
Pagi ini wilson corp mengadakan rapat pemegang saham, agendanya membahas kinerja bulanan perusahaan tersebut, hampir semua pemegang saham dan direktur datang termasuk Erlangga. Kedatangan Erlangga tentunya menjadi magnet bagi semua pegawai yang ada disana, karena selain sebagai direktur dan anak pemilik perusahaan, citranya sebagai aktor tentu menarik untuk dilihat, yang membuat lebih menarik Erlangga memang aktor terkenal, tapi saat memasuki wilson corp dia memposisikan diri sebagai direktur yang kurang mudah untuk didekati dayang langsung masuk ke ruangannya, dan Pengawalan yang ketat selalu ada di depan ruangannya.
"Slamat pagi pak Satya,rapat hari ini masih 1 jam lagi" ucap lia sang reseptionist ketika satya menuju mejanya
"Apa CEO kita, tuan Prayoga wilson sudah datang?" tanya Satya
"Sudah, tuan Prayoga sedang diruangannya menunggu tuan Erlangga datang. apa pak Erlangga mau bertemu beliau, biar saya hubungi asistennya dan apa yang harus kami siapkan untuk pak Erlangga" ucap Lia lagi
"Nanti kutanyakan lagi,oh ya untuk kebutuhan erlangga, diskusikan saja dengan Cempaka, dia asisten pribadi erlangga biasanya dia mempersiapkan kebutuhannya sebagai aktor, dan perintah erlangga mulai hari ini dia akan menjadi pegawai khususku juga jadi jika ada data atau apapun itu,serahkan saja ke dia" Ucap Satya tegas
"Pak Satya, untuk ruangannya dimana " tanya Lia kaku
"Kemarin aku kan sudah memintamu untuk memasukkan 1 meja kerja tambahan di ruangan Erlangga, belum diisi?" Ucap Satya kaku
"Maaf pak, saya kira itu untuk arsip saja,segera saya siapkan" ucap lia terbata bata
"Urus Cempaka dengan baik, dia orang khusus" bisik Satya dan lia hanya bengong mendengarnya
"Cempaka loe disini dulu, trus tanya ke mereka dimana tempat kerja loe,.gue ke ruangan ya" ucap Satya memanggil cempaka yang masih sibuk memandangi kantor ini.
"Hai,kenalin gue Cempaka, asisten pak Erlangga" sapa Cempaka ramah
"Oh...saya Lia mbkini teman saya indri, mbak Cempaka duduk di sofa bentar ya,saya siapin tempat mbak dulu, mbak mau minum apa?" Ucap Lia terbata bata
"Nanti aja minumnya, Nggak usah panggil mbak lagi,saya jauh lebih kecil dari mbak lia, ya udah tak tunggu disana ya "ucap Cempaka ramah dan duduk kembali
"Loe kenapa kayak segan gitu, cantik sih, tapi tu anak masih bocah, paling magangan skripsi, malah loe panggil mbak, tuaan kita kalee,eh tadi pak satya bilang apa?" Bisik indri
__ADS_1
"Loe emang nggak bisa baca sikap ya bikin gedeg aja, pikir ny*t kapan pak Erlangga pernah ngajak cewek kesini, coba liat dia cantik kayak barbie giru loe bilang agak cantik mata loe jul*ng, bikinin minum sana, gue mau minta back office buat masukin 1 meja kerja di ruangan pak Erlangga" ucap Lia
"Buatin minum? Ogah...mang dia siapa pegawe baru malah dibuatin minum, paling salah satu ponaan atau kenalan pak erlangga yang lagi skripsi, melunjak ntar" jawab Indri
"Astaga indri loe buta apa gimana, coba loe liat cowok cowok pake baju item itu, yang 3 emang jaga di depan pintu bos kayak biasa, tapi yang 2 itu" tunjuk Lia
"Dia jagain orang yang loe bilang pegawe baru, kira kira kalo pegawe baru di jagain bodyguard yang biasa jagain bos itu maksudnya gimana" ucap Lia Kesel
"Maksud loe" tanya Indri mulai menyangkal
"Gue curiga jangan jangan dia, apalagi Pak Satya jelas jelas bisikin kalo dia orang Spesial, blom lagi meja kerjanya di set di ruangan pak Erlangga, jangan jangan..." Ucap Lia
"Astaga, mampu*s gue, tadi gue nggak ada aneg aneh kan ya? Astaga ...calon nyonya muda?" Ucap Indri kaget lalu berlari ke pantry mempersiapkan minum untuk Cempaka.
