As You Wish

As You Wish
Berarti kita jodoh


__ADS_3

Semenjak kejadian hari itu, Sowon enggan untuk menginjakkan kakinya kaluar dari ruang latihan. Dirinya pun absen dari mata kuliahnya.


Memang sudah terhitung beberapa hari semenjak Sowon menghindari tempat tempat umum, seperti kantin. Tapi jika dipikir pikir lagi, mau sampe kapan? Sowon tidak bisa terus menerus seperti itukan?


Menurut Sinb, ini adalah waktu yang paling tepat bagi Sowon untuk berhenti bersembunyi dan berhenti untuk takut akan perbuatan yang tidak ia lakukan. Namun, baru beberapa detik setelah Sowon berusaha meyakini hal tersebut, ia sudah ingin menarik tekadnya itu.


Matanya tak bisa diam, pikirannya was was. Sedaritadi Sowon melirik ke sekitar dengan tatapan heran dan mulut menganga lebar. Ketika seluruh isi kantin diam diam bertepuk tangan dengan heboh.


Teriakan nyaring itu tiba tiba membuyarkan semua lamunan yang ada di otak Sowon. Ia menoleh menatap lekat lekat temannya itu dengan alis bertautan dan pandangan memicing. "Lo kenapa ..."


"Sssttt!!" Eunha yang tiba tiba datang dari samping memejamkan matanya. "Gua rasa kalo gua tiba tiba ngidam makanan kantin tau ga, aromanya mmmhh"


"Yee... alay banget sih" ucap Sowon lalu menoyor kepalanya.


"Duh jangan salahin gua" Eunha mendengkus, mengusap bagian kepala yang ditoyor leadernya tersebut, "Unnie yang salah, bikin gua lupa gimana rasanya masakan kantin. Yok gua lapar"


Sedetik kemudian tubuh Sowon terhuyung ditarik paksa oleh Eunha menuju bangku tempat biasa mereka makan, yang sudah dikerumuni oleh member Seventeen. Letaknya tidak terlalu ditengah, namun tidak juga paling pojok.


"Ahh akhirnya" desah Yuju.


"Susah banget tau ga bawa Sowon unnie keluar dari kandangnya" ucap Sinb.


"Lebih susah lagi kalo diem dikandang maung gua" lontar Hoshi yang langsung mendapat toyoran dari Joshua.


"Lu mau jadiin santapan maung lu?" tanya Joshua.


"Daripada jadi santapan maung gua, mending gua santap duluan" ucapnya dengan asal.


Ucapan Hoshi membuat Sowon melototkan matanya tak percaya, mulutnya menganga. Expresinya saat ini sangat lucu.


"Sebelum Sowon lu santap, gua duluan yang bakal buat lu ilang dari sini" ucap Eunha.


Ucapan Eunha membuat semuanya tertawa, pasalnya ia mengatakannya dengan wajah imut dan menurutnya sangar tidak cocok mengingat Eunha memiliki image cute.


"Anak kecil so-soan banget bilang kaya gitu" ucap Hoshi.


"Diem lu Chi!" bentak Eunha dengan pipi yang dikembungkan.


"Ehh yang sopan lo! Gini gini gua lebih tua" ucap Hoshi.


"Terus lu pengennya dipanggil apa? Oppa?" tanya Eunha, "Oppo kali ah"


Sowon yang daritadi hanya memperhatikan, kini menghela nafas panjang. Matanya cukup was was untuk melirik kearah sekitar, takut akan kejadian yang lalu keulang lagi meskipun pelakunya sudah tertangkap dan hendak dipenjara tapi ia tak ingin memenjarakannya, ia hanya memberikannya sedikit pelajaran saja.


"Kalo ga nyaman, kita balik ke ruang latihan aja" ucap Jeonghan.


Sowon tersenyum.


"Gapapa, emang bener kayanya gua butuh udara seger" ucapnya lalu menghembuskan nafasnya.


"Dan kita masih ga tau kalo lu kenapa bisa kaya gitu" ucap Jun.


"Oh.. maaf" sesalnya lalu menunduk.


