
"Erlangga, dia hanya seorang asisten,dia hanya hal baru untukmu sebagai pelengkap projekmu kan,akulah yang menemanimu selama ini,apa kamu lupa" ucap Margaret mulai menangis
"Aku menjadikannya asistenku agar dia lebih fau tentang aku dan bisa mengurus semua kebutuhanku,dia sudah disampingku selama 3 tahun,jadi dia bukan hal baru,dan Margaret selama ini kita ini colega"ucap Erlangga
"tapi orang tua kita sudah setuju,hanya tinggal peresmiannya saja"ucap Margaret sambil menangis
"Cukup...aku masih bersikap baik karena kamu anak om brata,jadi jangan memaksaku, ayo pulang"ucap Erlangga lalu mencium cincin yang ada di jari Cempaka
"Cincin itu..."ucap Margaret terkejut lalu menangis,dia sangat tau arti cincin itu,cincin yang hanya dimiliki oleh nyonya Aditama dan ketika itu ada di tangan Cempaka, da sadar kalau dia telah kalah.
.....
"Bagus sekali caramu menangani keadaan tadi" Ucap Erlangga pada cempaka dalam perjalanan kembali
"Kamu lapar nggak?"ucap Erlangga bertanya
"nggak"ucap Cempaka sekenanya
"ngambek?"tanya Erlangga lagi
"mana brani saya ngambek bos,bos sebenarnya ada hubungan apa sama mbak Margaret kok saya nggak tau ya,saya kan hapal siapa aja yang pernah jadian ama bos, kok dia sampe sebegitunya ya,apa saya sejelek itu ya bos,sampe dia hina saya kayak tadi "Ucap Cempaka sambil menangis
"astaga honey....jangan nangis,dia hanya orang asing, nggak ada apa apanya sama kamu,dan aku juga tidak pernah memiliki hubungan spesial dengannya"ucap Erlangga sambil menarik Cempaka ke dalam pelukannya, Satya dan Bobby saling pandang dan tersenyum melihat bagaimana manisnya bos mereka
__ADS_1
"tapi kok dia gitu banget,bos nggak capek ada orang deketin bos kayak gitu?maaf ya bos, tadi saya pasti buat malu bos ya, saya nggak tau bedanya wine sama apa tadi,tapi saya janji pasti lebih berusaha membuat semua orang percaya kalo aku tunangan bos,biar bos nggak malu"ucap Cempaka tersedu
"anak aneh....aku kira kamu nangis karena terhina..."ucap Erlangga sambil memeluk cempaka
"Bos....nggak usah meluk meluk,udah nggak ada orang lagi kan,ntar si bobby ngirain kita beneran pacaran,dari tadi dada saya ini udah mau copot,akting bos kebangetan" Ucap Cempaka sambil berusaha melepaskan diri
"really?dan Cempaka kapan saya bilang hubungan kita ini bohongan" ucap Erlangga bertanya
"dan aku mau menanamkan satu hal dalam otakmu yang kecil ini"Ucap Erlangga sambil menoyor halus kepala Cempaka
"kapan aku sudah menidur*mu?dan kalaupun memang sudah,demi nama baik dan keamananmu harusnya sedikit kau sembunyikan bukannya kamu gembar gemborkan, kita belum menikah sayang, satu lagi siapa yang kau sebut janda terhormat? seumur hidupku aku ingin hanya menikah 1 kali, mengerti"Ucap Erlangga gemes
"eh.... saya sempet bilang gitu ya bos, astaga gimana ini" Ucap Cempaka galau dan Erlangga hanya bisa tertawa kecil
"untungnya tadi nggak ada wartawan,tapi tetap akan ada bisik bisik, Bang Satya, perketat penjagaan untuk Cempaka, mulai besok teman teman wartawan akan mencari tau tentangmu, untungnya aku sudah mengaturnya" Ucap Erlangga santai sementara Cempaka masih bengong menyesali kebod*hannya
