
tok...tok...tok..."
"Sorry ganggu loe bro, tapi kita sudsh ditunggu di ruang rapat" ucap Satya
"Oke...Cempaka biar aku tunjuin gimana cara menghadapi tikus yang tidak tau malu, yuk kita ke ruang rapat" Ucap Erlangga pada Cempaka sambil memasangkan lembut topinya
"Saya ikut ke ruang rapat bos" ucap Cempaka bingung
"Iya..." Ucap Erlangga diikuti senyum Satya
.....
"Lang...kamu sudah datang, ayah menunggumu sejak tadi, oh ya papa tau kamu sibuk, tapi sekali kali pulang dong, mami dan adik adikmu sering skali ngeluh kamu jarang pulang "ucap Prayoga pada Erlangga ketika Erlangga mencium pipi ayahnya ternyata ruangan rapat sudah penuh,semua manager divis dan sudah ada di tempatnya
"Maaf pah, akhir akhir ini jadwalku agak padat, nanti kalo ada jeda,aku akan pulang untuk makan malam, tolong sampaikan salamku pada tante hana, tristan dan kirana" ucap Erlangga
"Kamu masih saja memanggilnya begitu" ucap prayoga
"Maaf pah, aku benar benar lupa, aku masih saja ingat,kalau dia Sekretarismu, aku lupa memanggilnya momie, sudahlah Satya itu salahmu tidak mengingatkanku" ucap Erlangga Santai sambil mencari tempat yang langsung berseberangan dengan ayahnya
"Lia...ambilkan satu kursi lagi, tempatkan dibelakangku untuk tempat duduk cempaka" ucap Erlangga
"Pegawai baru? "Tanya Prayoga ingin tau
"asistenku" jawab Erlangga
"Tunjukkan wajahmu, tidak sopan memakai topi di dalam ruangan apalagi ada pimpinan tertinggimu disini" ucap Prayoga
"Wah....cantik sekali" ucap Prayoga tergoda ketika Cempaka membuka topinya sementara yang lain pun memandangi cempaka dengan terpukau
"Pakai topimu kembali dan tundukkan kepalamu" ucap Erlangga lalu melihat ke arah ayahnya dengan pandangan dingin dan Prayoga pun seketika mengerti
__ADS_1
"Ayah...dia pegawai yang digaji dengan uang pribadiku bukan uang perusahaan dan ayah pasti tau siapa pimpinan tertinggi di perusahaan ini" ucap Erlangga dingin sehingga suasana ruangan menjadi sepi
"Anakku sifat posesifmu belum saja hilang, aku akan menunggu kabar baik darimu, sekali sekali bawalah dia pulang untuk makan malam, jadi ayo kita mulai rapat ini"kata Prayoga
....
"Jadi dari semua kemajuan yang ada dapat saya sampaikan kalau perusahaan berjalan baik keuntungan pun stabil untuk pembukaan anak cabang di Jepang pun sedang tahap kalkulasi" ucap Margaret sang manager keuangan tersenyum manis pada Erlangga sebagai laporan akhir.