"Kalo ga siap cerita, gapapa" ucap Scoups lalu mengelus puncak kepala Sowon, "Kita siap dengerin kalo lo udah bisa cerita dengan ikhlas tanpa mengingat betapa sakitnya perasaan itu"


Ucapan Scoups membuat Sowon mendongakkan kepalanya, ia tersenyum getir.


"Gua cengeng ya" ucapnya.


"Gapapa, bukan lu doang yang cengeng. Kitapun pasti kaya gitu" ucap Joshua, "Gua yakin, kita semua punya ceritanya masing masing yang emang para member gatau"


Ucapan Joshua memukul telak dinding pertahanan Sowon, hatinya menghangat ketika mendengar jika teman temannya selalu mendukungnya.


"Ochi!!" bentak Umji.

__ADS_1


Hoshi tiba tiba melahap ice creamnya tanpa meminta ijin terlebih dahulu.


Ttaakk...


Seungkwan menjitak kepala Hoshi keras menimbulkan bunyi nyaring. Yang dijitak hanya meringis menahan sakit.


"Sakit anjing!" umpatnya.


"Lagian elu ya kebiasaan banget!" bentak Seungkwan dengan tangan yang dilipat di dada, "Itu punya Umji dan lu maen makan aja, kalo ice cream itu punya kita kita sih gapapa. Tapikan itu punya cewe ih gue geremet ya sama lu, pengen rasanya gue makan pala lu" omel Seungkwan layaknya ibu ibu komplek sebelah.


"Hehe ya maaf, lagian ice creamnya enak" ucap Hoshi.


"Ice creamnya yang enak atau bibirnya Umji yang enak? Karna ice cream itu bekas bibirnya" sindir Vernon.


Seungkwan yang mendengar itu hanya diam ditempat, tak berani mengomelinya lagi.


Sindiran Vernon membuat Hoshi tak bisa menjawab, ia diam tak berkutik.


"Nih ambil punya gue" ucap Yuju lalu memberikan ice cream dengan rasa yang sama dengan Umji.


Hoshi ragu, lalu Yuju memberikan ice cream tersebut, "Masih utuh, belum gua makan" lanjutnya.


Dk yang melihat itu panas dibuatnya. Melihat expresi Dk, Sowon diam diam tersenyum.


"Ada yang cemburu" sindir Eunha.


"Siapa?" tanya Dino.


"Itu kang siomay" jawab Eunha dengan asal, membuat semuanya tertawa.


Sowon tertawa dibuatnya, ia sementara melupakan kejadian yang telah dialaminya.


Diam-diam kebahagiaan itu menular. Ternyata dengan berkelakar sekecil ini, suasana hati Sowon menjadi lebih baik. Mungkin Sinb benar, tidak ada gunanya bersembunyi. Meski sebenarnya ia tidak suka menjadi pusat perhatian, ya memang ia selalu jadi pusat perhatian tapi itu lain cerita dengan sekarang.


"Eh lo harus check up lagikan?" tanya Jeonghan, membuat Sowon memutuskan tatapannya dengan Scoups.


"Iya" jawabnya dengan murung.


"Kita anterin" jawab Umji dan Yerin.


"Lu ga usah ikut" ucap Scoups pada Wonu.


"Sorry gua udah sepaket sama Yerin" jawabnya dengan pd.


"Yaudah yaudah gini aja" Sinb menengahi pembicaraan mereka. "Sowon unnie ikut mobil Wonu aja"


"Ga bisa gitu dong" ucap Scoups dan Jeonghan secara bersamaan.


"Setuju atau ga setuju, gua ga butuh persetujuan kalian berdua" jawab Sinb.


"Wah keren!" ucap The8 lalu bertepuk tangan untuk Sinb.


"Sorry ada hati yang harus dijaga" ucap Sinb pada The8.


"Whoa! Ditolak ga tuh" ucap Dk.


"Bacot!" umpat The8.


Sowon pergi kerumah sakit untuk check up ditemani para member Gfriend, sedangkan member Seventeen menunggu diparkiran. Mereka tidak ingin beramai-ramai, mengingat ini adalah lorong rumah sakit bukan lorong sekolahnya.


"Gimana?" tanya Yerin begitu Sowon dan Sinb keluar dari ruangan dokter.


