As You Wish

As You Wish
Aku tau


__ADS_3

Ketika sinar matahari menembus sela-sela tirai jendela, Sowon masih sibuk bergelung diatas ranjang. Sejak semalam matanya sama sekali tidak bisa terpejam. Pesan dari Scoups sukses membuatnya kepikiran.


"Unnie!"


Suara yang tak asing dari luar kamar membuatnya tersentak, Eunha sepertinya datang entah dengan tujuan apa karena sepagi ini.


"Pintunya ga dikunci, masuk aja Eunha!"


Pintu itupun terbuka perlahan, memunculkan wajah Eunha yang menyembul dari luar. Senyuman merekah dari bibirnya saat gadis itu berjalan masuk. Sowon sendiri langsung bergerak bangun dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


"Belom sarapan pastinya" tebak Eunha dengan suara lembut khasnya, sembari membanting pantatnya ditepian ranjang.


Sowon menggeleng. Jangankan untuk sarapan, keluar dari kamarnya saja sungguh dia malas.


"Ohya tumben kesini" ucap Sowon lalu ia menicingkan matanya. "Pagi pagi banget lagi"


Eunha yang mendapat tatapan seperti itu hanya tersenyum tanpa dosa.


"Wah! Kayanya ada yang ga beres" tebak Sowon.


Lalu ia bergerak menuju tepian ranjang, kaki jenjangnya turun untuk memakai sendal kesayangannya. Ia akan turun ke dapur. Eunha yang melihat itu hanya mengikuti dari belakang.


Tanpa Sowon tau, ternyata Mingyu dan Scoups sudah menunggunya dibawah.


Karna masih mengantuk, Sowon jadi tidak menyadari. Ia berjalan menuruni tangga dengan tangan yang masih mengucek kedua matanya.


Scoups yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Bentar ada yang aneh" ucap Sowon begitu sudah sampai didapur. Ia lalu mrlihat kearah ruang tamu dan mendapati Scoups dan Mingyu yang tengah menatapnya. "Aaaahhh!" teriaknya.


"Una!! Awas lo ya" teriak Sowon, lalu ia berlari menuju kamarnya.


"Kenapa nuna?" tanya Mingyu penasaran.


"Gatau, tapi dia lucu" jawab Scoups.


Scoups melihat penampilan Sowon yang beda dari biasanya, tanpa make up dan wajahnya yang sangat natural membuatnya semakin jatuh cinta. Rambut panjangnya yang berantakan. Matanya yang masih mengantuk, suara khas orang bangun tidur.


Eunha yang merasa bersalah dengan segera naik ke kamar sang Leader.


"Unnie!"


Eunha memanggil dari balik pintu, namun tak kunjung dibuka.


"Unnie!! Maaf" sesalnya.


"Buka aja!" teriak Sowon dari kamarnya.


Eunha berjalan secara perlahan, wajahnya menunduk menatap lantai. Kedua tangannya dia lipat didepan dada.


"Jelasin!" pinta Sowon.


"Gua mau ngajakin jogging, kebetulan Mingyu ngajakin Scoups juga" jelas Eunha.


"Kenapa ga bilang?" tanya Sowon dengan kesal, "Atau coba kasih tau dulu deh, gua kan malu"

__ADS_1


"Kata Scoups, lu lucu kok unnie" jawab Eunha.


"Ogah ah gua mau tidur, semaleman ga bisa tidur" tolak Sowon.


"Ayolaaahhh" rengek Eunha.


"Ga mau!" tolak Sowon.


"Unnie!" rengeknya lagi.


Setelah menimbang-nimbang, akhirnya Sowon berjalan menuju kamar mandi.


"Yaudah tunggu dibawah" ucap Sowon.


Eunha pun menggangguk dengan semangat, ia lalu turun untuk menemui Mingyu dan Scoups yang sedang bersantai diruang tamu.


"Gimana?" tanya Mingyu begitu Eunha turun dari kamar Sowon.


"Mau, lagi mandi dulu" jawabnya. "Lagian napa sih harus sama Scoups? Sowon unnie belum tidur dari semalem, dia insomnia"


"Sowon ga bisa tidur?" tanya Scoups.


"Iya dia bilang tadi gitu" jawab Eunha.


Eunha kali ini memakai setelan olahraga dari merk ternama berwarna putih, sepatu olahraga berwarna putih serta rambut pendeknya ia ikat dengan poni yang sengaja ia biarkan.


Mingyu memakai setelan training berwarna coklat dengan kaos berewarna putih, sepatu berwarna coklat.


Scoups memakai setelan olahraga dari merk ternama berwarna hitam, sepatu olahraga berwarna hitam, ia memakai topi hitam.


"Yuk" ajak Sowon.


Mereka berangkat hanya menggunakan satu mobil, Mingyu duduk dikursi kemudi dan ditemani oleh Eunha disampingnya. Sowon dan Scoups dibelakang. Suasana canggung menyelimuti mereka, tak ada yang berani bersuara.


