
"Mau pesen apa?" tanya Yuju.
Mereka sedang istirahat sebentar, setelah sibuk latihan. Waktu belajarnya yang harusnya mereka pelajari memberikan mereka dispensasi karna mereka sudah berkali kali mengharumkan nama universitas.
Mereka sudah menyebutkan pesanannya, tinggal sang leader yang masih melamun. Pandangannya lurus menatap jalanan sepi.
"Gua minum ajadeh" jawab Sowon.
"Ga makan?" tanya Sinb.
"Ga laper" jawabnya lalu tersenyum.
"Susah ya kalo harus ngejaga penampilan" sindir Yerin.
"Tapikan makan banyak pun Sowon unnie ga mudah gendut" ucap Umji.
Jeonghan yang dari jauh sudah mengenali gadisnya dengan segera berlari lalu memberikan sesuatu yang dipegang tangannya.
"Cuman minum doang? Nih makan" ucap Jeonghan.
Sowon yang mendapat perhatian seperti itu kaget, ia lalu menoleh dan mendapati Jeonghan sedang tersenyum manis menatap kearahnya.
Para member Gfriend yang ada disana hanya bisa menatap, mereka kagum akan sosok Jeonghan yang bisa seperhatian itu pada leadernya.
"Hannie!!" ucapnya, lalu memukul bahu lelaki tersebut sangat keras.
"Aww" ringisnya mendapat pukulan mendadak, "Sakit sayang!" teriaknya yang langsung didengar oleh kedua grup tersebut yang pasti membuatnya salah paham.
Sowon berdiri dari duduknya dan berlari mengejar Jeonghan, sungguh pemandangan yang sangat langka serta lucu dalam waktu bersamaan.
"Eh tadi gua ga salah dengerkan? Jeonghan hyung manggil sayang?" tanya Dino.
"Udah pacaran kali" sindir Dk yang mencoba memanas manasi situasi, lalu melihat Scoups yang sedang memperhatikan pergerakan Sowon dan Jeonghan. Disana keduanya masih berlarian, bahkan Sowon sampai melepas jaket yang dikenakannya mencoba memukul Jeonghan dengan jaket tersebut.
"Berarti ada lagi yang pacaran di grup kita selain Wonu hyung sama Yerin?" tanya Mingyu.
"Loh bukannya lu juga lagi pdkt sama Eunha?" tanya Eisa dengan wajah tak berdosa.
"Mereka serius pacaran?" tanya Sinb.
"Kayanya engga deh, ga mungkin kan? Trauma Sowon unnie masih ada" jelas Umji.
"Cowo brengsek emang!" umpat Yerin yang membuat pandangan Wonu mengarah padanya.
"Kita perlu bicara" ucap Vernon pada Umji. Ia lalu menggenggam tangan Umji untuk menjauh sedangkan Umji hanya menatap tak percaya.
"Ada apa?" tanya Umji.
"Kenapa lu ga bales pesan gua?" tanyanya.
__ADS_1
"Astaga gua kira apa, ish pesan lu kelelep. Nanti gua bales" jawab Umji dengan wajah gemas.
"Expresi seperti itu cuma khusus buat gua aja, ga boleh diliatin ke oranglain" ucap Vernon lalu ia meninggalkan Umji begitu saja dengan berbagai pertanyaan dikepalanya.
Kepergian Umji dan Vernon menimbulkan beribu tanda tanya. Pasalnya Vernon dengan sikap cueknya dan Umji dengan sikap dewasa, perpaduan yang sangat mendominasi.
"Si Bonon kenapa lagi sama si dedek Umji?" tanya Joshua.
"Pacaran kali" jawab Scoups.
"Kita kesini niatnya mau makan, kenapa malah jadi pada liatin Sowon unnie sama Jeonghan sih?" ucap Eunha dengan nada lucu.
Mingyu yang melihat itu dengan segera menghampiri gadis tersebut, ia tersenyum cerah yang langsung diteriaki oleh member yang lain.
Sinb yang melihat Mingyu mendekati sahabat kecilnya tidak terima, "Eh diem ya lu buaya!" ucap Sinb.
"Gua ga ada urusan sama lu" ucapnya lalu kembali mendekati Eunha, ia lalu menarik Yerin agar berdiri dan mendorongnya menjauh.
Wonu yang melihat itu dengan segera menangkapnya, dorongannya jatuh kedalam pelukan lelaki tersebut. Tatapannya menggelap, lalu memukul kepala Mingyu.
"Lu apaan dorong cewe gue!" bentak Wonu.
"Maaf hyung" cicitnya lalu tersenyum canggung, ini pertama kalinya ia melihat Wonu marah dan itu sangat menakutkan.
