
"Emak bapak"teriak Arumi berlari bahagia ingin memeluk orang tua nya
Meskipun terkejut dengan kedatangan orang tua nya secara tiba tiba tapi tidak di pungkiri membuat Arumi bahagia,Arumi fikir orang tua nya memang sengaja datang ingin berkunjung dan belum mengetahui permasalahan mereka
pasal nya seminggu yang lalu orang tua nya sempat menghubungi Arumi akan datang ke kota,Arumi tidak menyangka bahwa orang tua nya akan datang cepat.
orang tua Firman sendiri masih di dapur sedang bersama Asisten rumah tangga sekar,orang tua Firman meminta sang Asisten dan pekerja kebun untuk libur hari ini setelah meminta diri nya memanggil Arumi di kamar
Orang tua Firman belum siap aib keluarga nya sampai tersebar dulu meskipun lambat laun semua nya akan terbongkar semua
"jauh kan tangan kotormu dari diriku anak tidak tau diri"teriak siti murka
"emak"ucap Arumi terkejut mendengar teriakan ibu yang sangat Arumi rindukan, Arumi menatap Agus yang sama hal nya memalingkan wajah nya tanpa sudi menatap sang putri
Arumi tau kenapa orang tua nya sangat murka melihat dirinya saat melihat sanjaya dan Helda keluar dari ruang dapur
plak plak plak siti penuh amarah menampar wajah Arumi,terlihat jelas gurat kekecewaan dari wajah siti yang mulai menua di usia nya yang tak muda lagi
"Emak bapak"lirih Arumi menahan perih di wajah nya,seumur hidup Arumi tidak pernah yang nama nya di pukul di bentak apa lagi tamparan siti berulang ulang tanpa jeda memukul dirinya dengan kekuatan penuh
selama ini Arumi selalu di limpah kan kasih sayang yang tiada ada henti,arumi juga seumur hidup tidak pernah melihat amarah dari ke dua orang tua nya.ada rasa sakit yang sangat menyayat dalam diri Arumi melihat wajah kecawa orang tua nya apa lagi melihat air mata Siti
Arumi sanggup menerima pukulan dari orang tua nya meskipun tidak bisa di pungkiri jeritan setiap jeritan yang keluar dari mulut nya akibat pukulan siti tapi arumi tidak bisa melihat gurat sedih dan kekecewaan itu
Firman yang mendengar jerit tangisan Arumi berlari menuruni lantai atas di kamar nya menuju ruang tamu
"Ada apa kenapa dengan arumi,apakah itu Sekar.?semoga saja itu sekar"harap Firman penasaran,Firman sangat berharap kalau Sekar kembali pulang dan memikir kan ke putusan nya demi putri mereka
"Emak bapak"panggil Firman melihat orang tua nya bersama sang mertua ada di kediaman nya
belum sempat agus melayang kan tinju nya ke wajah sang menantu tapi istri nya libih dahulu melayangkan tamparan nya ke Firman sekencang mungkin,plak plak plak siti penepis tangan Firman yang ingin menyalami nya
Rasa sakit yang Firman dapat kan dari sanjaya dan Helda saja belum pulih memar di wajah nya sekarng kembali mendapat kan tamparan keras dari ibu mertua Firman
Firman yang tau dengan kesalahan nya hanya diam tidak berani melawan atau sekedar membantah,Firman hanya pasrah apa yang akan mereka lakukan terhadap diri nya begitu pun dengan Arumi
__ADS_1
"sangat menjijikan melihat tingkah pola kalian berdua yang sangat mengecewakan jangan pikir kami akan bersimpari melihat wajah memelas dan memohon kalian berdua"
"Apapun cerita sebenar nya bagaimana pun kondisi maupun perasaan kalian berdua Jangan terlalu berharap akan ada kata maaf dan kami yanh akan bersimpati pada kalian"tunjuk siti menahan sesak dan pilu ke Firman dan Arumi yang bergetar menahan tangis nya
" Berselingkuh merebut Suami dari mbak nya sendiri hanya akan menganugerahimu cap kotor Arumiiiiiii,menjadi perebut pasangan mbak mu sendiri akan berakibat fatal dan berbagai julukan mengerikan lainnya akan mengarah padamu"
"Apa salah mbak mu sampai kau tega melakukan hal kotor ini di belakang nya"Siti menguncang keras pundak Arumi yang duduk bersimpuh di lantai
"kau telah mengotori citra nama baik orang tuamu kau tidak memikir kan dampak gunjingan para tetangga di kampung terhadap kami Arumiiiii dan kau tega menghancur kan rumah tangga mbakmu sendiri demi ke egoisanmu"
"Apakah ini balasan yang kau berikan ke mbakmu yang selama ini kau dapat kan Anak tidak berguna"teriak siti mendorong kasar tubuh Arumi berteriak histeris,Agus memeluk tubuh sang istri yang ikut luruh di lantai.hati agus sama hancur nya mendapat berita dari orang tua firman