"Mbak diminum dulu" ucap indri sambil menyerahkan minuman,
"Sa..ya permisi dulu mbak" ucap Indri lalu pergi
"Ya....gil* gue yakin mbak cempaka itu memang pacarnya tuan Erlangga cocok banget, liat dia ya...cantiknya unik banget, indo kali ya, mirip korea...tapi mirip bule juga cantik banget ya warna rambutnya juga unik, mana imut lagi, mana ramah, artis kali ya? Kulitnya putih banget ya, gue yang cewek aja ngiler liatnya, astaga kalo saingannya begitu gue kalah ya..." bisik indri
"Liat bodyguardnya nyamperin" ucap Lia nggak kalah hebohnya "iya...iya...kak bobby, ini tak pake lagi topinya, apaan sih ini di dalem ruangan tau" ucap Cempaka lucu
"Maaf mbak tapi kata tuan, mbak cempaka nggak boleh lepas topi, ntar dikira maling" ucap bobby ngelucu
"Kampr*t" jawab Cempaka
"Mbak kata tuan masuk ke dalem ada yang mau diomongin"ucap bodyguard sambil mempersilahkan Cempaka masuk
__ADS_1
"Hhmmm....kayaknya pak dir nggak mau ceweknya jadi perhatian ya" ucap lia
"Yuk...kita bahas sama temen yang lain yuk,bakalan seru ini" ucap indri lagi
"Bos...i'm coming " ucap Cempaka masuk ke ruangan
"Duduk lepas aja topinya ganggu" ucap Erlangga
"Aku laper, pesenin makanan ya" ucapnya lagi
"Makanya pagi jangan ngambek jadi laper kan, maem ini aja dulu bos, bentar lagi kan rapatnya mulai,nanti pas rapat saya beliin makanan yang hangat" ucap Cempaka mengeluarkan kotak makanan dan minuman yang tadi
"Hhmmm...nggak masalah, coba baca data ini dulu, ini pengeluaran perusahaan bulan ini, naik 25% dari bulan lalu, kamu nemu salahnya dimana nggak?" ucap Erlangga sambil memakan rotinya
"Sekilas nggak ada masalah sih bos mungkin naiknya karena harga dasarnya naik sih...,but waitt...ada biaya lain lain yang lumayan naik, tunggu...kapan bos beli baju sampe 500 juta?,1 buah mobil baru hampir 1 M, keperluan rumah tangga 25 juta hah...bukannya untuk kebutuhan bos ada di saya semua uangnya ya?" Ucap Cempaka sambil memeriksa e-bankingnya
"Bos....saya nggak pernah mesen baju sama mobil ini, liat deh historinya, nggak ada pengeluaran saya slalu saya laporkan" ucap Cempaka panik tanpa sadar langsung duduk di samping Erlangga
"Kenapa panik gitu,uang segitu aja" ucap Erlangga sambil mengusap kepala Cempaka Lembut
"Bos...jangan bercanda ya...ini liat dulu" ucap Cempaka lagi
"Cuma uang segitu, kamu minta 10 kali lipat pasti kuberi,asal mintanya bener" ucap Erlangga pelan
"Bos....serius " ucap Cempaka mulai menangis
"jangan nangis aku nggak suka liatnya, lihat yang baik,jangan nangis, rekening yang kamu pegang itu rekening pribadiku,nggak akan berkurang saldonya kalo hanya segitu, nggak ada hubungannya dengan rekening kantor, aku cuma ingin memberitahumu bagaimana dunia kerja itu sebenarnya,"ucap Erlangga sambil tetap mengelus kepala Cempaka
__ADS_1