
Aria menatap Arga heran. "ga?"panggilnya
"Arga?!"panggil Aria sambil memukul bahu Arga membuatnya tersadar.
"cuman... khayalan?"batinnya kecewa.
"kenapa Lo?"tanya Aria melihat wajah kecewa dari seorang Arga.
"bukan apa-apa."jawab Arga.
"pasti menghayal yang tidak-tidak."tebak Aria.
Arga langsung memalingkan wajahnya kesamping. "dasar lelaki."gerutu Aria.
"Aria... kenapa kau tidak ikut menari di lapangan?"tanya Arga.
"bukankah aku sudah bilang? aku benci keramaian."kata Aria.
Arga menggangguk mengerti. "... bagaimana dengan kabar Bara?"tanya Aria.
"baik. seharusnya sekarang sudah keluar dari rumah sakit sih..."kata Arga memerkirakan.
"parah banget ya?"tanya Aria.
"ya...gitu, kaya dokternya tusukan itu sedikit mengenai organ dalam."kata Arga.
"oh..."
"kalo Lo?"tanya Arga.
__ADS_1
"hah?"tanya Aria heran.
"iya, kamu. Masih sakit gak? bukannya kamu sempet perawatan hipnoterapi?"tanya Arga.
"em... begitulah."jawab Aria terkekeh.
"soalnya jika dipikirkan terus-menerus bukannya membaik malah semakin memburuk kak? jadi, sebisa mungkin aku melupakan semua itu."kata Aria tersenyum.
"semua.. Nya?"ulang Arga.
"iya."jawab Aria.
"... termasuk aku?"Tanya Arga membuat Aria menatapnya dengan tatapan jijik.
"berhenti mengatakan sesuatu yang membuatku salah paham!"tegur Aria.
Brak.
"Ariana Vandoria... apa menurutmu ini semua candaan?"tanya Arga dingin.
Aria menolehkan kepalanya kesamping sambil menyelipkan rambutnya ketelinganya. "yah... tidak juga sih."jawab Aria gugup.
Brak.
Aria terkejut saat Arga memukul tembok tersebut. "Lo kira gue bercanda hah?! semua yang gue lakuin ke Lo, Lo pikir gue apa?! Gue bantuin Lo, peduli sama Lo! Lo kira kenapa hm?"bentak Arga.
" karena gue suka sama Lo, Aria!"ungkap Arga.
Aria tertegun. "A-apa?"tanyanya tidak percaya.
__ADS_1
"tidak mungkin, aku tidak boleh percaya padanya..."batin Aria.
"Jahat...kau jahat sekali Aria.kau tahu seberapa rindunya aku padamu, hm? Aku sangat merindukanmu, suaramu, senyummu dan sebagainya. Kenapa kau meninggalkanku waktu itu?"tanya Arga.
"kenapa kau mencoba menghindariku saat aku tiba disini? Apa kau tahu betapa sakitnya hatiku?"kata Arga.
"S-soal itu...aku sendiri tidak tahu..."jawab Aria
"tidak tahu?"tanya Arga menatap wajah Aria yang sangat Merah.
"kenapa kau berbohong saat seperti ini?"Tanya Arga.
"A-aku tidak berbohong."jawab Aria.
"hm...kalo begitu kenapa wajahmu memerah? kau gugup?"tanya Arga.
"W-Wajahku tidak merah."jawab Aria.
"lihat kan? sampai akhir kau tidak menjawab satu pertanyaanku dengan jujur."kata Arga.
Aria terdiam membeku saat Arga mengusap kepalanya lembut. "maaf, aku sudah keterlaluan."kata Arga.
Saat Arga berbalik hendak meninggalkan tempat itu, Aria langsung menahan tangan Arga. "m-memang aku tidak ingin mengatakannya."kata Aria.
"kenapa harus kau? aku saja tidak mengerti. kau selalu saja mempermainkan ku, membuatku kesal, ini semua salahmu."kata Aria.
"Aria, tenanglah...apa yang kau kataka-"
"Dari dulu aku ingin sekali bersamamu!"kata Aria membuat Arga tertegun.
__ADS_1
"saat aku pergi, apa yang kau pikir, hah?! kenapa kau tidak mencegahku?! apa kau tidak tahu aku kesepian berada disini?"kata Aria sambil memalingkan wajahnya.
Aria maju dan meletakkan kepalanya kedada bidang Aria. "kenapa kau tidak mencegahku waktu itu?"Tanya Aria sambil menggenggam tangan Arga.