As You Wish

As You Wish
Gagal Libur


__ADS_3

Sowon kesal setengah mati sampe rasanya ingin membunuh orang. Pasalnya hari libur yang seharusnya ia nikmati dengan rebahan dan bermalas malasan harus kandas begitu saja karna seseorang.


Jeonghan sudah menjemputnya dengan pakaian olahraganya. Ia tersenyum begitu melihat Sowon turun dari kamarnya dengan pakaian santai.


Lelaki tersebut dari pagi buta sudah ada dirumahnya, tanpa kabar dan langsung meneriaki namanya membuat tetangga sekitar penasaran akan ulahnya.


"Haaannn" rengeknya.


"Buruan keburu siang" ajaknya.


"Males tau, kemaren gua latian sampe malem banget, masih ngantuk" rengeknya lagi.


"Biar seger, lu harus jogging Won" ajaknya lalu menarik paksa lengan Sowon untuk mengikutinya.


Sowon dengan terpaksa mengikuti langkah Jeonghan, perbedaan tinggi badan mereka tidak jauh. Gadis tersebut mengatakan bahwa dirinya memiliki tinggi 173cm tapi kenyataannya banyak yang tidak menyangka jika tinggi gadis tersebut lebih dari 173cm, pasalnya pada beberapa kesempatan saat disandingkan dengan para lelaki tinggi dirinya bisa mengimbangi. Perbedaannya tidak terlalu jomplang.


Pagi ini Sowon memgenakan setelan berwarna abu terang dengan atasan model tank top, ia memadukannya dengan jaket tebal berbulu. Rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja.


Jeonghan yang melihat rambut gadis tersebut bergerak kesana kemari mengikuti pergerakan gadis itu hanya tersenyum dalam diam, ia lalu mengeluarkan ikat rambut dan memberikan pada Sowon.


"Iket rambut lu" titahnya yang langsung diangguki oleh gadis tersebut.


Sowon mencepol rambutnya dengan asal membuat rambut halusnya ia biarkan begitu saja, Jeonghan yang melihat itu dengan segera mengambil gambarnya dan memposting di story instagramnya. Hidung mancung, bibir tipis serta tinggi semampai itu membuat Jeonghan meneguk salivanya perlahan, sungguh pemandangan yang sangat indah.


Tanpa sepengetahuan gadis tersebut, lalu menjadikannya story instagram.


jeonghaniyoo_n



jeonghaniyoo_n Jogging with you✨️ bukan rock with you


"Gua cape" rengek Sowon.


"Yaelah baru segitu doang" ucap Jeonghan.


"Biarin gua istirahat dulu bentar" ucap Sowon yang langsung diangguki oleh lelaki tersebut.


Sowon memeriksa ponselnya dan melihat story yang Jeonghan update, matanya membola sempurna ketika melihatnya. Tangannya menutup mulutnya yang terbuka sempurna.


"Lu ya! Bikin gosip yang engga engga aja!!" ucap Sowon lalu ia memukul bahu Jeonghan yang sedang duduk bersamanya.


"Hahaha!" suara tertawanya menular, "Gapapa kali kali kita bikin gosip" ucapnya.


"Gila!" bentak Sowon.


Onedayxne


Onedayxne bukankah hari ini terlalu panas untuk berjogging?


Jeonghan lalu menarik kembali Sowon agar kembali berjogging. Dengan terpaksa ia mengikutinya meskipun kakinya sudah menginginkan untuk istirahat.


Dilain tempat Scoups yang melihat story dari Jeonghan hanya bisa menahan amarahnya, rasa cemburunya menggebu gebu, ingin rasanya menghampiri mereka tapi gengsi. Untuk apa juga ia menghampirinya, yang ada malah curiga.


Ketika matahari sudah mulai menampakan dirinya dengan sempurna, Jeonghan membawa Sowon kembali kerumahnya.


"Hah.. hah.. gila panas" ucap Jeonghan.


"Kan udah gua bilang" ucap Sowon yang langsung mendapatkan senyuman manis andalan lelaki tersebut.


"Gua numpang ngadem dulu deh" ucapnya.


"Yaudah, gapapa gua tinggal mandi?" tanya Sowon.


"Gapapa santai" ucap Jeonghan, "Gua tungguin"


Setelah Sowon menuju kamarnya untuk bersih bersih, ia menyusuri lorong ruang tamu yang menampilkan beberapa foto gadis tersebut bersama keluarganya. Hatinya menghangat, senyuman terbit begitu saja.


Setenga jam kemudian, Sowon turun untuk menghampiri Jeonghan yang tengah sibuk dengan ponselnya. Ia mengenakan kaos crop berwarna hitam yang menampilkan perut ratanya, ia memadukannya dengan rok jeans sebatas paha, kaos kaki berwarna hitam bergaris putih sebatas bawah lutut dan sneakers putih kesayangannya. Rambutnya ia sengaja dibiarkan menggantung dengan indah.


