
Arga menjauhkan tangannya membuat Aria menatapnya terkejut. "benar-benar...ternyata kau sungguh pemalu."kata Arga.
Arga pun mengaitkan tangannya di sela-sela jari Aria.
"berapa banyak lagi yang ingin kau tanyakan?"Tanya Arga.
"Semuanya karena aku mencintaimu, bukankah aku tidak ingin mencegahmu pergi tapi takut jika aku berbicara padamu saat Amarahku belum reda, bisa-bisanya aku akan membuatnya semakin memburuk dan tidak bisa diperbaiki lagi. Walaupun masih banyak yang belum bisa aku katakan.."kata Arga menggantungkan perkataannya.
Arga memegang pipi chubby Aria membuatnya tertegun dan menunduk malu.
Duaaar...
Letusan kembang api di langit menjadi saksi bisu ditengah keromantisan kedua sepasang kekasih itu.
Arga menjauhkan wajahnya. "hanya itu yang ada dipikiranku sekarang."kata Arga.
"...aku menyukaimu, Ariana Vandoria."lanjut Arga membuat wajah Aria memerah.
"A-aku... membencimu."jawab Aria.
"hehehehe...kau sudah berubah menjadi pemalu rupanya."kata Arga sambil terkekeh.
...----------------...
__ADS_1
Achilles hanya menatap gadis yang ada dihadapannya dengan tatapan tajam. "kenapa kau mengikutiku?"Tanya Achilles.
"bukankah urusan diantara kita waktu itu sudah selesai."kata Achilles.
"Tapi tuan...bagaimana bisa? Saya ingin anda bertanggungjawab atas malam itu pada saya."desak gadis itu.
"Sepertinya kau lupa, bukankah aku sudah memberikan uang pengganti semua itu? apa jangan-jangan kau ingin menjebak ku?"kata Achilles.
"Tuan, saya tidak bisa menerimanya... Anda mungkin bisa menutupi semua itu menggunakan uang sedangkan saya? bagiamana dengan saya?"tanya gadis itu.
"sudahlah...aku sudah bilang kan? aku tidak ingin bertanggungjawab atas semua itu lagian itu bukan sepenuhnya salahku."elak Achilles.
"tapi tua-"
"Kakak!!"panggil Aria sambil menghampiri Achilles bersama dengan Arga yang menggandeng tangannya.
"hehehehe....aku tersesat."jawab Aria.
"...siapa wanita ini?"Tanya Aria.
"Aku? em... perkenalkan namaku Savina Rahmania."kata wanita itu memperkenalkan dirinya.
Aria menatap kakaknya lalu menatap Wanita itu dengan tatapan menggoda. "apa jangan-jangan...."kata Aria menggantungkan dirinya.
__ADS_1
"...pacar kakak ya?"tebak Aria.
"wah ...wah...lihat siapa yang berani mencampur urusan pribadi ku."kata Achilles tersenyum begis membuat Aria ketakutan.
"a-a-aku....Arga, aku takut."kata Aria bersembunyi dibalik tubuh Arga.
Arga menelan Saliva ketakutan saat Achilles menatapnya dengan tatapan membunuh. "a... a-aku tidak tahu apapun."kata Arga mengangkat kedua tangannya.
"sejak kapan Mareka berdua sangat dekat begini? sial, aku salah sudah menyuruh bocah ini untuk menjaga Aria."batin Achilles.
"Kau?! bawa Aria pergi, sudah waktunya dia tidur."perintah Achilles kepada Arga.
"ayo."kata Arga tersenyum.
Aria menggangguk sambil tersenyum. "ayo, Arga."kata Aria sambil bergelayut di lengan Arga.
Achilles menghela nafas sambil memijat pelipisnya melihat kelakuan Adiknya itu. "a-anu... A-Apa kau baik-baik saja?"Tanya Savina.
"berisik!"kata Achilles mendudukkan tubuhnya kekursi.
"Sebenarnya aku tidak tahu siapa gadis tadi, tapi bukankah dia terlihat cantik."kata Savina tersenyum.
"... kau tidak tahu bagaimana dirinya sebenarnya."kata Achilles.
__ADS_1
"menurutku kau tidak perlu terlalu posesif kepadanya seperti itu, lagian bukankah dia sudah dewasa? apa salahnya untuk membiarkannya bebas?"tanya Savina.
Achilles menatapnya dengan tatapan tajam. "lancang sekali! aku bisa mengurusnya, dan aku tidak perlu nasehat dari mu."kata Achilles pergi meninggalkan Savina yang menatapnya heran.