Argaria 2

Argaria 2
Ayah Raga


__ADS_3

"lagian dia kakak Lo bukan kaka gue."kata Aria datar sambil meletakkan kakinya keatas kaki sebelahnya.


Aria menatap Fania tersenyum manis tetapi mengerikan. entah apa yang merasuki dirinya saat ini, yang pasti sikap dirinya yang sekarang jauh berbeda dengan yang dulu.


Sementara disisi lain, Raga sedang berhadapan dengan Arga yang menatapnya tajam. "kau tahu dimana Aria kan?! jawab?!"bentak Arga.


Raga menggelengkan kepalanya. "tidak."jawabnya tenang.


"... bukankah sejak kemarin dia bersamamu?"tanya Raga membuat Arga terdiam.


"aku bukan tipe orang yang melakukan segala cara untuk mencapai sesuatu."kata Raga meninggalkan Arga.


"sial."geram Arga sambil mengacak-acak rambutnya.


Arga kembali ketempat Achilles. Tampak dua orang lelaki yang sedang berada didepan Achilles, Arga pun mendekat.


Bugh.


Arga terdiam melihat seorang lelaki, Kendra membogem wajah mulus Achilles hingga membuat tersungkur. "Bagaimana bisa Aria menghilang?! hah?!" apa kau tidak menjaganya?!"bentak Kendra.


Arga mendekati kesamping Kendra yaitu Ayahnya, Marcell. "ayah?"tanya Arga heran.


Bugh.


Bugh.


Arga terdiam saat ayahnya membogem wajah sama seperti Achilles. "a-ayah?"tanya Arga tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya itu.

__ADS_1


"apa kau tidak menjaga calon menantu ayah dengan benar karena itu dia diculik kan?!" bentak Marcell.


"ayah-"


Bugh.


"diam!! ayah menyuruhmu kesini untuk menjaganya bukan untuk main-main!"bentak Marcell.


Achilles dan Kendra bertukar pandangan, Mareka berdua merasa heran dengan apa yang terjadi dihadapannya.


bukankah seharusnya Kendra yang memarahi putra sulungnya itu habis-habisan? kenapa malah jadi Marcell yang memarahi Arga yang notabennya tidak ada hubungannya dengan Aria.


"paman Marcell, kenapa kau memarahi Arga?"tanya Achilles heran.


Marcell berbalik menatap Achilles. "tentu saja aku harus memarahi anak ini, dia tidak menjaga calon istrinya sendiri dengan baik."jawab Marcell.


"ya ampun Kendra, bukankah kau lupa? sebelum berangkat kesini, kita bertemu dengan istrimu dan dia mengatakan kepadaku kalo dia ingin menjodohkan putrimu dengan putraku."kata Marcell menjelaskan.


"tidak, aku tidak setuju."kata Kendra cepat.


"aku juga."kata Achilles menggangguk.


"Arga, putraku ini sangat kuat. aku yakin dia bisa melindungi Putrimu."kata Marcell merangkul pundak Arga.


"benar paman, aku akan mengorbankan nyawaku demi Aria."kata Arga mantap.


...----------------...

__ADS_1


Aria hanya diam menatap kesekelilingnya setelah dirasa tidak ada orang dengan cepat dirinya melepaskan tali yang mengikat tangannya itu. "huh! tidak sia-sia aku berlatih bela diri bersama Raga."gumamnya bangga.


Aria berjalan melalui lorong yang gelap itu tanpa penerangan apapun.


Tak.


Dirinya membulatkan matanya saat lampu menyala menampakkan seorang lelaki yang berdiri dihadapannya. "p-paman Edgar?!"kaget Aria.


"hahahaha, halo sayang, bagaimana kabarmu?"Tanya Edgar, ayah Fania.


Edgar mendekat dan merangkul pundak Aria. "p-paman kenapa disini?"tanya Aria.


Brak.


Aria terjatuh kelantai dengan Edgar yang berada diatasnya. "paman! apa yang kau lakukan?! lepaskan aku!!"kata Aria memberontak.


"kau cantik sekali... sudah lama paman tidak bertemu denganmu dan sekarang... kau sudah menjadi gadis yang sangat sangat cantik."kata Edgar menatap Aria dengan tatapan genit.


"Ayah!"Tegur seorang lelaki.


Edgar dan Aria menoleh kebelakang. "R-Raga?!"kaget Aria.


"CK, apa mau mu?!"Tanya Edgar.


"ayah, menjauh darinya!"perintah Raga.


"apa maksudmu? kau pikir aku akan mendengarkan mu? aku ada ayahmu,kau tidak berhak memerintahku."kata Edgar

__ADS_1


__ADS_2