"Aku gapapa" ucap Yerin menenangkan. "Ish sialan emang!" umpatnya lalu menendang tulang kering Mingyu.
"Aw!" ringisnya.
"Gapapa, ada ya manusia selucu ini" ucap Mingyu dengan gombalannya membuat Eunha tersipu.
Scoups yang daritadi memperhatikan Sowon, matanya membulat sempurna ketika gadis tersebut terjatuh. Ia lalu berlari untuk membantunya, tapi kalah cepat oleh Jeonghan yang dengan segera membantunya berdiri.
Para member yang melihat pun langsung menghampiri keduanya.
"Unnie are you okay?" tanya Sinb.
"Gapapa cuma lecet dikit doang" jawab Sowon.
"Han lu ga usah bikin dia lari larian bisa ga sih?! Jatohkan" bentak Scoups yang daritadi diam.
"Loh Cheol, are you okay?" tanya Joshua.
"Ah lupain!" ucapnya, "Jangan buat dia lecet, dia punya peran penting digrupnya" jelasnya lagi. Ia lalu menghampiri Sowon lalu memapahnya.
Sowon yang mendapat perlakuan seperti itu tidak mengerti, ia menatap heran wajah tampan dibawahnya ini yang kini sedang mengobati lukanya.
"Bandel sih" ucapnya, lalu ia kembali mengobati luka dikaki jenjang gadis tersebut.
Sowon diam tak bisa menjawab, Scoups lalu menatap gadis tersebut lama, pandangannya bertemu dengan mata indah milik gadis itu dan seakan ada magnet tersendiri untuknya. Ia tak bisa mengalihkan pandangannya, untuk sementara pandangan mereka saling mengunci satu sama lain tidak memperdulikan keadaan sekitarnya.
__ADS_1
Jeonghan yang melihat itu tak kuasa untuk menahan amarah, ia lalu mengikat rambut panjang Sowon dengan telaten. Perlakuan itu tak luput dari mata elang sang leader.
"Sebenernya leader kita kenapa sih?" tanya Hoshi.
"Ada cinta segitiga diantara mereka" jawab Woozi.
"Pusing ah liat mereka" ucap Dino.
"Kalo ga kuat, boleh lambaikan tangan kearah kamera" ucap Dk.
"Ini bukan variety show dodol" timpal Yuju.
"Tapi lucu ya kalo mereka jadian, sama sama emosian gitu. Ribut tiap hari dah" ucap Eunha.
"Lucuan lagi lu" timpal Mingyu yang langsung mendapat toyoran dari Sinb.
"Bi, diem deh lu. Itu tangan ga bisa banget diem" ucap Seungkwan pada Sinb.
"Kalian apasih, udah deh gua gapapa. Gua bisa iket sendiri Han" ucap Sowon, "Dan gua juga bisa obatin luka sendiri"
Scoups dan Jeonghan hanya diam tak menjawab, larut akan pikirannya masing masing. Sowon menjadi canggung diantara keduanya.
"Aduhh jadi laper" ucapnya, lalu membuat kedua lelaki tersebut berlari untuk memesan makanan.
Kedua grup tersebut kaget akan sikap mereka berdua, ada apa dengan Scoups? Itu sungguh bukan leader mereka. Yang mereka kenal, Scoups cuek pada lawan jenisnya. Bahkan untuk menatapnya saja ia tak mau. Tapi ini? Sungguh pesona Sowon tidak ada tandingannya.
Joshua memberikan nasi goreng miliknya pada Sowon, "Nih makan" ucapnya.
Mereka spontan menoleh dan mendapati Joshua tersenyum dengan manis untuk menanggapi, ada apalagi ini?
"Bentar jangan bilang kalo ternyata Joshua hyung juga nyimpen rasa buat Sowon?" tanya Hoshi bingung.
"Ga gitu konsepnya!" ucap Woozi.
Jeonghan dan Scoups kembali dengan kedua tangan yang penuh dengan makanan, tapi mereka dongkol ketika melihat ternyata gadis tersebut sedang melahap nasi goreng entah pemberian dari siapa.
"Sungguh pertarungan sengit antara 95line" ucap Eisa.
"Itu makanan punya siapa?" tanya Scoups.
Sowon tersenyun miring, "Joshua" jawabnya dengan santai.
Joshua tampak tenang, ia tersenyun setelah namanya disebut. Merasa telah menang.
"Pelan pelan makannya, gua ga akan minta balik kok" ucap Joshua lalu memberikan selembar tissue pada gadis didepannya tersebut.
"Makasih Josh" ucap Sowon lalu tersenyum hangat.
"Gua ga akan kasih lo tebengan lagi ya" ucap Scoups dan Jeonghan bersamaan.
__ADS_1
"Dih cemburu" sindir Joshua.