
Fania menyalakan lilin lalu membakar gorden hingga menyebarkan ke benda lain hingga membuat villa tersebut terbakar.
sementara diluar, Kendra duduk tersungkur mendengar perkataan Dari putranya itu. kalau putrinya, Ariana terkena tembakkan dan berakhir disana.
Arga menatap kearah villa yang mulai terbakar itu membulatkan matanya. "Aria!"kata Arga.
Dengan cepat Marcell menahan tubuh Arga untuk tidak masuk kedalam villa yang terbakar itu.
"Ayah, lepaskan aku ayah! Aria bisa terbakar disana ayah."kata Arga panik.
"tenanglah nak..."kata Marcell menenangkan putranya itu.
Arga menepis tangan Marcell dan langsung menerobos masuk kedalam villa yang terbakar itu.
...----------------...
Aria memejamkan matanya menahan rasa sakit diperutnya. "apakah semuanya sudah berakhir? apakah aku akan mati disini?" batin Aria.
samar-samar dirinya mendengar suara yang memanggil namanya. Dirinya menoleh kesamping, tampak bayangan seseorang yang datang mendekat kearahnya. "disini."katanya
ingin sekali dirinya mengatakannya tetapi lidahnya terasa kelu dan suaranya tidak bisa keluar. Aria pasrah dan memejamkan matanya yang terasa berat sedari tadi.
.......
__ADS_1
.......
.......
"ARIAAAA!!!!"teriak Arga.
dirinya sudah Lelah mengelilingi kobaran api itu namun tidak mendapatkan apa yang ia cari.
Arga menerjang api yang sangat membara didepannya, Pandangannya memudar karena terlalu banyak menghirup asap itu.
Arga tersenyum tipis saat melihat seseorang yang terbaring dilantai itu.
Kreit...
langit-langit ruangan itu mulai berjatuhan, jika saja dirinya tidak menghindar dengan cepat mungkin dirinya sekarang tidak selamat.
Arga menggendong tubuh Aria ala bridal style dan membawanya pergi. pintu yang Arga gunakan untuk masuk hampir tertutup oleh reruntuhan bangunan, Arga tersenyum dan mencium kening Aria penuh kasih sayang. "Achilles,tangkap!!!" Teriak Arga dari dalam.
Brak.
pintu itu tertutup setelah Arga melempar Aria keluar, bahkan dirinya sendiri tidak tahu apakah Achilles mendengar teriakannya apa tidak? dipikirannya saat ini hanya Aria harus selamat dan keluar dari tempat yang terbakar ini, walaupun nyawanya sendiri taruhannya.
...sementara itu diluar...
__ADS_1
"itu suara Arga."gumam Achilles.
Achilles menangkap tubuh Aria yang terlempar dari dalam. "sialan... berani-beraninya dia melempar adikku."batinnya kesal.
Kendra dan Marcell mendekati Achilles. "Aria?! apa dia baik-baik saja?"tanya Kendra khawatir.
"ayah, bawa dia ke rumah sakit sakarang."pinta Achilles yang dianggukki oleh Kendra.
Marcell menatap lurus ke depan menunggu putranya keluar dari villa. sudah setengah jam dirinya menunggu namun tidak ada tanda apapun dari Arga.
para pemadam kebakaran datang memadamkan api itu, sekarang tidak ada yang tersisa kecuali puing-puing bangunan itu.
Marcell menunduk kepalanya sedih begitupun dengan Achilles. "... Arga, apa dia selamat?"tanya Marcell kepada Achilles.
"dia pasti selamat, bukankah dia putra anda yang paling tangguh."kata Achilles menghibur Marcell.
"tuan! kami menemukan seseorang disini!!"teriak salah satu pemadam kebakaran itu.
Marcell dan Achilles berpandangan dan menghampiri ketempat pemadam itu. terlihat Arga yang terbaring tidak sadarkan diri dengan darah yang mengalir dari tubuhnya serta keningnya akibat kejatuhan puing-puing.
"Ayo, kita bawa ke rumah sakit."kata Marcell memapah Tubuh Arga dibantu oleh Achilles.
Dengan segera Arga diberikan perawatan medis, karena luka yang didapat Arga cukup serius membuatnya harus menjalani operasi saat itu juga. "paman, aku mau ketempat ayah dulu."izin Achilles kepada Marcell yang menunggu didepan pintu ruangan UGD tempat Arga berada.
__ADS_1