
Semenjak kejadian di sekolah tadi alluna selalu mengikuti kemana galaxi pergi dengan alih meminta pertanggung jawaban, karena sudah menciumnya. Seperti saat ini alluna dan kedua sahabatnya berada di depan pintu rumah keluarga mahendra, setelah tadi menguntit mobil galaxi dari belakang.
" Lun, beneran nih kita masuk" tanya intan ragu
" Iya dong. Kita hari harus kenalan sama mertua gue"
" Elo kaya perempuan murahan tau gak lun datang-datang ke rumah orang minta pertanggung jawaban, padahal yang salah elo. Sumpah gue baru nyadar ternyata elo benaran ke cacing kegatelan tau gak" kata bela mencibir
" Emang ada ya cacing kegatelan?" tanya alluna dan intan bersamaan
" iya lo berdua" jawab bela. Dia masih kesel dengan alluna
" Belum juga keterima lo lun,, lagian kita belum tau orang tuanya ka galaxi itu seperti apa. Gimana kalau kita di usir?" kata bela.
Sumpah mereka sebenarnya gak mau ikut alluna tetapi tidak tega juga kalau nih anak datang sendiri karena biar bagaimana pun mereka adalah sahabat. Sementara mereka sedang menerka-nerka tentang reaksi kedua orang tuanya galaxi tiba-tiba pintu rumah kebuka dari dalam.
" Astaga" kaget orang tersebut, sementara alluna bersama kedua temannya itu hanya bisa nyengir
" Maaf non, temannya tuan muda yah? Kok berdiri disini kenapa gak langsung masuk aja" ya orang itu adalah bi ines. kepala asisten rumah gangga keluarga mahendra dan pengasuh gala sejak kecil. Dia sangat kaget melihat mereka, karena selama ini galaxi jarang mengajak teman-temannya datang kerumah kecuali rendi dan bastian.
" Hallo bibi kenalkan aku alluna" kata alluna memperkenalkan diri. Tidak lupa memasang senyum manisnya.
" stttt kalian juga harus memperkenalkan diri jangan lupa senyum, kita harus mengambil hati semua orang di sini" perintah alluna. Sedangkan bi ines yang mendengar pun di buat bingung.
" Hallo bibi saya intan dan ini namanya bela, kami sahabatnya alluna"
" Hallo non. Lenalkan saya ines kepala asisten rumah tangga disini"
" Ayo masuk non saya anter kedalam"
" Terima kasih bi" jawab mereka serempak
Terlihat di meja makan ada galaxi bersama dengan kedua orang tuanya sedang makan siang bersama
" Lun gue takut nih gimana kalau kita di usir" tanya bela
" Gue juga takut tau"
" Tuan nyonya maaf mengganggu. Ini ada temannya tuan muda yang datang nyariin" kata bi ines sementara alluna bersama kedua sahabatnya berbaris di belakang bi ines agat tidak kelihatan.
" Siapa bi" tanya galaxi
" Kita nggak nyari ka gala bi, tapi calon mertuaku" bisik alluna dari belakang
" Hah calon mertua?" tanya bi ines bingung
__ADS_1
Galaxi yang curiga dengan ketiga gadis itu pun berdiri, dan berjalan kearah mereka. setelah sampai disitu galaxi di buat kaget
" Heh cil elo ngapain dirumah gue" tanya galaxi
" Hehehe ka gala, luna datang minta pertanggung jawaban kak gala tau, gimana kalau luna hamil" jawab alluna ngasal tanpa menyaring ucapannya terlebih dahulu.
Sementara semua orang disitu di buat kaget karena setau mereka anak dan tuan mudah mereka itu anak baik-baik gak mungkin dia melakukan hal di luar batas. Mereka pun melihat galaxi dengan penuh tanya tanya apalagi kedua orang tuanya.
" Bocil elo jangan ngadi- ngadi deh, gue gak ngapa-ngapain elo ya"
" Tapi kak gala udah nyium luna, bibir luna udah gak suci lagi. Pokoknya ka gala harus kawinin luna!"
" Nikah dulu luna jangan langsung kawin" timpal intan
" Apa bedanya sama-sama berumah tangga juga"
" Bedalah kalau nikah itu pesta sedangkan kawin itu tidur bersama kata mamaku" jelas bela. Sedangkan mereka yang mendengar pun merasa tergelitik oleh tingkah ketiga gadis tersebut
" Ehhhhem, boy bisa jelasin ke ayah dan bunda?"
" Hallo ayah mertua aku alluna"
" Eh bocil " kata galaxi sambil melototkan matanya ke arah galaxi
" Hallo luna senang bertemu denganmu" jawab tuan mahendra
" Hehehehhe bunda kenalin aku alluna kalau mereka sahabat alluna, ini intan dan yang ini bela. Tapi jangan oleng ya bun, karena mantu bunda hanya alluna yang cantik kalau mereka jelek" intan dan bela yang mendengar perkataan alluna pun melototkan matanya.