semua tau Margaret sudah lama mengejar Erlangga, dengan kecantikan, pendidikan dan asal usul keluarga, ditambah lagi dukungan dari keluarga wilson dan sikap erlangga yang baik padanya, semua pegawai di wilson corp percaya dan tunduk padanya, hanya tinggal menunggu waktu, dia akan menjadi nyonya Erlangga
"Margaret pemaparanmu baik, tapi sebentar aku ingin menanyakan ini , pada bulan ini aou tercatatkan mengambil uang hampir sebesar 1.5 M lebih untuk pembelian mobil,pakaian dan apalah, bisa kau jelaskan" ucap Erlangga dingin ruangan menjadi berbisik
"Itu...hhmm....begini Erlang, eh...pak Erlangga,hhmm..." Ucap Margaret kikuk
"Jelaskan, dan setauku ini bukan kali pertama terjadi,kali ini hanya jumlahnya yang paling besar" ucap Erlangga
"Begini pak Erlangga, tante hana dan saya, eh... Kami tau kalo sabtu besok kamu ada undangan untuk launching produk L*,jadi kami ingin kamu terlihat sempurna jadi eh ..kami membelikan pakaian dan mobil untuk acara itu, tapi itu bukan jumlah yang besar, tidak mempengaruhi neraca perusahaan" ucap Margaret terbata bata sambil membuat pembelaan dirinya
"Bukan begitu maksudku, tante hana juga menyetujuinya, jadi kupikir" ucap Margaret
"atasanmu aku atau tante hana Satya pindahin dia ke kantor cabang" kata Erlangga dingin
"Kamu nggak bisa melakukannya, keluarga kita tidak akan mengijinkan itu " ucap Margaret sambil berteriak
"Kamu lupa aku adalah penerus keluarga Wilson, keputusanku adalah keputusan wilson corp dan keluargaku, Ayah apa kamu meragukan keputusanku" ucap Erlangga bertanya
"Erlangga walau ayah CEO dan kamu direktur utama tapi kita semua tau selain penerusku, kamu memiliki saham dari ibumu, jadi cepat atau lambat perusahaan ini milikmu, jadi tidak ada yang meragukan keputusanmu,tapi nak berbelas hatilah sedikit, dia anak colega kita dan dia sudah lama menemanimu, hanya satu kesalahan kecil" ucap Prayoga pasrah
"Kalau aku nggak mikir hubungan kita dengan om brata, aku pasti sudah memecatnya" ucap Erlangga dingin
"Dan aku juga ingin kalian semua tau aku memang jarang ke kantor, tapi itu bukan brarti aku tidak tau apa, kalian digaji untuk bekerja dan menunjukkan hasil padaku dan saya rasa rapat kali ini kita cukupkan saja, ayah maaf untuk hari ini aku pergi dulu" Ucap Erlangga dingin dan pergi, hal ini membuat Cempaka pun mengejarnya
__ADS_1
"Maaf atas semua, pak Prayoga saya mohon diri dulu "ucap Satya
"Erlang...." Ucap Margaret berteriak dan mengejar sehingga menjadi tontonan
"Apa yang terjadi kamu berubah, itu hanya kesalahan kecil, aku bisa mengganti uang itu, maaf lang aku kehasut mamah hana" ucap Margaret berusaha mendekati Erlangga, tapi langkahnya terhenti oleh para bodyguard
"Maaf Mbak tolong jangan mendekat" Ucap Richard kepala bodyguard
"Erlangga..."ucap Margaret merayu
"Maaf...permisi" ucap Cempaka dengan santainya
"Tunggu...jangan jangan kamu yang bikin Erlang berubah" ucap Margaret mencecar Cempaka
"Dih....dianya yang salah nyalahin orang lain, ucap Cempaka mengejek
"Elo..." Ucap Margaret tiba tiba mendekati Cempaka
"Stop..." Ucap Erlangga tiba tiba berdiri di depan Cempaka
"Erlang dia siapa, dia cuma anak kemarin sore, paling cuma Mahasiswa yang nggak ada uang, cuma asisten aja kan, knapa harus bela dia " ucap Margaret lagi
"Loh kok tante tau aku mahasiswa kere, jangan jangan udah survey ya, ya setidaknya aku nggak nyuri uang tuanku kayak situ ya" ucap Cempaka sambil menjulurkan lidahnya
"Tante...dasar anak kurang aj*r" ucap Margaret marah
"Diihhh.... Aslinya keliatan,tante jangan marah marah nanti keriputnya nambah "ucap Cempaka mengejek tanpa disangka margaret tiba tiba menyerang Cempaka, tapi bukan Cempaka namanya kalau tidak cepat tanggap, Cempaka 2 tahun ini diberi banyak pelatihan, salah satunya jujitsu, jadi dengan santai dia bisa mengelak dan memukul balik sehingga Margaret terjungkal, lalu Cempaka pun jongkok dan melihat ke arah Margaret
"Kamu tau nggak, mahasiswa kere inilah yang menage keuangan pak Erlangga, dari hal terkecil sampai paling besar, jadi apapun caramu menutupi pembelian ngawurmu yang lebih dari 1,5 M itu pasti terlihat, oh ya aku juga bukan bocah kemarin sore kayak kamu bilang, sudah hampir 3 tahun aku mendampingi pak bos, aku juga terbiasa dilatih bela diri untuk melindungi dirinya dan bosku, jadi berpikirlah sebelum bertindak " ujar Cempaka dengan nada dinginnya
"Sudahlah...ayo pergi "ucap Erlangga sambil menarik Cempaka pergi
__ADS_1