Asisten Sang Bintang

Asisten Sang Bintang
13.Hingga Maut Memisahkan


__ADS_3

"masih ngerasa nggak nyaman?" ucap Erlangga berbisik di telinga Cempaka ditengah blitz kamera wartawan sambil mempertahankan gayanya,


"he...eh...."ucap Cempaka tapi tetap berusaha tersenyum tapi konsentrasinya terpecah antara tetap tersenyum dan lengan Erlangga melingkari pinggangnya


"hei...liat aku,nggak akan ada hal buruk kok,ini hanya hal yang sudah biasa kamu lalui dan akan sering kita alami nanti" ucap Erlangga sambil memalingkan lembut wajah Cempaka dan mencium keningnya . Erlangga Bright Wilson memang seorang aktor yang terkenal humble tapi bukan untuk privasinya dan sekarang dia memperlihatkan keromantisannya. hal itu tentu membuat suasana menjadi panas...


"Bos....kayaknya ini sedikit berlebihan" ucap Cempaka yang menyembunyikan wajah merah padam di bahu Erlangga


"Bang Satya"ucap Erlangga memberi kode


"Oke rekan rekan saya rasa cukup ya "ucap Satya sambil mempersilahkan Erlangga dan Cempaka meninggalkan Red Carpet dengan penjagaan si kedua sisi mereka.


"Erlangga...jangan lupa perkenalannya ya" ucap salah satu Wartawan dengan keras


....


"huuuffffh akhirnya ruangan tanpa media, babak pertama terlewati, Bos...?"Ucap Cempaka sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Erlangga.Tapi sayangnya usaha yang sia sia


"susahnya dimana?bukannya ini bukan kali pertama kamu handle yang kayak gini ya"Ucap Erlangga Santai


"ya ampun bos...saya biasanya kalo ngurus acara ginian sebagai asisten bos,bukan pasangan,nah tuh coba liat disana bos" ucap Cempaka menunjuk ke beberapa kursi


"Bos paling susah kalo diajak ke acara ginian, dan kalopun bos datang,tugas saya nyiapin dan duduk di kursi belakang bos sama bang satya,boby dan kawan kawan supaya cepet kalo bos sama pendamping kurang apa gitu, bisa tak siapin, bukannya duduk di samping bos gimana nggak panik coba?" Ucap Cempaka tetap tersenyum padahal Agak Kesal


"anggap aja selama ini kamu duduk dibelakang supaya tau gimana bersikap saat duduk di sampingku " Ucap Erlangga santai


"biasanya orang yang duduk di samping bos paling lama bertahan 1 minggu, kalo saya Sampai kapan bos?"ucap Cempaka Asal


"Hingga Maut Memisahkan" ucap Erlangga sambil membawa Cempaka yang tercengang ke tempat duduk mereka.mereka pun duduk berdampingan semwntara satya dan beberapa bodyguard susuk sibelakang mereka

__ADS_1


"baju mana yang menarik perhatianmu?"ucap Erlangga bertanya


"semua bagus,tapi liat baju itu bos,sangat cocok untukmu "ucap Cempaka sambil menunjuk salah satu pakaian yang diperagakan


"lalu untukmu?"ucap Erlangga lagi


"Bos...ini baju L* model terbaru,harganya pasti wow,jadi aku nggak mungkin membelinya,lagian mau tak pake kemana bos" ucap Cempaka sambil termenung


"jangan memanggilku bos, mana ada orang yang memanggil pasangannya kayak gitu namaku Erlangga,mulai sekarang kamu bisa memanggilku erlang,atau Angga, dan kamu perlu baju model ini,mulai sekarang, kamu akan sering menggunakan dress saat mendampingiku,jadi pilihlah beberapa" ucap Erlangga lagi dan Cempaka pun hanya memilih 1pakaian sederhana untuknya


"Cempaka...itu aja,ngomong ngomong lain kali jangan memakai pakaian yang seterbuka ini" ucap Erlangga sambil mengelus punggung Cempaka yang agak terbuka


"aku tidak suka milikku dipamerkan ke orang lain, ini juga...."ucap Erlangga lagi sambil mengecup lengan putih Cempaka yang terbuka


"Bos ...eh... Erlangga ke...kenapa sih" ucap Cempaka terhenyak kebingungan dengan sikap Erlangga


"tidak apa apa,aku hanya mengucapkan yang kupikirkan, aku memang tidak suka membagi milikku dengan orang lain dan aku suka caramu memanggilku, honey " Ucap Erlangga lembut.pipi Cempaka pun kembali memerah


"Aku nggak pernah akting sama kamu, nanti kamu akan terbiasa, sekarang aku akan mengambil minuman, kamu disini dulu, jangan jauh jauh...bobby jaga dia"Ucap Erlangga sambil mengajak Satya pergi


"Bagus Erlangga kemajuanmu bagus "Ucap Satya


.....


