Apple In My Eyes

Apple In My Eyes
perkara Brownies


__ADS_3

...Cinta itu seperti sungai yang mengalir ada aja tai yang lewat_Alluna...


" Ka gala, luna bawain brownies ni buat ka gala. Dimakan ya" sambil menyodorkan kotak brownies yang dibawahnya tadi


Galaxi pun mengambil kotak brownies tersebut dan berniat untuk menyimpannya di dalam mobil


" Mau di bawa kemana browniesnya kan belum dimakan"


" Nanti gue makan"


" Aku maunya sekarang. Ayoo kita ke taman belakang, pokoknya ka gala harus makan brownies nya di depan aku"


" Tapi gue udah makan bocil manja"


" Gak mau tau" jawab alluna sambil menarik tangan galaxi dan membawanya di taman belakang sekolah sedangkan rendi, bastian, bela, dan intan mengikuti mereka dari belakang.


Selain penasaran dengan brownies buatan alluna mereka juga gak mau terlewatkan satu berita pun mengenai sahab mereka tersebut. Siapa tau kan setelah ini mereka jadian, iya gak?


" Ko brownies nya seperti itu lun kayak udah di bagi dua gitu mana gak pake pisau lagi" tanya bela yang tingkat penasarannya tinggi


" Ah masa sih, emang begini bentuknya tau"


"tapi kaya udah dimakan itu lun" timpal rendi


" Hehehe, iya aku makan barusan setengahnya. Lagian ka gala lama banget datangan aku kan keburu laper mana kantin belum di buka lagi jadi aku makan deh brownies untuk ka gala" jawab alluna enteng


" Ya Tuhan salah apa aku sampai berurusan dengan bocil manja bi aneh ini" teriak galaxi dalam hati


Sedangkan keempat sahabat mereka langsung menepuk jidat melihat kelakuan alluna si manusia aneh. Masa pdkt menggunakan brownies sisa.


" Lun elo gak seru tau gak, masa pdkt ke cowo pake brownie sisa sih" protes rendi


" Eh ini bukan brownies sisa ya, ini baru aku buat tadi pagi terus aku bawah ke sekolah"


" Tapikan kamu makan juga setengahnya baru kasih ke galaxi berarti itu sisanya kamu dong" bastian pun juga ikut protes


" Ihhh beda tau ini bukan makanan sisa. Aku makan juga karena laper jadi beda ceritanya, pokoknya ini bukan brownies sisa"


" Yaelah sama aja luna" jawab bastian

__ADS_1


" Eh elo bebek bertelur beraninya elo ngatain brownies teman gue brownies sisa" intan pun ikut dan dari kubu alluna


" Iyah nih enak aja, ngajak war loh"


" Udah-udah gak perlu di ributkan lagi. Bocil sini gue sendiri yang ambil brownies nya. Kenapa gak ada pisau potongnya ?" tanya galaxi sambil memakan sedikt brownies tersebut


" Kan aku gak tau kalau kak gala akan terima" jawab alluna


" Elo niat gak si ngasih makanan ke sahabat gue " tanya bastian, lama-lama dia emosi jiwa raga kalau berada di dekat alluna dengan temannya itu


" Maaf gak ngerti bahasa hewan"


" Hahahaha rasain"


" Nih kalian berdua juga coba browniesnya" kata galaxi setelah dia sudah memakan brownies tersebut gak tau rasanya seperti apa tetapi yang pasti hanya galaxi yang tau


" Kok kasih mereka sih ka" protes alluna


" Gue udah makan tadi dari rumah cil jangan maksa. Masih untung lo gue mau makan tu brownies" setelah itu dia menyerahkan kotak brownis tersebut kepada rendi dan bastian


" Kita juga mau tau makan browniesnya" protes bela dan intan


" Sumpah nih anak gak bisa jaga sikap banget gila" bastian sampai geleng - geleng kepala dibuatnya.


.


.


.


Disaat mereka sedang berebutan makan brownies tersebut tiba- tiba datang lah sandra bersama teman-temannya. Diketahui dari rumor-rumor yang beredar jika sandra menyukai galaxi begitu juga dengan kedua temannya yang menyukai rendi dan bastian.


