
"jangan lari...gue belum selesai ya, gue pasti balas loe" Ucap margaret dan membuat Erlangga yang sudah menarik Cempaka pergi terdiam dan membalikkan badannya dan jongkok didepan Margaret
"aku masih bersikap sabar karena mengingat hubungan dengan om brata, tapi kalo kamu coba mengganggunya, kau akan tau rasanya" ucap Erlangga berbisik lalu pergi
"Erlangga...." ucap Margaret tertatih
"kok Bos belain dia sih" ucap Cempaka dengan nada tidak terima yang sangat terlihat
"hhmmm.... ayo pergi" ucap Erlangga sambil meninggalkan Cempaka
" kok sepi gini ya semua orang sibuk dengan urusannnya, bang satya yang sibuk dengan memeriksa agendanya, Bobby dengan kendaraannya, dan si bos yang tidur tanpa beban, kenapa dia diem aja ya nggak ngemarahin gue atau apa gitu, tapi kenapa harus marah? harusnya gue yang marah lah, udah tau tante tadi yang salah malah didiemin, dia hampir nyalahi gue, biasanya kalo ada yang giniin si bos kan udah habis nasibnya,eh ini cuma di pindahin doang, apa dia emang ada hubungan sama si bos ya, ngeselin" batin Cempaka
"Bang Satya ini mau kemana" ucap Cempaka saat mobil memasuki mall bukan pulang ke mansion atau ke tempat syuting
"kita makan siang dulu sambil fitting baju untuk nanti malam" Ucap Satya
"kok fitting baju, kan kata tante tad,dia udah nyiapin baju untuk bos" ucap Cempaka dengan nada menyidirnya
"iya juga ya,ngapain nyari baju lagi,Cempaka setelah makan siang coba hubungi Margaret dan tanyakan masalah baju itu" ucap Erlangga dengan santainya dan membuat Cempaka yang duduk disampingnya melotot
"emang bos yakin ukurannya pas gitu?, emang dia tau bos sukanya baju model apa?tau size nya bos" Ucap Cempaka kesal
"kok loe kayak nggak suka gitu ya?" ucap Erlangga bertanya
"enggak lah bos,nanti saya telponin mbak Margaret, atau sekalian perlu saya undang untung dampingi bos juga nggak untuk acara itu" Ucap Cempaka lagi
"hhmm....nanti abis makan aja,gue pikirin lagi" Ucap Erlangga santai
.....
"bro...Cempaka loe buat ngambek tuh" ucap Satya berbisik
"biarin aja bang, lucu, gue cuma mau dia agak sadar kalo gue ada" ucap Erlangga sambil melihat Cempaka yang mengambilkan makanan untuknya fengan wajah kesalnya
__ADS_1
"Ini bos..." Ucap Cempaka sambil menaruh makanan yang sudah dia pilih di depan Erlangga, ya Cempaka sedah hafal kalu si bosnya tidak suka ada wortel dan daun bawang merah goreng pada makanannya
"oke makasi..."ucap Erlangga tanpa beban
...
"jadi ayo kita pulang dan bersiap untuk acara nanti malam, sekalian pesankan Mua untuk Cempaka" ucap Erlangga pada bang Satya
"Loh...katanya mau ditemenin mbak Margaret " ucap Cempaka memotong
"aku belum gila, Cempaka, dan lain kali, kalo kamu nggak suka aku dengan wanita manapun, langsung bilang jangan kebawa emosi sendiri, nanti malah bikin diri sendiri jadi gila" ucap Erlangga berbisik dan berjalan pergi
....
"bang.... Margaret pasti akan berulah, tante hana pasti segera bertindak, soon mereka akan tau Cempaka tinggal disini,mereka akan mulai mencari tau siapa Cempaka,ini sudah tidak aman lagi. apa kontraknya sudah dipersiapkan? sepertinya rencana kita ke bali harus dipercepat" Ucap Erlangga sambil melihat bayangannya di cermin.
"kamu tenang dulu ya,fokus pada acara hari ini, karena ini penampilan perdanamu di depan publik dengan Cempaka, masalah kontrak dan yang lain biar abang urus, Rafael sudah mengirimkan drafnya tadi malam" ucap Satya
"pastikan dia tanda tangan paling lambat besok, lalu mengenai ke Bali" ucap Erlangga bertanya
"jangan terlalu rapi, buat dia melihatmu memerlukannya,dan semoga berhasil "ucap Satya
....