"tenang aku akan bertanggung jawab tentang itu,sebulan lagi kita menikah saja ya" Ucap Erlangga dengan santainya dan membuat mobil tiba tiba terguncang
"Bos...jangan aneh aneh lah,masak nikah bos? masa kayak novel novel nikah kontrak gitu,masa 6 bulannya saya beneran janda bos"ucap Cempaka sengit
"nikah kontrak 6 bulan gimana,kamu nggak inget tadi aku bilang aku hanya ingin menikah 1 kali dalam hidupku, jadi kalo nikahnya cuma 6 bulan ya aku yang rugilah"ucap Erlangga lucu
"maksud bos gimana sih? masa kita nikah bos" ucap Cempaka bingung
__ADS_1
"Cempaka coba liat aku, aku single kamu juga, satu satunya wanita yang dekat denganku hanya kamu, dan aku adalah satu satunya pria yang dekat denganmu, jadi dimana masalahnya?atau jangan jangan kamu ada deket sama pria lain" Ucap Erlangga
"Deg...mam*us ini baru mau buka hati sama cowok, udah ketahuan aja" Ucap Cempaka dalam hati
"Cempaka..." ucap Erlangga dingin
"nggak lah bos,dalam kontrak kerja saya,saya harus mengutamakan bos,jadi ya mana ada waktu buat nyari cowok"ucap Cempaka Pelan
"Bagus...dan ingat kata katamu itu cempaka, karena aku tidak akan membiarkan kamu sampe dekat dengan pria lain, jadi semua clear kan"Ucap Erlangga lagi
"Clear gimana bos, kemarin kan cuma nyamar jadi pendamping, kok sekarang malah jadi nikah,ya nggak bisa gitu dong bos,nikah itu harus didasarkan Cinta" Ucap Cempaka serius
"pertama, saat aku memutuskan kamu akan mendampingiku, aku tidak menambahkan kata nyamar, Kedua kamulah yang tidak menyangkal masalah tidur dan meniduri jadi nama baikku dipertaruhkan disana, ketiga sejak kamu jadi asistenku aku memang slalu berpikir untuk menikahimu,terakhir masalah cinta,itu hanya cerita dongeng"Ucap Erlangga ketus
"aku nyaman dengan keberadaanmu, aku siap menafkahimu lahir dan batin, dan aku juga akan menghormati dan menjagamu sebagai pasangan dan aku akan setia padamu seumur hidupku, jadi apa ada yang kurang dengan itu" Ucap Erlangga dan Cempaka hanya bisa terbengong mendengar ucapan bosnya, sepertinya ada yang salah
"Cempaka" Ucap Erlangga dengan nada bertanya
"Bos...aku tetap berpikir kalo pernikahan itu harus dengan hati dan kita juga belum saling mengenal,eh maksud saya sebagai asisten saya memang mengenal bos luar dalam tapi..." Ucap Cempaka bingung
"Jangan bilang kalo kamu kira aku tidak mengenalmu luar dalam Cempaka,di luar nalarmu, aku tau semua kebiasaanmu sampai hal terkecil sekalipun"Ucap Erlangga malas
"tapi bos seandainya itu benr,kita tetap tidak ada chemistry,pasangan itu saat berdekatan harus ada rasa Deg... ehh"Ucap Cempaka tiba terputus saat tiba tiba badannya berpindah tempat ke pangkuan Erlangga
__ADS_1
"kenapa diam, apa maksudmu chemistry seperti ini, dan coba rasakan hatimu apa rasa deg yang kamu cari sudah datang?"ucap Erlangga dengan nada dalamnya. dan tanpa diduga Erlangga menc*um lembut b*bir cempaka, menyesap rasa manis yang sudah lama dia impikan, membelai lembut dengan lidahnya yang basah, sambil mencoba mencari celah untuk masuk ke bib*r manis itu....
"ehem..."sontak kesadaran merayap masuk ke otak Erlangga, dia pun menghentikan cium*nnya, dan memeluk erat Tubuh Cempaka