" Gal, jadikan hari ini rapat osis" tanya sandra. Sandra juga anggota osis dan dia merupakan sekertaris osis di sekolah, sebisa mungkin sandra menarik ulur waktu agar bisa ngobrol dengan galaxi. Sebenarnya mereka itu satu kelas tetapi karena sikap galaxi yang cuek dan dingin membuat semua cewek yang mendekatinya segan hanya bisa pandang dari jauh saja.


" Iya hari ini setelah jam istirahat di ruang osis, tolong sampaikan juga pada yang lain" jawab galaxi


" Okeyy gal" jawab sandra sambil tersenyum senang


" Ehem.... Benar ya yang dikatakan orang -orang kalau cinta itu seperti air mengalir" alluna dalam mode cemburunya.

__ADS_1


" Kenapa tu lun" tanya bastian dan rendi. Mereka selalu antusias ketika alluna bicara karena akan ada saja kata- kata aneh bin receh yang keluar dari mulut gadis itu walaupun ujung-ujungnya mereka juga kena nanti semprotan kata pedas gadis itu.


" Ada saja tai yang lewat" jawabnya sambil melototkan mata pada galaxi dan sandra, sambil mengkomat kamit mulutnya.


" Eh bocil gak boleh ngomong jorok" tegur galaxi


" Iya nih padahal udah SMA kelas 2 tapi tingkahnya kek anak kecil" sinis sandra


Alluna yang mendengar sindiran sandra pun marah yang boleh mengatakannya anak lecil itu cuma galaxi yang lain gak boleh


" Emang kenapa kalau gue kek anak kecil masalah buat elo, gue gak pernah minta duit sama loh ya"


" Kok elo jadi marah-marah begini emang benarkan apa yang dikatakan oleh sandra kalau elo itu kekanak - kanakan tau gak" Bukannya maksud galaxi untuk membela sandra hanya saja disini dia cuma mau menyadarkan alluna kalau dia emang salah.


Melihat galaxi yang berpihak kepadanya sandra dan teman- temannya itu pun tersenyum sinis mereka cukup main cantik aja agar membuat galaxi makin tidak menyukai alluna. Dengan alluna yang gampang emosi dan kekanak-kanakan mereka cukup memancing amarahnya itu.


" Kok ka gala malah marah ke aku si, untuk satu hari ini aku uncrush ka gala titik." setelah itu alluna pergi ke kelasnya dan di ikutin oleh kedua sahabatnya bela dan intan.


" Lun gak tanggung untuk selamanya aja nih, ka rendi siap menggantikan kok" goda rendi


Alluna yang mendengar pun berhenti dan balik menghadap mereka sambil matanya di buat melotot sedemikian mungkin


" Enak aja ini untuk satu hari aja ya besok pagi luna sudah crushin ka gala lagi, ka rendi jelek tau. Udah jangan panggil lagi luna mau ke kelas aja, luna akan pasang mode tuli dan mode bisu sekarang hufff. Ayo gengs kita ke kelas"


" Okay let's goo" teriak mereka kompak. Setelah itu mereka lari ke kelas sambil kejar- kejaran.


Tiba-tiba di pertengahan jalan ke kelas alluna berhenti membuat kedua temannya menabrak dia, mereka pun jatuh di lantai. Orang-orang disana yang sudah hafal dengan tabiat mereka bertiga hanya menggelengkan kepala karena semua orang sudah tau gadis seperti apa mereka


" Ahkkk sakit woyyy" teriak alluna yang di tumpukin oleh kedua temannya itu


" Makanya kalau berhenti bilang- bilang alluna" tegur bela


" Iyah nih jadinya kita jatuh begini, malu woyy banyak yang lihat" kata intan


Bukannya langsung berdiri mereka malah bertengkar saling menyalahkan dalam posisi masih seperti itu.


BERSAMBUNG......


Guys jangan lupa beri like, komen, vote karya author ya sama subscribe juga...♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2