"kamu udah siap...." ucap Erlangga dan langsung terdiam saat melihat Cempaka, wanita itu berubah dari tampilan imut menjadi sangat menggoda, mini dress L* monokrom keluaran terbaru ,rambut brunette yang diurai serta kaki jenjang yang terlihat, belum lagi wajahnya yang dirias lebih dewasa,....
"kamu terlihat berbeda " ucap Erlangga sambil berjalan mendekat
"ya iyalah bos...ada harga ada rupa,kalau mau pasangan terlihat wow, pastikan keuangan juga wow" ucap Cempaka sambil berhati hati memegang Dressnya
"aku janji bos,aku akan hati hati, jadi dres dan high hell ini bisa dikembalikan lagi" ucap Cempaka lalu tiba tiba mendekati Erlangga dengan jarak yang hampir membuat merwka menempel,lalu membuka dasi erlangga, high heels membuat cempaka bisa menyentuh dasi Erlangga, Erlangga hanya bisa memandang Cempaka dan mereka pun terdiam.
"kenapa berhenti" Ucap Erlangga dengan nada lembutnya
__ADS_1
"eh....nggak bos, eh maaf refleks..." ucap Cempaka lalu berusaha menjauh, dia lupa kalau si bos tidak suka disentuh, tapi langkahnya terhenti, karena erlangga memegangnya
"take it easy,jangan bilang kamu nggak nyadar,hubungan kita akan segera berubah, jadi saling menyentuh itu biasa bagi pasangan" ucap Erlangga lagi
OMG ada apa dengan debaran ini, si bos lagi ngerayu gue,mana mungkin... gue tau si bos sehari hari aja ganteng, sekarang pakaian dan suara lembutnya...aduh..hati gue batin cempaka berusaha bertahan
"kok malah bengong, jangan bilang kamu lupa omongan kemarin?dan pakai ini sebagai tanda kalo kamu itu pendampingku" ucap Erlangga sambil memakaikan cincin dengan logo W ditengah gambar elang ke jari manis Cempaka
"mulai sekarang hati hatilah dalam bersikap,karena semua tindakanmu akan slalu dihubungkan denganku" ucap Erlangga lagi
cempaka yang masih bingung hanya bisa terdiam dan kebingungan antara maksud erlangga,debaran hatinya dan loyalitasnya pada pekerjaan dengan semua
"Cempaka,ini ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani " ucap Satya memanfaatkan keadaan dan menyerahkan sebuah berkasdan memberi pulpen padanya
"Bang...bukannya gue nggak percaya nie,tapi dimana mana kalo mau tandatangan itu harus baca dulu, itu berkas apa" Ucap Cempaka yang langsung tersadar dan mulai membaca kontrak
"Cempaka buruan" ucap Erlangga memanggil
"bang ini apaan kok isinya penambahan upah ya,ini kontrak kerja apa?"ucap Cempaka terburu buru
"astaga non, ini kontrak kerjamu di Wilson corp,loe kira apaan?ya jelas ada penambahan upah,kerjaan loe nambah,cepetan bacanya, berkas ini udah ditunggu sama personalia,buat masyin data loe" Ucap Satya terburu buru
"CEMPAKA...." ucap Erlangga berteriak
"iya Bos...."Ucap Cempaka tak kalah nyaringnya
"Astaga budeg gue lama lam"ucap Satya kesal
"Bang ini isinya nggak ada aneg aneh kan ya" ucap Cempaka
"nggak aneh cuma isinya gue jual loe per kilo 100 rbu"Ucap Satya berkelakar
"bang...." ucap Cempaka kesal
__ADS_1
"Non....loe percaya gua,nggak ada hal buruk di kontrak itu,kontrak itu malah bikin masa depan loe bagus dan terjamin,dan kalo abang sampe macem macem sama isi perjanjian itu, Erlangga nggak mungkin tanda tangan duluan sebelum loe tanda tangan kan,kita cuma keburu waktu" ucap Satya meyakinkan dan membuat Cempaka hanya bisa mendesah pasrah
"ya udah bang,gue percaya loe,dan lagi gue juga inget kontrak gue sama Si bos masih panjang dan di kontrak pertama udah kuat buat kalian nggak mungkin buat kontrak jelek ke gue" ucap Cempaka sambil tanda tangan di kontrak itu