As You Wish

As You Wish
Hari-H


__ADS_3

"Persiapan buat nanti acara udah siapkan?" tanya Sinb pada Umji.


"Siap semua, santai" jawabnya.


"Akhirnya acara yang kita tunggu tunggu kini ada didepan mata" ucap Yuju.


"Vokal gimana? Aman?" tanya Yerin.


"Aman, gampang masalah vokal mah" jawab Yuju.


"Jangan dulu minum yang dingin atau makanan yang berminyak, leher lu amgetin biar pernafasannya lancar" ucap Dk yang tiba tiba ada dibelakangnya.


Yuju gugup karna kejadian kemaren, kejadian yang dimana dirinya menangis dan mengetahui fakta yang membuatnya terkejut.


"E.." beo Yuju.


"Yuk latian bareng" ajak Dk, "Kita latian pernafasan bareng"


"Hah?" beonya lagi dan lagi dengan wajah bingung.


"Gawat!" Eunha muncul dibalik pintu dengan menggebrak meja, membuat siapa saja yang berada diruangan tersebut terlonjak kaget.


"Kenapa?!" bentak Sinb.


"Sowon unnie kejebak macet!" jawab Eunha.


"Gawat! Acaranya meskipun masih lama tapi kita harus persiapan ini itu, dan cuma dia yang bisa diandelin ya lebih tepatnya emang selalu dia yang nyiapin segalanya yang tau segala macemnya" ucap Yerin.


"Macet parah banget?" tanya Dk.


"Total, katanya ada kecelakaan beruntun" jawab Eunha, "Aahh gimana?"


"Masih jauh dari sini?" tanya Umji.


"Masih" jawab Eunha, "Aahh pusing"


"Ada apa?" tanya Scoups yang baru datang.


"Tadi lu kejebak macet hyung?" tanya Dk.


"Heem" jawabnya, "Kenapa emang?"


"Mampus!" umpat Sinb lalu mencoba menghubungi Sowon.


"Halo?"


"Unnie! Masih belum jalan juga?"


"Sinb-yya!! Belum, macet banget, aahh gimana nih?"


"Oke tenang tenang, santai aja dulu. Biar gua yang urus disini, kita acaranya masih lama ya tapi ga lama juga sih karna kita juga harus gladi bersih dulu"


"Ah maaf, sekiranya gua belum datang. Kalian tampil tanpa gua gapapa"


"Engga! Unnie ga tampil, kita juga ga tampil"


Scoups lalu merebut ponsel Sinb.


"Hallo?"


"Ya? Siapa?"


"Scoups"


"Oh, kenapa Cheol?"


"Mending lu turun, ga guna lu tungguin sampe kapan juga ga akan berenti macetnya. Itu macet parah banget, kanan kiri macet total ga ada yang bisa maju sama sekali"


"Terus gua harus gimana? Ish sialan!"


"Lu mau ga mau jalan kaki aja, masalah mobil lu mah taro aja disitu"


"Untungnya sih mobil gua ada dipinggir jalan, yaudah mau ga mau gua jalan"


"Lu turun jalan dulu dari situ, ntar gua jemput"


"Hm, makasih ya"


"Hm"


Lalu ia mematikan ponselnya.


"Gua jemput dulu emak kalian" ucap Scoups.


"Thankyou ya" ucap Umji.


Scoups keluar dari ruangan itu lalu menuju parkiran, di lorong ia bertemu dengan member lain yang baru datang.


"Mau kemana lu?" tanya Jeonghan.


"Jemput masa depan gua" jawabnya cuek lalu ia berlari.

__ADS_1


Scoups mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata, ia melihat disebrangnya jalanan memang masih macet dan dimanakan Sowon berada?


Matanya menyipit ketika melihat seorang gadis sedang berlari, rambutnya yang terurai itu sangat acak acakan. Kemeja putih yang ia kenakan sudah tak karuan.


