
"buktikan!"kata Achilles tajam.
"... i-itu..."Ragu Arga.
Prang
Arga bergidik ngeri saat Achilles melempar vas bunga diatas meja yang hampir mengenai dirinya. "siapapun tolong gue!!"batin Arga memohon.
"Lo-"
Ceklek.
tampak Aria yang datang dengan wajahnya bangun tidur. "kakak? Arga? apa yang kalian lakukan?"tanya Aria setengah sadar.
Achilles menatapnya tajam membuat Aria kebingungan. "duduk!"perintah Achilles kepada Aria untuk duduk ke sofa didepannya.
Aria menuruti perintah kakaknya itu begitupun Arga yang duduk disampingnya. "apa yang kalian berdua lakukan,hah?!"tanya Achilles.
"hah? tidak ada."jawab Aria.
"Ariana Vandoria... jawab dengan jujur, apa yang kau lakukan berduaan didalam kamar?!"
"tid-"
"jawab jujur! aku lihat dia keluar dari kamarmu saat aku masuk kedalam! kau pikir kau bisa membodohiku?! Aria, apa kau lupa yang dilakukan oleh Lelaki ini?"tunjuk Achilles kepada Arga.
Aria menggaruk kepalanya sambil mengingat-ingat kembali. "em...tidak ada....ah! tadi dia memelu-hmmp"
dengan cepat Arga membungkam mulut Aria dengan tangannya. "kau mau membunuhku?"tanya Arga pelan.
__ADS_1
"tapi itu memang benarkan?"tanya Aria kembali.
"tetap saja. jika kakakmu mengetahuinya bisa-bisa dia memangsa, menerkam dan menggigitku."kata Arga.
"kakakku manusia bukan Hewan."kata Aria.
Ehem... Ehem...
Arga tertegun dan menatap Achilles sambil cengengesan. "ngomong apa?"tanya Achilles dingin.
"hehehehe...bukan apa-apa."jawab Arga.
"kan tadi kamu bilang kak les bisa menggigit mu."kata Aria polos.
Arga meneguk Salivanya ketakutan. kini, dirinya yakin bahwa dirinya tidak akan selamat lagi. "Aria, kurang ajar!!"geram Arga dalam benaknya.
"...tidak."jawab Arga berkeringat dingin.
sedangkan Aria, kini gadis itu hanya menatap Arga dengan tatapan menahan tawanya. Entah kenapa, dirinya sangat terhibur dengan tontonan yang ada dihadapannya ini.
dirinya terdiam saat pandangannya tertuju kearah jendela. "Aria? ada apa?"tanya Achilles.
Aria tersadar dan menatap kakaknya itu. "hm...tidak ada apa-apa."jawab Aria menggeleng pelan.
Wussshh.
bertepatan dengan angin yang berhembus Aria langsung berlari keluar kamarnya menuju pantai membuat Arga dan Achilles merasa heran.
Aria menetralkan nafasnya yang ngos-ngosanakibat berlari. Nampak dirinya yang gelisah menoleh kekanan dan kiri seperti orang yang kebingungan.
__ADS_1
Aria membelalakkan matanya saat seseorang membekap mulutnya menggunakan saputangan, perlahan-lahan matanya mulai menghitam lalu pingsan.
Sementara itu Achilles dan Arga yang baru saja tiba disana kebingungan mencari Aria yang menghilang tanpa jejak. "sudah ku duga akan menjadi begini jika tanpa pengawasanku."gumam Achilles.
Achilles duduk diatas pasir sambil memikirkan sesuatu. "ah! bener juga."gumam Arga lalu pergi meninggalkan Achilles.
"mau kemana woy!"panggil Achilles tapi diabaikan oleh Arga.
"gini nih, gak kenang budi. kalo senang aja nemenin pas ada bencana aja ninggalin."gumam Achilles.
...----------------...
Aria membuka matanya. "apa kabar Aria?"tanya seorang gadis.
Aria menyipitkan matanya melihat gadis itu. "hm.....F-fania?!"kaget Aria.
Srak.
Fania, Gadis itu menjambak rambut Aria hingga gadis itu mendongakkan kepalanya keatas. "mau Lo apa?"tanya Aria.
"mau gue? Lo mau balas dendam karena Lo Sudah membunuh grisella dan Dhika!"kata Fania.
"gue gak -"
"mareka kakak gue bangsat!"geram Fania membuat Aria tertegun.
"apa? mareka saudara Lo?"tanya Aria.
"... pantas aja sikapnya kek j*l*Ng."kata Aria dengan tatapan dingin
__ADS_1