Argaria 2

Argaria 2
Pertengkaran


__ADS_3

"Ayah, Aria adalah milikku. bukankah kau bilang akan menikahkannya denganku? lalu apa semua ini?"tanya Raga.


"aku memang bilang akan menikahkan nya denganmu tapi aku tidak bilang tidak akan mencobanya terlebih dahulu kan?"kata Edgar.


"AYAH?!"bentak Raga.


Raga mengambil pistol yang ia selipkan dipinggang dan menodongkannya kepada ayahnya. "ayah, menjauh darinya atau aku..."kata Raga menggantungkan kalimatnya.


"tida-"


Bruk.


Aria langsung menggerakkan lututnya hingga mengenai bagian intim Edgar. seketika Edgar menggeram kesakitan dan berguling-guling. "Ceroboh."kata Aria datar lalu menghampiri Raga dan mengambil pistol.


Dor


Dor


Dor


tubuh Edgar pun bersimbah darah


"hebat."kagum Raga.


"tentu saja, kau yang mengajarkanku bela diri bukan."kata Aria.


"tentu saja."jawab Raga tersenyum sambil mengusap rambut Aria.


Dor.


Aria membulatkan matanya melihat Raga yang jatuh dengan darah berlumuran. Dirinya menoleh kebelakang, terlihat Fania yang menodongkan pistolnya. "Kau?!"geram Aria sambil mengepalkan tangannya erat hingga berdarah akibat kukunya sendiri.


saat hendak berdiri dengan cepat Fania mengarahkan pistol kepada Aria. "jangan bergerak!"perintahnya.

__ADS_1


Brak


Bugh


Fania tersungkur saat Achilles masuk dan menendang kaki Fania hingga membuat Pistol yang ditangannya terjatuh. "tidak perlu bergerak pun kau akan habis ditanganku."kata Achilles.


"kakak!!"teriak Aria sambil berlari kearah Achilles.


"dasar adikku yang menyusahkan."kata Achilles pelan.


"Kaka...tolong Raga kak."kata Aria panik.


"Raga? ouh, maksudnya bocah kurang ajar itu."gumam Achilles.


"kakak!"tegur Aria.


"Baik, baiklah."kata Achilles sambil mendekati Raga yang berlumuran darah.


Tanpa disadari Fania bangkit dan berjalan mengambil pistolnya.


Dor.


Bruk.


"Aria? Aria?! Jawab ri?!"panik Achilles.


"kak les?"tanya Aria.


"kau tidak apa-apa, kakak akan membawamu keluar, jadi. ayo berdiri."kata Achilles Hendak membangunkan tubuh Aria.


Aria memegang tangan Achilles sambil tersenyum manis. "tidak, selamatkan Raga kak."kata Aria.


"tapi-"

__ADS_1


"kakak, kau cengeng sekali... aku adalah adik kakak yang paling kuat kan? jadi, kakak jangan khawatir."kata Aria tersenyum sambil menghapus air mata Achilles.


"Aria, kau-"


"selamatkan Raga kak, Aria mohon. karena Raga yang Sudah-"


Mata Aria terpejam membuat Achilles terkejut. "Aria!!!"teriak Achilles dengan deraian air mata.


...----------------...


Arga menghela nafas mendengar perdebatan Dua orang paru baya yang ada disampingnya ini.


sudah 1 lamanya dirinya berada didepan sebuah villa mewah yang tidak dirinya ketahui siapa pemiliknya.


Dor.


Arga hanya diam mendengar suara tembakkan Pistol dari dalam. "wah, suara apa itu?"tanya Marcell kaget.


"bego banget sih kamu, itu suara pistol bego."kata Kendra.


"siapa yang kena tembak ya? apakah tembakannya diterima?"tanya Marcell.


"beda konsep, ogeb. itu tembakkan pistol bukan tembakan cinta."kata Kendra membuat Marcell ber-oh ria.


Arga menggelengkan kepalanya melihat tingkah random Ayahnya itu. "kak les?"Tanya Arga melihat Achilles yang keluar dari villa tersebut dengan tatapan kosong.


"kak les, itu..."


Achilles meletakkan tubuh Raga ketanah membuat ketiga orang itu merasa heran. "Aria mana?"tanya Kendra kepada Achilles.


Didalam tampak Fania yang tertawa senang melihat Aria yang terbaring lemah dilantai itu, bahkan darahnya mengalir begitu banyak. "hahahaha.... lihat kan? sehebat apapun kau, kau akan kalah melawan ku."kata Fania.


"ini pembalasanku! karena kau kedua kakakku tiada, bahkan karena kau juga aku menjadi seperti ini."

__ADS_1


"sekarang walaupun aku akan pergi ke neraka aku akan membawamu bersama ku hahahaha."tawa Fania kegirangan.


__ADS_2