Ia lalu rurun dari mobilnya lalu berlari menuju gadis tersebut, kini gadis tersebut tengah beristirahat. Ia menekukan tubuhnya untuk mengambil nafas lebih dalam. Keringat membanjiri wajah cantiknya. Nafasnya memburu, rambutnya yang rapi menjadi berantakan.


"Ish sialan!" umpatnya, ia lalu kembali untuk berlari tapi pergerakannya terhenti ketika seseorang tersenyum kepadanya dengan sangat tulus.


"Good girl" ucapnya lalu ia merapikan rambut gadis tersebut.


Jarak diantara keduanya sangat dekat, bahkan lelaki tersebut bisa menghirup aroma leci dari nafas gadis itu. Matanya menatap butiran keringat yang bergulir dari wajah cantiknya, mata gadis tersebut lelah, kemejanya yang basah akan keringat membuat dalaman gadis tersebut tercetak dengan jelas.


"Yuk" ajak Scoups lalu menggandeng tangan Sowon untuk menuju mobilnya, ia tak menolak, dirinya sudah cukup lelah.


Scoups lalu membuka pintu untuk gadis tersebut, setelah gadis itu duduk, ia memasangkan seat beltnya dan berlari menuju kursi pengemudi.


"Ah cape" ucap Sowon, ia lalu mengibas ngibaskan kemejanya yang basah karna keringat.


"Kalo lu mau ganti, ganti aja dikursi belakang. Gua tungguin diluar" ucap Scoups.


"Nanti deh, gua mau istirahat dulu bentar ya" ucap Sowon lalu ia memejamkan matanya.


Scoups yang melihat itu dengan segera membuka kemeja yang ia pakai untuk menutupi bagian atas Sowon, sepertinya gadis tersebut tertidur. Terdengar dari nafas teratur gadis itu.


Ia meninggalkan jalan itu untuk menuju universitasnya, ia melajukan mobilnya pelan. Ia tak ingin kebersamaannya bersama gadis disampingnya berakhir dengan cepat. Sesekali dirinya melirik gadis yang sedang tertidur itu, karna terlalu fokus menatap Sowon ia hampir menabrak pejalan kaki. Ia lalu mengerem mobilnya secara mendadak membuat gadis tersebut bangun. Sebelum gadis tersebut bangun, tangan kirinya melindungi leher gadisnya takut akan terbentur dashboard.


"Ish pelan pelan" ucap Sowon yang terbangun dari tidurnya.


Scoups yang melihat itu dengan segera meminggirkan mobilnya, untuk mengecek keadaan gadis tersebut.


"Maaf" ucapnya, "Ada yang sakit?" tanyanya.


"Ga ada, cuma kaget aja" ucap Sowon.


"Yaudah lu tidur lagi aja" ucap Scoups yang langsung diangguki oleh Sowon.


Scoups kembali mengemudi dengan pelan, tangannya bersentuhan dengan tangan Sowon, ia lalu membenarkan posisi kemejanya.


Mobil Scoups sudah sampai diarea parkir universitasnya, ia lalu membangunkan gadis tersebut.


"Oh udah sampe?" tanyanya, "Makasih ya Cheol"


"Bentar" larang Scoups yang melihat Sowon akan turun dari mobilnya.


Ia lalu turun terlebih dahulu dan membukakan pintu penumpang, lalu ia memakaikan kemejanya pada gadis tersebut.


"Pake aja" ucapnya yang melihat Sowon ingin melepaskannya.


"Yaudah, sekali lagi makasih ya Cheol" ucap Sowon dengan tersenyum.


"Ekhem" dehak Hoshi yang melihat mereka masih bergandengan tangan meskipun sudah berada diruangannya.


"Eh" Sowon terlebih dahulu melepaskannya.


"Ekhm, lu duduk dulu" ucap Scoups pada Sowon, "Dino! Bisa beliin gua minum ga?"


"Bisa dong, lu mau minum apaan hyung?" ucap Dino.


"Lu mau apan Won?" tanya Scoups.


"Air putih aja" jawab Sowon.