Jeonghan yang melihat itu terperangah menatapnya tak percaya, sunggu sudah beberapa kali dirinya jatuh pada pesona Sowon. Dan kini dirinya jatuh kembali, entah sihir apa yang sedang disuguhkan oleh gadis tersebut.


"Mau kemana lu?" tanya Jeonghan.


"Hang out gua" jawab Sowon.


"Sendirian?" tanyanya lagi.


"Kagak, bareng member lain" jawabnya.


"Yaudah kalo gitu gua pamit deh" pamit Jeonghan lalu mengacak rambutnya gemas, membuat sang empunya kesal.

__ADS_1


"Ish sialan!" decaknya.


Kepergian Jeonghan membuat Sowon terdiam ditempat, jantungnya berdegup tak karuan. Perasaan cemas sedang melandanya, namun dengen segera ia menghilangkan pikiran aneh aneh tersebut.


Scoups muncul dibelakang punggunya begitu dirinya menutup pintu rumah tersebut.


Deg...


Jantungnya berdetak lebih cepat melihat sosok laki laki tersebut dalam radius yang sangat dekat, bahkan hidung mereka tak sengaja bersentuhan. Sorot matanya membuat gadis tersebut nyaman namun ada kilatan amarah yang sedang laki laki itu rasakan.


"E.. eehh ngapain?" tanya Sowon terbata bata.


"Lu mau kemana?" tanyanya.


"Mau keluar" jawabnya.


"Sendiri?" tanyanya lagi.


"Ish ada apasih lu berdua sama Jeonghan? Kenapa juga kalian mesti muncul dihidup gua? Bikin pusing aja" jawab Sowon lalu ia melangkahkan kakinya namun tangannya dicekal.


"Stop bikin gosip sama Jeonghan, sekarang giliran gua yang bikin gosip" ucapnya dengan tatapan dingin.


Ucapan Scoups membuat bulu kuduk gadis tersebut merinding, tatapan dinginnya membuatnya tak bisa berkutik.


"Lepasin deh, gua mau kumpul" sentak Sowon lalu ia melepaskan cekalannya.


"Gua ikut" ucapnya.


"Ih ngapain? Lu ga kumpul sama member lu?" larang Sowon.


"Kagak, ini hari libur gua" jawab Scoups dengan santai lalu ia menarik lengan gadis itu untuk mengikutinya.


"Ini mau kemana sih?" tanya Sowon dengan kerutan terlihat jelas didahinya.


"Temenin gua ke taman depan doang, bentar" jawabnya lalu Sowon mengikutinya dari belakang.


Scoups yang menyadari gadis tersebut ada dibelakangnya dengan sengaja langkah lebarnya menjadi kecil untuk menyeimbangkan langkahnya dengan gadis dibelakangnya. Sedangkan Sowon yang melihat itu hanya cuek dan terus melangkahkan kakinya tak peduli dengan tatapan yang diberikan lelaki tersebut.


"Jadi mau ngapain disini?" tanya Sowon begitu sampai ditaman.


Scoups memejamkan matanya ketika semilir angin menerpa wajahnya, rambut yang menutupi dahinya tertiup angin membuat wajah tampan itu terlihat jelas. Sowon menatapnya dengan lama, seolah ada magnet yang mengharuskan dirinya untuk melihat pemandangan disebelahnya.


Bulu mata yang panjang, rahangnya yang tajam, lesung pipinya ketika tersenyum, hidung mancungnya sungguh ciptaan yang sangat sempurna. Sowon yang sadar akan tatapannya dengan segera mengalihkan pandangannya, ia beberapa kali menghembuskan nafasnya kasar.


Ponselnya berdering dan dengan segera ia mengangkatnya.


^^^"Hallo unnie!"^^^


"Hm, apa?"


^^^"Masih dimana? Masih lama?"^^^


"Gua diculik orang, kayanya bakal telat dateng"


Scoups yang mendengar itu dengan segera membuka matanya dan menatapnya tajam.


"Apa lu bilang?" ucapnya membuat Eunha yang sedang meneleponnya mendengar dengan jelas suaranya.


^^^"Unnie, siapa itu?"^^^


"Oh itu penculik gua, dah ya nanti gua kesana"


^^^"Unnie lu butuh bantuan?"^^^


"Bantuin aja supaya orang yang nyulik gua pergi karna ada urusan"


^^^"Gimana caranya?"^^^


"Minta Yerin kabarin pacarnya, bilangin kalo ketuanya nyulik gua"


^^^"Whooaaaa!!"^^^


"Jangan teriak dikuping gua bangsat! Ish cempreng lu!!"


^^^"Hehe maaf"^^^


"Buruan suruh Yerin buat kabarin pacarnya"


^^^"Aye aye kapten!!"^^^


Setelah Sowon mematikan panggilan tersebut, Scoups dengan segera menarik lengannya agar mendekat. Sowon melototkan matanya tak percaya.