"Mm.. gimana semalem?" tanya Sowon pada Eunha.


"Seru!" ucapnya dengan tatapan berbinar, "Tau ga kalo Jin oppa nanyain unnie terus, katanya kenapa ga ikut. Malah tadinya dia mau nyusul ketempat unnie" jelasnya.


Scoups yang mendengar itu tak kuasa menahan amarahnya, ia mencengkram kedua tangannya kuat kuat guna meredakan emosi.


"Ohya? Mm.. ternyata dia masih inget alamatnya" gumam Sowon tapi masih bisa didengar oleh Scoups yang langsung beralih menatap wajah Sowon.


"Bentar deh, jadi maksudnya Jin hyung tau alamat kakaknya Sowon nuna?" tanya Mingyu.


"Tau, semua member Bangtan pada tau" jawab Sowon tanpa merasa bersalah.


"Tapi kita kok ga tau" gumam Mingyu.


"Karna dulu sebelum kenal kalian, kita lebih dulu kenal sama Bangtan. Kita udah pada tau satu sama lain, udah hafal juga habit masing masing, malah karna hampir tiap hari kita barengan. Muncul rumor yang bilang kalo ternyata Sowon unnie dating sama Jin oppa" jelas Eunha, "Tapi itu semua ternyata cuma rumor doang" lanjutnya.


"Hey! Kita berdua cuma temen lagian" timpal Sowon.


"Tau" ucap Eunha, "Tapi ternyata banyak loh yang ikut kapal Sowon-Jin" lanjut Eunha.


"Mm.." Sowon yang melihat situasi sudah tidak terkontrol, "Yha! Udah deh ga usah dibahas. Itukan masalalu"

__ADS_1


"Masih kontekan sama Jin oppa?" tanya Eunha melirik Sowon dari kaca spion.


Sowon melirik kearah Scoups yang sedang melihatnya, menunggu jawaban dari gadis tersebut. Tatapan matanya tajam, seakan dirinya sedang diintimidasi.


"Masih, tapi seperlunya aja" jawab Sowon.


"Malem juga dia telponin Sowon unnie tapi dia kesel soalnya panggilannya ditolak terus" ucap Eunha.


Sowon tertawa mengingat kejadian semalam, ia harus terus menolak panggilan dari Jin karna ia sedang asik chattingan dengan Scoups.


"Kenapa harus ditolak sih?" tanya Eunha penasaran.


"Oh haha" ucap Sowon, "Gua tolak soalnya lagi chattingan sama Cheol" jawabnya dengan santai.


"Oh jadi pantesan aja ya semalem pas kita lagi asik kumpul, lu sibuk sama ponsel lu hyung. Taunya lagi chattingan sama nuna" sindir Mingyu.


Scoups yang disindir seperti itu hanya bisa tertawa, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ya gituu" jawab Scoups pada akhirnya.


"Nuna!" panggil Mingyu.


Sowon yang dipanggil pun dengan segera mengalihkan pandangannya, beralih menatap Mingyu.


Kini mereka sudah sampai di area car free day setempat.


Scoups membukakan pintu untuk Sowon yang langsung disambut dengan baik oleh gadis tersebut.


"Apaan tadi?" tanya Sowon pada Mingyu.


"Tau ga kalo ternyata bukan cuma 95line yang ngejar nuna?" tanya Mingyu yang membuat Sowon mengerutkan keningnya.


"Maksud gua, ternyata bukan cuma Scoups, Jeonghan sama Joshua doang yang ngejar nuna. Tapi ada seorang lagi, dan orang itu tak terduga" jelasnya.


"Ohya? Siapa?" tanya Eunha dengan antusias.


Sowon yang sudah tau jawabannya hanya bisa diam, ia tak bisa bergerak.


"Dino!" ucap Mingyu.


Membuat Eunha membuka mulutnya dengan lebar, matanya menatap tak percaya akan apa yang sudah ia dengar.


"Tau" ucap Sowon, "Lagiankan emang dia duluan yang deketin, malah sebelum gua kenal member Seventeen"


"Dan lu tau kalo Dino deketin lu?" tanya Scoups kali ini.


Sowon mengangguk, "Dulu banget dia kalah taruhan terus nyuruh buat deketin gua" jelas Sowon, "Gua ga tau kalo ternyata dari situ dia mulai suka"


"Dan asal kalian tau kalo ternyata Sowon unnie itu paling peka masalah ginian, dia bisa langsung tau siapa aja yang suka sama dia" jelas Eunha.


Penjelasan Eunha membuat Scoups tercengang, pantas saja Sowon bisa langsung tau jika dirinya menyukai gadis tersebut.


"Nih pake" Scoups lalu memberikan topi yang ia pakai, lalu memasangkannya pada Sowon.


Sowon yang merasa terganggu dengan cepolannya dengan segera melepasnya, lalu memasangkan kembali topinya. Kini rambut panjangnya ia biarkan tergerai dengan indah dengan topi milik Scoups yang membuat penampilannya semakin sempurna.

__ADS_1


__ADS_2