Ia lalu mengedarkan pandangannya dan melihat membernya tidak ada ditempat dan baru menyadari bahwa dirinya cewe sendirian, ia lagi lagi mengecek ruangannya takut akan salah ruangan.


"Bener ini ruangan kita berdua, ngapain sih?" tanya Scoups.


"Member lu lagi gladi bersih" ucap Dk.


"Oh, gua baru sadar kalo ternyata cuma gua cewe disini" ucap Sowon.


Ia lalu berjalan menuju meja riasnya, ia membuka kemeja Scoups lalu mengalungkannya dileher. Ia merapikan rambutnya yang berantakan.


"Nuna.. mau gua sisirin ga?" ucap Mingyu.


"Kaya lu bisa aja" ucap Sowon.


"Bisa gua" ucap Mingyu.


"Yaudah boleh" ucap Sowon.


Mingyu lalu menghampiri meja rias gadis tersebut, ia lalu menyisir rambutnya dengan lembut. Scoups memperhatikan dari jauh, takut akan kejahilan Mingyu.


"Pake ini pasti cantik deh" usul Mingyu lalu ia mengeluarkan jepit rambut mutiara dari sakunya.


Sowon lalu berbalik menatap wajah serius Mingyu.


"Jangan bercanda" ucap Sowon.


"Serius gua, coba gua pasangin ya" ia lalu memasangkan jepit rambut tersebut. "Tuhkan bener, Coups hyung cantik kan?" tanyanya.


"Iya cantik" bukan Scoups yang menjawab, melainkan Jun.

__ADS_1


"Tuhkan gua bilang" ucap Mingyu.


"Thankyou ya" ucap Sowon, lalu ia berdiri dari kursinya dan melepaskan lilitan kemeja dilehernya. Ia menggantungkannya dan menyemprotkan sedikit parfume miliknya.


"Kemeja siapa itu?" tanya Sinb yang baru saja beres gladi bersih.


"Oh, punya Cheol takut bau keringet gua makanya dipakein parfume" jawab Sowon.


"Padahal bau keringet juga gapapa, kedoyanannya dia itumah" sindir Jeonghan yang daritadi diam tidak seperti biasanya.


"Haaann!" bentak Sowon.


"Apa?!" bentaknya balik, membuat Scoups menatapnya tak percaya.


"Lu bentak gua?! Kenapa marah sama gua?" tanya Sowon dengan nada tinggi.


"Kita perlu bicara" ucapnya.


"Nanti aja kita bentar lagi tampil" cegah Yuju.


"Kita ganti baju dulu" ucap Yerin.


Tibalah hari yang mereka tunggu tunggu. Hari dimana universitas mereka menjadi tuan rumah untuk acara taunan.


Baik member Seventeen ataupun Gfriend mereka sudah jelas sangat siap, diruang ganti kostum pun mereka saling berbincang dan melatih vokal serta gerakan mereka.


Tatapan mata Scoups tak jauh memperhatikan setiap gerakan dari leader member Gfriend tersebut. Sowon mengenakan kostum kebanggaannya, kali ini mereka mengusung konsep retro disko. Rambut hitamnya ia biarkan tergerai dengan indah.


Sedangkan Seventeen mengusung konsep mafia, mereka kompak memakai setelan berwarna gelap.


Tibalah saatnya Gfriend tampil, sebagai kubu yang baik, Seventeen pun turut melihat penampilan para gadis tersebut. Riuh tepuk tangan membuat mereka makin terpesona akan para gadis tersebut, mereka membawakan lagu mereka dengan sangat apik, dance koreografinya pun tegas dan sudah pasti sinkron. Vokalnya yang memukau serta visual yang sangat sempurna membuat penampilannya berhasil membuat para penonton takjub.


"Kita berhasil" ucap Sowon setelah turun dari atas panggung.


"Sukses besar" ucap Jeonghan.


"Fighting!!" ucap Sowon menyemangati.


Seventeen naik keatas panggung, visual mereka sungguh menawan, vokalnya pun tidak usah diragukan lagi. Member Gfriend yang sedang menonton pun dibuat takjub.


