Apple In My Eyes

Apple In My Eyes
Salah Tingkah


__ADS_3

Prangg,,,, pranggggg


Terdengar suara benda yang di lempar. Intan yang sedang berbaring di kasurnya pun bangun dan keluar melihat apa yang terjadi. Ternyata suara itu berasal dari kamar kedua orang tuanya.


Dia pun jalan menuju kamar mereka dan kebetulan pintu nya kebuka sedikit, jadi intan bisa melihat jika kedua orang tuannya sedang bertengkar hebat. Selama satu bulan belakang dia tidak menemukan keharmonisan yang selalu dia dapatkan di rumah ini. Terlihat ibunya juga sering kali murung dan melamun , sedangkan ayahnya jarang pulang kerumah.


" Aku sudah mengatakan kalau kami itu hanya sebatas rekan kerja, kamu kenapa selalu curiga pada suamimu sendiri" kata ayahnya sambil mencoba mengapai tangan istrinya.


" Ahahaha rekan kerja seperti apa yang berduaan di kamar hotel hah" telihat ibunya tertawa sambil menyeka air mata nya yang menetes.


Benar- benar difenisi luka yang tak berdarah. sakit sungguh sakit melihat orang yang sangat dia percaya membohongi dan menghianatinya. Awalnya dia tidak percaya dengan apa yang di laporkan oleh teman arisannya kalau mereka sering melihat suaminya masuk kamar hotel bersama wanita yang lain.


Namun pada akhirnya akhirnya pertahannannya pun goyah dan dia pun mencoba memcari tahu sendiri kebenarannya, mungkin saja mereka salah mengenali orang. Dan dia selalu berdoa dalam hati agar semua itu tidak terjadi.


Tetapi apa yang dia dapatkan? Dia melihat sendiri suaminya melakukan check in di sebuah kamar hotel bersama seorang wanita yang attitude nya sangatlah jauh dari wanita kariri seperti yang di bilang suaminya kalau dia rekan kerjanya. Bagaimana tidak wanita tersebut menggenakan baju kurang bahan yang sangatlah minim dan memerlihatkan kedua belahan dadanya itu. Seketikan dunianya hancur melebur.


" Kami ada kegiatan meeting dan kami gak sendirian kok ada rekan kerja yang lain pun disana dan sekertaris roni juga"


" Meeting seperti apa yang kalian lakukakan atau memang dia itu jalangmu iya?"


Plakkkk


" Kamu jaga bicaramu"


" Okayy aku akan menjaga ucapanku kalau kita sudah berpisah. Mari kita bercerai mas"


Intan yang melihat pertengkaran mereka dan menyaksikan sendiri bagaimana ayah menampar ibunya, mentalnya seketika down apalagi saat mendengar kata cerai dari mulut ibunya. Hatinya hancur berkeping - keping, harapannya yang selalu menginginkan seorang lelaki yang seperti ayahnya semua sirna.

__ADS_1


Lelaki yang selalu dia banggakan menghancur semua imajinasi yang sudah di buatnya yang ingin dia dapatkan kelak. Keluarga harmonis yang selalu terlihat selama ini hilang dalam sesaat dia marah dan takut di waktu yang bersamaan.


Di ambilnya kunci mobil yang di kamar setelah itu pergi dari rumah. Untuk saat ini dia butuh sandaran dan pelukan, dia tidak sekuat yang lain. Tetapi intan tidak mau kesedihannya di ketahui oleh orang lain.


Sesampainya di sebuah taman yang sepi dia duduk di sebuah kursi taman dan meletakan kepalanya di atas lutut dan intanpun menumpahkan semua air matanya itu. Saat ini dia benar- benar merasa sendiri. Begitu banyak tanda tanya dalam benaknya


" bagaimana kalau mereka memilih berpisah?"


" apakah dia masih bisa merasakan kebahagiaan"


atau " bagaimana kalau dia di lupakan?"


" Boleh gue duduk?" terdengar suara seorang pria yang sedang bertanya kepadanya, buru - buru dia menghapus air matanya itu. " Menangislah jika itu bisa membuat bebanmu berkurang, gue akan menemani elo disini."


