Kak maaf ya aku mau jawab telponnya alluna dulu, tumben dia hubungi aku jam - jam segini." kata bela meminta izin pada cowok tersebut buat menjawab panggilan alluna terlebih dahulu.


" Iya gakpapa. Nanti kalau udah selesai kabarin ya"


" Iya kak. Bela matiin telponnya ya". Setelah itu bela pun memutus panggilan tersebut.


" Bel elo lagi telponan sama siapa sih malam- malam gini. Jangan bilang elo ada pacar tapi gak kasih tau kita?" baru juga dia mengangkat telponannya dia sudah mendengar pertanyaan alluna yang beruntun.


Kenapa itu anak belum tidur sampai jam segini karena diantara mereka bertiga alluna yang memiliki hobby tidur. Dan jam tidurnya itu jam sepuluh tapi kenapa sekarang masih melek?

__ADS_1


" Elo kok belum tidur lun, ini udah jam satu tau. Sana bobo!"


" Elo kesini dong bel! Intan juga ada di rumah gue!"


" Gila. Elo suruh gue ke rumah elo jam- jam segini bel? Ngapain, lagian kenapa gak telpon gue dari tadi. Btw tumben intan nginap di rumah elo tapi gak ngajak - ngajak gue".


" Dia lagi ada masalah. Gue aja tadi kaget pas dia datang karena gak di kabarin terlebih dahulu"


Disaat alluna sedang asik ngobrol dengan bela di lihatnya ternyata intan sudah terlelap di pahanya. Alluna pun hanya bisa menarik nafas pelan, dia kalau bangun di tengah malam seperti ini nanti gak akan bisa tidur lagi.


" Jadi gue kesana sekarang nih" tanya bela di seberang


" Yaudah gak usah bel, anaknya juga udah tidur"


Setelah itu sambungan telponnya selesai dan alluna pun mencoba memperbaiki posisi tidur intan.


" Hufff ngapain ya, mana gak bisa tidur lagi" gumam alluna sambil mengecek hp nya dan terlihat satu balasan dari galaxi.


Iya.


Dari semua pesan yang di kirim alluna tadi jawabannya cuma iya. Gak ada yang lain dan baru di balas setelah empat atau lima jam, padahal saat alluna chat statusnya online.


" gue berlebihan gak ya?" tanya alluna pada diri sendiri.


" Gue telalu mencintai seseorang sampai gue lupa untuk mencintai diri gue sendiri" tidak alluna sadari air matanya sudah menetes membasahi pipi.


"ini lebih sakit dari yang gue kira,,,,,,okayyy coba sekali lagi lunn kalau memang nggak di respon maka berhentilah. Cinta gak bisa di paksakan".


setelah itu alluna hanya mengscrool handphone miliknya sampai jam setengah lima dia baru merasa ngantuk. Dia pun langsung tidur walaupun sebentar. Memang begitulah alluna, dia jarang dan hampir tidak pernah bangun tengah malam sebab sekalinya bangun dia gak akan bisa tidur lagi.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


Jangan lupa di like, komen, votedan juga ikuti author ya guys♥️


__ADS_2