"Pacar gua" kagum Yerin.


Yuju yang sedaritadi memperhatikan Hoshi pun tak sengaja matanya menatap tatapan lelaki tersebut, ia tersenyum canggung lalu memalingkan matanya menatap arah lain, jantungnya berdegup kencang. Perasaan apakah ini?


Setelah Seventeen turun dari panggung, mereka berkumpul diruangan untuk memberikan persembahan special.


"Gimana kalo kita duet?" tanya Hoshi, matanya terus menatap Yuju.


"Duet?" tanya Scoups.


"Iya jadi gini kalian bawain lagu legend dari grup kalian" ucapnya pada member Gfriend, "Tapi sebelum kalian tampil gitu, harus ada seseorang yang tampil diatas panggung macam panggung teater gitu" jelasnya.


"Oh tau, boleh juga" ucap Sowon. "Jadi siapa yang mau tampil" tanyanya.


"Gini aja" Woozi berpikir, "Kita bawain pasangan, yang ga dapet pasangan harap maklum karna posisi ceweknya disini cuma setengahnya dari kita" jelas Woozi.


"Jeonghan sama Sinb, Jun sama Yerin..." mendengar nama kekasihnya dipasangkan dengan yang lain membuat Wonu membantahnya.


"Yerin sama gua" ucapnya.


"Engga, lu fokus sama bagian rap lu aja" jawab Woozi final, "Jun sama Yerin, Eunha sama Mingyu, Sowon sama Dk, Yuju sama Hoshi" lanjutnya.


"Bentar, kenapa gua harus sama nuna?" tanya Dk.


"Terus lu maunya sama siapa?" tanya Yerin.


"Ya gua mah sama siapa juga gapapa, cuma lu semua tau kalo pawang nuna serem serem" lanjut Dk.


"Kita disini profesional" ucap Sowon, "Jadi kalian jalanin sesuai part kalian aja, kita juga sama"


"Hoshi sama Yuju yang bakal naik ke atas panggung" ucap Woozi. "Dance breaknya terserah kalian aja, gua cuma ngasih dikit gerakan aja, tangan lu Hoshi pegang tangan Yuju terus pelan pelan tangannya cium tapi sebelum tangan lu kecium sama Hoshi lu lepasin terus Hoshi ngejar dengan cara narik tangannya"


Hoshi lalu memperagakan gerakan yang diinstruksikan oleh Woozi.


"Wohoo cepat tanggap" ucap Woozi.


"Gua ga bisa" ucap Yuju.


"Bisa, gua yakin lu bisa" ucap Sowon.


"Sowon unnie aja, dia cepet nangkep koreonya" tolak Yuju.


"Lah kok gua?" tanyanya.


"Ayolah tukeran aja, gua ga bisa" ucap Yuju.


"Yaudah jadi tukeran ya, Dk sama Yuju, Hoshi sama Sowon. Dan kalian yang bakal maju kepanggung pertama kali" ucap Woozi.


Hoshi dan Sowon berlatih sebentar dan mereka bertepuk tangan ketika koreografinya sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Memang tidak salah Yuju memilih Sowon untuk menggantikannya.


"Gimana masih pada semangat ga niihh?" Tanya Mc tersebut, "Kita ada pertunjukan special buat kalian, semoga kalian suka"

__ADS_1


Sowon dan Hoshi yang sudah berganti pakaian maju menuju panggung, mereka membuat penonton berteriak histeris ketika punggung tangan Sowon akan dikecup oleh Hoshi tapi ditolak. Sowon lalu berjalan pelan dan kembali ditarik oleh Hoshi, ia lalu mendorong bahi lelaki tersebut menjauh dan tibalah giliran grupnya tampil. Ia lalu bergabung. Dan yang terakhir mereka berkolaborasi dengan Seventeen. Sungguh hari yang sangat melelahkan untuk mereka.


"Good job guys!" ucap Scoups yang puas dengan penampilan mereka.


__ADS_2