" Kak bastian ngapain disini, nggak usah sok peduli. Gue gak butuh dikasihanin"


" Elo bisa menyembunyikan air mata elo di dalam pelukan gue. Untuk kali ini gak usah berlagak kuat. Gue dari tadi melihat lo pas elo datang dan menangis seorang diri."


tanpa bisa di tahan kekuatan intan pun roboh seketika benar yang dikatakan bastian kalau dia butuh sandaran untuk saat in. Dia akan menangis sepuas yang dia mau di dalam pelukan lelaki yang di hadapannya ini.


Sedangkan bastian yang melihatnya pun dan mendengar bagaimana gadis yang di dalam pelukannya ini menangis sesegukan hatinya pun ikut sakit. Dia yang menyukai gadis tersebut dari lama dan melihatnya selalu tersenyum dan bahagia saat bersama sahabatnya tidak pernah menyangka kalau ada luka yang dia simpan sendiri.


" Udah tenang?" tanya bastian sambil menatap teduh matanya, setelah intan melepaskan pelukannya itu


" Iya. Terima kasih ya kak sudah menawarkan pelukannya" jawab intan. Dia pun membalas tatapan lelaki di hadapannya dan untuk sesaat waktu seakan berhenti berputar, mereka diam dalam pikiran masing-masing.


Sebisa mungkin bastian menahan dirinya untuk tidak bertanya kepada gadis yang di depannya itu tentang apa yang membuatnya menangis. Dia tidak mau di anggap kepo oleh intan, biarkan menunggu orangnya sendiri menceritakan.

__ADS_1


" Mau makan bareng di sana gak?" tanya bastian ketika melihat sebuah gerobak bakso di seberang taman


" Iya" jawab intan singkat. Setelah itu mereka memesan bakso dan makan bersama di samping gerobak bakso tersebut.


Saat intan sedang fokus dengan baksonya tiba-tiba sebuah tangan menempel di dagunya. Ya bastian sedang melap kuah bakso yang berada di dagu intan, entah bagaimana cara makanya gadis itu sehingga kuah baksonya sampai tumpah.


Intan yang kaget tak sengaja bertatapan dengan bastian yang juga sedang menatapnya. Untuk beberapa saat mereka saling tatap menatap sedangkan tangan bastian masih betah nangkring di dagu intan dan selanjutnya bergerak ke bibir.


" Ehemmmm" suara deheman mas-mas bakso. membuat mereka jadi salah tingkah sendiri bahkan terdapat semburat merah mudah di pipi intan dan bastian telinganya sampai merah juga.


Bolehkan mereka mengatakan ini awal yang baru dari mereka? Walaupun tidak ada kata-kata yang terucap dari mulut keduanya tapi tindakan mereka menjelaskan apa yang mereka rasakan.


" Maaf ya. Tadi gue udah lancang" sesal bastian, etsss tapi dalam hati bersorak. Dia tidak benar-benar merasakan sesal karena dia sengaja. Ahahahah


" Iya gakpapa kak" jawab intan sambil menundukan pandangannya. Ohhh no dia masih malu atas apa yang terjadi barusan. Untuk sesaat dia melupakan semua masalahnya, semua kesedihan dan ketakutan yang ada pada dirinya akan seperti apa keluarganya kedepan.


" Habis ini elo mau kemana" tanya bastian


Intan yang di tanya seperti itu pun bingung. Dia gak tau mau jawab apa, karena untuk saat ini dia tidak mau pulang kerumah. Dia sudah mengirimkan pesan kepada asisten rumah tangga agar kalau di tanya oleh orang tuanya mengatakan kalau dia menginap di rumah keluarga alexander.


Tetapi dia belum menghubungi alluna sampai saat ini apalagi untuk menceritakannya kepada sahabatnya itu, bukannya tidak percaya atau bagaimana dengan alluna hanya saja dia pikir kalau itu merupakan privasi keluargannya.


Bukankah setiap rumah tangga itu gak ada yang sempurna? Biarkan kedua orang tuannya menyelesaikan masalah mereka terlebih dahulu. Kalau mereka memikirkan perasaannya mereka tidak akan pergi meninggalkannya dan memilih berpisah.


BERSAMBUNG..........


Jangan lupa di like, komen vote, dan dukung othor ya guys♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2