Mereka nggak nyangka alluna akan mengatai mereka jelek, kalau ngak lagi di depan banyak orang mereka sudah senggol bacok nih orang, Tau begini tadi mereka gak akan bela-belain menemaninya kesini. Sedangkan orang - orang yang berada dirumah tersebut tertawa dibuatnya.
" Lun gue kecewa lahir batin sama elo. Bisa- bisanya elo ngatai kita jelek di depan semua orang"
" Stttt bel elo diam deh, gue lagi ngambil hati calon mertua gue" kata alluna. Sedangak galaxi yang mendengarnya pun tersenyum samar.
" Tapi bukan berarti elo seenaknya ngatai kita tau lun, loh lupa atau gimana kalau kita juga gak kalah cantik dari elo kata author"
Untuk melerai perseteruan mereka bunda susi pun menyuruh mereka untuk duduk dan mengajak mereka untuk makan siang bersama
" Ayo sayang duduk dulu kita makan bersama disini" ajak bunda susi
" Ngapapa nih tante kita makan siang disini?" tanya intan ragu
" Panggil ayah bunda aja nak seperti galaxi dan luna, gak usah sungkan". Kata ayah bagas
" Iya yah " jawab intan dan bela bersamaan
__ADS_1
" Udah gak usah malu-malu garong anggap saja rumah sendiri" kata alluna gak tau diri berlagak kek tuan rumah aja. Intan dan bela pun merasa gemes dengan sikap sahabat mereka yang gak ada jaim-jaimnya.
Sementara galaxi dan kedua orang tuannya hanya menggelengkan kepala, mereka merasa terhibur dengan kedatangan tiga gadis itu.
" Terima kasih bun" kata mereka bertiga setelah di ambilin nasi sama bunda susi
" Sama-sama sayang"
Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Mereka semua fokus dengan makanan masing-masing.
.
.
.
Setelah makan siang tadi mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Alluna yang kegatelan pun selalu menempel dengan galaxi akal modusnya berjalan dengan lancar di situasi seperti ini menatap galaxi sambil menopang dagu dan senyum - senyum gak jelas. "
" Bocil gak usah mulai, hadap kedepan cepat!"
" Ihh kak gala ngehancurin imajinasi luna tau gak" jawabnya bersunggut. Setelah itu dia menghadap kedepan sambil memajukan bibirnya tanda dia sedang kesal.
" Alluna bisa ceritakan dengan ayah dan bunda atas apa yang sudah galaxi lakukan kepada kamu!"
" Aku aja yang cerita yah, sebab kalau luna yang jelaskan nanti dia akan ngarang yang ngga-ngga". Kata intan
" Silakan intan"
" Jadi ceritanya begini yah, bun. Tadikan kita bertiga niat menyolong mangga di warung mang agus yang di depan sekolah"
" Eh bukan cuma niat, emang kita nyolong kok" sumpah mungkin di dalam hatinya orang tua galaxi mengatakan kalau mereka ini orang gila yang gak merasa beban sama sekali menceritakan diri sendiri nyolong, aneh.
" Diam bege,,, jadi yah kami nyuruh alluna buat manjat karena alluna yang jago manjat pohon setiap kita nyolong mangga, pas naiknya sih gampang-gampang aja, tapi pas mau turun alluna gak bisa yah, jadi kami berdua niat mencari tangga di belakang sekolah untuk menurunkannya. Tetapi sampe situ gak ada tangga yang biasa kami pakai"
" Karena gak ada ya jadi kita cari di gudang aja kita acak-acak tuh gudang karena gak nemu tangganya eh tapi di tangkap basah ole kak gala bersama dengan entek-enteknya"
" Terus ka gala nanya ngapain disitu aku jawab dong mau nyari tangga buat manjat tembok soalnya kita mau bolos, tapi ternyata mulu nih manusia satu gak bisa diajak kompromi dia malah bilang kalau mau nurunin alluna jadinya ka gala tau deh. Setelah itu kami dengan ka gala dkk pergi tu buat bantuin alluna tapi sampai disitu kami lihat alluna malah asik ketiduran di situ."
" Pas mau di suruh turun alluna minta ka gala nangkap karena dia mau lompat karena ka gala gak siap jadilah mereka jatuh dengan alluna diatas kak gala dan gak kesengaja bibir mereka bersentuhan. Itulah mengapa kami datang kesini mau minta tanggung jawab ka gala karena udah nyium alluna". Jelas intan panjang lebar.
Sementara bunda susi dan ayah bagas selama intan menceritakan hanya mampu menutup mulut pengen ketawa, mereka merasa gemas dengan ketiga gadis di depan mereka. Ternyata putra mereka gak melakukan hal di luar batas kepada gadis tersebut justru malah dia yang jadi korban disini, mereka jadi kasihan pada galaxi.
Sedangkan galaxi yang dari tadi diam hanya mampu menarik nafas berat. Dia benar-benar sial bertemu dengan gadis seperti alluna. Dan jangan nanya reaksi alluna dan bela seperti apa, mereka seolah bangga pada diri sendiri.
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Jangan lupa di like, comen dan juga vote ya. Eh subscribe juga.