"hei...naruh kaki yang bener dong" ucap seseorang yang tiba tiba jatuh di depan Cempaka...Margaret


"Maaf,sini aku bantu"ucap Cempaka lembut


"ah...ternyata si asisten yang berpikir naik kelas, pantes aja nggak bisa bersikap di acara seperti ini, memalukan" ucap Margaret agak keras dia sedikit mabuk dan membuat banyak perhatian padanya

__ADS_1


"mbak Margaret jangan cari perkata ya"ucap bobby menghadangnya


"kacung diem loe,loe belain siapa,loe nggak tau gue calon nyonya loe,hati hati gue pecat loe entar"Ucap Margaret marah


"tapi loe sama dia sama cocoknya,kenapa nggak pacaran aja" ucap Margaret menunjuk Bobby dan Cempaka


"duh...si bos kemana lagi,Cempaka sabar .." ucap Cempaka dalam hati


"lihat sepatu copot gara gara kakimu yang nggak tau tempat, dan bajuku terciprat Wine, kamu tau nggak kalo ini barang barang mahal?" Ucap Margaret


"Astaga gimana tau barang mahal ya,bedain wine sama champagne aja nggak bisa, minummu paling es jeruk, jangan mikir Erlangga serius sama kamu ya,dia cuma mau tau rasanya deket sama si miskin,paling buat projek dia aja"Ucap Margaret


"mbak Margaret jangan terlalu"ucap Bobby memperingatinya


"loe harus ganti semua lont* jal*ng,ajaran ibuk loe kayak gini ya,naj*s,Erlangga cuma mau nidur*n loe doang anj*ng,habis bosen dia akan buang loe dan kembali ke gue jangan mikir ketinggian" Ucap Margaret yang membuat semua orang berdecak


"mbak Margaret ucapan anda ke tunangan bos kami sudah terlalu" ucap bobby sambil mendorong Margaret sampai dia tersungkur


"sialan loe,kac*ng" ucap Margaret berteriak marah,Cempaka kehilangan kesabarannya dan berjalan pelan ke arah Margaret dan mengulurkan tangannya


"Mbak Margaret saya memang nggak kaya, mungkin saya memang tidak bisa membedakan Wine dan champagne dan lebih suka minum es jeruk, tapi mbak mikir nggak kenapa Erlangga justru lebih memilih saya yang jelek ini daripada mbak Margaret yang super wah,memilih meniduri saya yang jelek ini bukannya mbak margaret yang wanginya semerbak?, dan kalaupun suatu hari dia bosan ke aku,saat itu kupastikan statusku janda yang terhormat bukan wanita tua yang gatal dan gagal merayu suami orang, masalah sepatu dan bajumu yang rusak tenang saja, aku memang miskin tapi Eelangga menitipkan ini di tanganku"Ucap Cempaka sambil memperlihatkan Black Cardnya


"jadi brapa yang kamu butuhkan untuk membayar pakaian murahanmu" ucap Cempaka santai


"loe"ucap Margaret berusaha menyerang Cempaka


"Cukup" ucap Erlangga yang tiba tiba datang dan menghadang Serangan Margaret


"Bobby, gini caramu melindungi nyonyamu, dan ini bukan tontonan" ucap Erlangga membentak suasana menjadi sunyi, kemarahan Erlangga benar benar tidak terduga

__ADS_1


"kamu sebut apa tunanganku tadi?hah"ucap Erlangga Marah pada Margaret


"Miskin?dia keluarga atmaja,selain itu dia punya banyak lini bisnis yang tak kau tau, murah*n? justru aku yang mengejarnya,apa kau gila?"Ucap Erlangga dingin


__ADS_2