__ADS_1


"Gua suka expresi lu" ucapnya dengan senyuman smirk dan alis yang diangkat andalannya.


"Satu grup emang ga ada yang bener isinya" ucap Sowon lalu ia mendelikan matanya menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan menilai.


"Apa lo bilang?!" tanyanya dengan kilatan marah dimatanya.


Sowon yang melihat itu susah payah meneguk salivanya, hatinya cemas. Ia takut namun senatural mungkin dirinya harus menyingkirkan perasaan takut itu.


"Emang gua salah? Bener kok, apa yang salah dari omongan gua?" tanyanya menantang.


Scoups yang mendengar ucapan dari gadis tersebut hanya bisa pasrah, emosinya benar benar terkuras jika berada disampingnya. Ia meredakan emosinya dengan menarik nafas panjang berkali kali. Sowon yang melihat itu hanya bisa menghela nafas lega.


Ponsel laki laki itu berdering berkali kali namun tak direspon, ia mengabaikannya. Ia lalu membuka pesan dari grupnya.


...Seventeen...


^^^Dino : Hyung lu dimana?^^^


^^^Mingyu : Hyung lu bener bener ye culik anak orang!^^^


^^^Wonu : Balikin emak pacar gua Hyung, anaknya panik nangis kejer minta dibalikin emaknya.^^^


^^^Dk : @Wonu Tumben lu ngomong panjang lebar^^^


^^^Wonu : Gegara leader lu juga tuh jadi cewek gua ngerengek, balikin Coups hyung. Ah elah gua yang ribet jadinya, taruhannya gua yang diputusin nih.^^^


^^^Hoshi : Weh ada apanih? Gua baru beres kasi makan maung langsung ribut digrup^^^


^^^Vernon : Maung lu dikasih makan apa hyung? Cewe yang semalem?^^^


^^^Dino : Kalo cewe mah dimakannya sama yang punya bukan sama peliharaannya^^^


^^^Woozi : Lu dimana hyung? Jangan bikin gara gara, pawang emaknya belom keluar nih, kalo keluar abis lu^^^


^^^Jun : Jeonghan hyung maksudnya?^^^


^^^Seungkwan : @Jeonghan hyung lu dipanggil^^^


^^^Dk : lu bego! Perang dunia yang ada^^^


^^^Seungkwan : Ada apaan nih emang? Gua baru buka chat soalnya hehe^^^


^^^Dino : Goblok emang:(^^^


^^^Wonu : Hyung balikin hyung:(^^^


^^^Mingyu : Lu dibawa kemana sih si Sowon? Njir Eunha mintol ke gua, lu apain emaknya?^^^


^^^Jeonghan : Coups balikin cewe gua!!^^^


^^^The8 : Cewe? Pacaran aja kagak^^^


^^^Joshua : Like it @The8^^^


"Bacot lu pada! Ini gua balikin lagi, ribet kagak gua unboxing juga. Dan apa lo bilang? Cewe? Sejak kapan? Lu utang penjelasan sama gua"


Scoups menghela nafas panjang, ia lalu menarik lengan Sowon. Gadis tersebut hanya menghela nafas kasar, ia pasrah.


"Makasih buat kali ini" ucap Scoups begitu sudah sampai digerbang rumah gadis tersebut. Sowon menatapnya tak percaya, matanya mengerjap berkali kali setelah kepergian lelaki tersebut.


Ia lalu membuka notifikasi pesan dari grupnya.


...Gfriend...


^^^Eunha : Unnie lu masih diculik?^^^


^^^Yerin : Gua udah mintol sama Wonu tapi dia ga bisa ngapa ngapain, leadernya emang kadang ga bisa dibaca pikirannya^^^


^^^Eunha : Gua juga udah mintol Kiming tapi dia juga ga bisa ngapa ngapain^^^


^^^Sinb : Bahkan membernya pun ga bisa bertindak, hebat emang bapak leader satu itu^^^


^^^Umji : Gua juga udah kirim pesan sama Bonon tapi ga dibales, sedih ya haha;(^^^


^^^Eunha : Bonon kan emang kulkas^^^


^^^Yerin : Iya tapikan ke Umji mah kagak, Unnie lu dimana njir. Gua udah nangis kejer gini tapi si Wonu ga ada respek^^^


^^^Yuju : Unnie!! Jawab^^^


"Gua gapapa guys, ini baru dibalikin sama Scoups"

__ADS_1


Setelah mengetikkan pesan tersebut, ia lalu memasuki rumahnya. Ia merebahkan dirinya dikasur empuk miliknya. Perasaannya campur aduk ketika mengingat kejadian bersama Scoups ditaman.


Makin mengingatnya malah semakin bertambah degup jantungnya, sungguh tidak normal. Ia lalu menutup matanya perlahan.


__ADS_2