Argaria 2

Argaria 2
kencan dengan Arga


__ADS_3

Arga tersenyum tipis lalu menarik tangan Aria untuk berdiri didepannya. "kau saja...aku takut."kata Arga.


Aria mendelik. "apa?!"kaget Aria.


Dirinya menelan Salivanya gugup. Tanpa basa-basi lagi Arga langsung mendorong tubuh Aria dari belakang. "j-ja-jangan dorong-dorong."tegur Aria.


Aria memimpin jalan dengan gemetaran sedangkan Arga, dirinya hanya menahan tawanya melihat Aria yang ketakutan.


Dengan cepat Arga menutup mata Aria ketika ada hantu yang menghadang didepan. "hei! k-kenapa menutup mataku?!"kaget Aria.


"diamlah! ayo jalan."kata Arga sambil terus menutup mata Aria.


"bagaimana aku bisa jalan kalo begini?!"kesalnya.


"bukan urusan ku."jawab Arga.


"dasar Arga kurang ajar."batin Aria.


Aria pun berjalan dengan Arga yang menutup matanya.


...----------------...


Arga menjauhkan tangannya dari wajah Aria. "dasar br*ngs*k! kenapa kau menutupi mataku hah?!"amuk Aria.


Arga tersenyum sambil mengusap rambut Aria lembut membuat kemarahan Aria mereda. "bukankah kau takut?"kata Arga.


Aria menjauhkan tangan Arga sambil menoleh kearah lain. "a-aku tidak takut, bodoh."kata Aria bersemu merah.


"dasar Arga bodoh."batin Aria malu.

__ADS_1


"benarkah? bagaimana kalo kita masuk lagi?"ajak Arga yang langsung dipelototi oleh Aria.


"hahahaha... bercanda."kata Arga.


"bodoh!"kesal Aria.


hening, Aria diam sibuk dengan pikirannya. "hng ... Aria."panggil Arga.


"apa?"tanya Aria menatap Arga.


Arga mengulurkan tangannya. "jika kau tidak keberatan... mau kencan denganku?"ajak Arga dengan wajah bersemu tipis.


"a-apa-apaan ini? kenapa jadi seperti ini? jika wajahnya memerah Begitu..."batin Aria.


"apa kau mau?"tanya Arga.


Aria memalingkan wajahnya yang memerah bak tomat rebus dan tangannya terulur menerima uluran Arga. "h-hanya kali ini."kata Aria.


"memalukan."batinnya tersenyum.


Arga membawa Aria berkeliling kesekitar sekolah.


sedangkan Achilles duduk sambil memakan makanan milik adiknya. "seharusnya aku tidak meminta bantuan bocah itu."gerutunya sambil menggigit makanan.


Tap.


seorang gadis berdiri dihadapannya membuat Achilles mendongak menatap gadis itu. "kamu?!"kaget gadis itu.


"apa maumu?!"Tanya Achilles menatapnya tajam.

__ADS_1


...----------------...


Malam hari, sesudah Festival.


Semua murid sedang berdiri didekat api unggun yang menyala ditengah lapangan. Mareka berkumpul mengobrol, menari dan banyak lagi.


jam berbunyi menunjukkan pukul 12 malam.


Kembang api meledak menghiasi langit malam. Namun berbeda dengan Aria, dirinya membuka pintu kelasnya.


Terdapat seorang lelaki yang membelakanginya menatap lurus kearah jendela. "kenapa kau disini?"tanya Aria.


Lelaki itu berbalik. "kau sendiri?"tanya Arga.


Aria mendudukkan dirinya dimeja. "aku tidak terlalu suka keramaian."kata Aria.


"sayang sekali."gumamnya.


"tidak berbeda denganku."lanjutnya.


Aria berjalan kearah Arga dan meletakkan kepalanya kebahu lelaki itu. "hei, Arga. apakah kau masih mencintaiku?"tanya Aria.


"ya... begitulah."jawabannya tersenyum.


Aria memutar tubuh Arga untuk berhadapan dengannya. "benarkah?"Tanyanya memastikan.


Arga memegang pipi Aria. "tentu saja, kau adalah orang yang sangat penting bagiku... bukankah aku sudah bilang aku sangat sangat mencintaimu."kata Arga sambil menempelkan dahinya ke jidat Aria.


"hei...maukah kau menjadi milikku seorang untuk selama-lamanya?"tanya Arga.

__ADS_1


"... tentu saja, aku adalah milik Arga putra Alexander seorang."kata Aria tersenyum.


Arga tertegun mendengar perkataan dari gadis pujaannya itu, dirinya merasa bahagia sekali mendengarnya. "Aria..." panggilnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Aria.


__ADS_2