"Tetep harus dipantau sih, jangan banyak stress dan harusnya unnie ga boleh dulu aktifitas apapun. Dia masih dalam pengawasan dokter" jelas Sinb.


"Tapi gua gapapa kok" ucap Sowon.

__ADS_1


"Gimana katanya?" tanya Woozi begitu member Gfriend sudah sampai diparkiran.


"Hm" Sinb menarik nafas panjang, menghembuskannya dengan kasar.


Mereka yang melihat itu hanya bisa pasrah, mereka takut akan apa yang mereka dengar. Mereka peduli satu sama lain.


"Intinya jangan dulu ngelakuin apapun, harus istirahat dan masih dalam pengawasan dokter. Harus rutin bulak balik konsul sama dokter" jelas Sinb.


"Tuhkan gua bilang" ucap Jeonghan, "Dahlah Won, lu diem aja kagak usah ngampus dulu. Otak lu juga encer"


"Gua diem doang mah cape, biasanya gua gerak gerak. Sakit badan gua kalo emang harus bedrest" ucap Sowon.


"Yaudah gini aja" The8 bersuara, "Won, lu boleh aktifitas tapi jangan berlebihan. Sekiranya lu ga kuat, lu istirahat. Jangan dipaksain"


Sowon baru kali ini mendengar The8 berbicara padanya, biasanya dia hanya diam memperhatikan. Berbicara jika perlu saja.


"Lu ngomong sama gua?" tanya Sowon, "Tumben"


"Kalo Scoups hyung sama Jeonghan hyung ga rebutin lu sih, gua bakal deketin lu" jelas The8, "Gua disini cuma pemerhati para pemain utama aja, kalo sekiranya pemain utama cowo ga guna, gua siap gantiin"


Perkataan savage The8 membuat Sowon tersenyum smirk, ia memicingkan matanya. Lalu tangannya mengelus puncak kepala lelaki tersebut.


"Uuhh berani banget lo gantiin posisi pemeran utama? Siapa lo" ucap Sowon dengan tangan yang dilipat di dada.


"Gue?" tanyanya, "The8"


Sowon lagi lagi tersenyum.


"Eh sumpah gila, kalian punya member kaya gini digrup kalian tuh asik tau" ucap Sowon.


"Iya tapi saking asiknya, dia suka bikin sakit hati sama kata kata dia" ucap Dino.


"Dan pastinya lo yang paling kesiksa ya?" tanya Sowon.


"Mm.. engga sih" jawab Dino.


"Ya ibaratnya kalo di grup lu tuh Sinb yang suka ngomong ngasal" timpal Seungkwan.


"Kwan!" bentak Sinb.


"Apa?" tanya Seungkwan.


"Dan lo yang paling bawel kaya emak emak pastinya" ucap Sinb membuat semuanya tertawa.


"Tapi kita beruntung ga sih punya leader yang paling pengertian, selalu ngutamain para member, sayang sama kita melebihi sayangnya dia sendiri" ucap Umji.


"Jelas dong!" jawab Yerin dengan semangat.


"Gua beruntung banget, meskipun Sowon unnie anak bontot dikeluarganya tapi dia bisa jaga kita semua dengan baik. Ga banyak yang bisa kaya gitu, biasanya anak bontot tuh manja. Tapi dia ga gitu" lanjut Yerin.


"Yerin-aahh" panggil Sowon, "Ah i love you so much! Gua terharu" ucap Sowon lalu memeluk Yerin.


"Eh tapi leader kita juga ga kalah hebat, dia juga bontot dikeluarganya tapi dia bisa jaga kita dengan baik...." ucap Hoshi.


Ucapan Hoshi terpotong oleh Scoups, "Berarti kita jodoh Won" ucapannya membuat semuanya tertawa, "Sama sama anak bontot tapi digrup kita jadi leader, sama sama bisa jaga anak anak dengan baik. Perpaduan yang sangat sempurna bukan?"


"Dih gesrek" ucap Sowon lalu masuk mobil Wonu.


...****...


Gimana? Wkwk author masih bingung iniii, ini juga bikin cerita gini harus sambil dengerin lagunya seventeen biar punya inspirasi wkwk.


See you in the next part!!


#horanghae🐯

__ADS_1


__ADS_2