tapi seburuk apa pun Arumi,Agus tidak bisa mengangkat tangan nya untuk memukul Arumi seperti Siti,diam nya Agus yang menitikan Air mata sudah cukup membuat Arumi tersakiti,lebih baik bapak nya itu mengeluarkan kata yang menyakit kan dari pada diam hanya menitikan air mata dan engan melihat nya
bagi Arumi rasa sakit di pukul itu akan lebih baik dari pada hanya di diam kan tidak di perdulikan apa lagi Arumi sangat dekat dengan Agus dan begitu manja dengan Agus
"emak Bapak maaf kan Arumi di sini Sepenuh nya yang salah diriku mak bukan Arumi andai aku bisa menahan hasratku terhadap adik istriku sendiri ini tidak akan terjadi"
"aku mohon marah lah denganku lampias kan semua nya terhadapku tapi jangan lampias kan kemarahan kalian terhadap arumi"mohon Firman memeluk Arumi yang terjerambab mengenai meja ruang tamu akibat dorongan keras dari siti
"tapi kalian sama sama busuk dan hina nya tidak jauh berbeda"teriak Siti menunjuk Firman
Agus masih setia memeluk sang istri yang emosi nya tidak bisa terkontrol,agus takut jantung Sang istri kambuh meskipun agus sama murka nya tapi agus sebisa mungkin menahan emosi dan mengontrol diri agar tidak kelepasan demi menjaga sang istri
"Apakah kau puas firman telah mendapat kan kedua putriku dan sekaligus telah menyakiti putri tertuaku apakah kau puas"
"selama ini pengorbanan sekar untukmu apakah itu tidak cukup mendampingimu dari sebelum memiliki apa apa sampai memiliki rumah semewah ini dan harta lain nya,apakah semua itu kurang firman atas kesetiaan kesabaran yang putriku berikan kepadamu"
"Seharus nya dirimu bersyukur mendapat kan istri sebaik putriku sekar,dirinya mau di ajak susah denganmu setelah menikah tidak mengeluh sedikitpun"
"Andai sekar menerima pinangan dari seorang pengusaha kaya yang pernah melamar nya mungkin hidupmu tidak akan sejaya sekarang dan tidak akan ada wanita yang mau mati matian berjuang mengangkat derajat suami nya seperti putriku"
"dia rela bekerja keras supaya bisa membiayai kuliah suami nya tanpa memikir kan kondisi nya sendiri yang sedang hamil"
"Sekar itu cantik meskipun tidak berpendidikan tinggi hanya anak orang tidak punya dari desa tapi jangan salah sebenar nya banyak pemuda kaya raya berpendidikan mendekati sekar"
__ADS_1
"bahkan putra dari salah satu juragan tanah di desapun banyak yang ingin memperistri sekar tapi sekar tidak matre dan bukan wanita mata duitan dirinya lebih memilih pinangan pemuda yang tidak memiliki apa apa sepertimu"
"pemuda yang hanya bisa menyusah kan orang tua nya sendiri"ucap siti panjang lebar memgeluarkan setiap unek unek nya. Siti kembali bergetar dengan di iringi deras nya air mata kekecewaan yang mengalir
Helda yang melihat besan nya terduduk lemas di pelukan suami nya ikut merasakan kesedihan dan pilu kecewa semua menjadi satu
Air mata Helda pun ikut mengalir deras dalam dekapan sanjaya,apa yang di kata kan besan nya semua ada benar nya.kalau bukan sekar mana mungkin Firman akan lulus sarjana terbaik yang harus mengeluarkan biaya kualiah cukup besar
Sekar rela mengemis memohon ke sahabat nya untuk meminjami dirinya uang kuliah firman beserta modal untuk dirinya membuka usaha
padahal walaupun Sekar tidak meminta cukup mengatakan saja pasti sahabat nya dengan cepat memberikan apa yang di minta Sang sahabat
Helda dan sanjaya merasa malu dan berhutang budi dengan besan nya itu meskipun semua nya yang melakukan sekar
sedikit pun Helda dan sanjaya tidak sudi melihat putra semata wayang nya itu yang selama ini begitu mereka bangga bangga kan karna telah memberikan menantu sebaik sekar
Firman di buat kehabisan kata kata ingin mengatakan apa lagi ke siti dan agus,lidah firman kelu begitu pun dengan Arumi.hanya tinggal ada tangis pilu yang terdengat dari Arumi dan tetesan air mata penyesalan dari Firman
ingin meminta maaf pun percuma itu akan sia sia apa lagi orang tua nya dan mertua nya tidak akan memaaf kan Arumi atau pun Firman jadi kedua nya hanya pasrah apa yang akan orang tua mereka lakukan terhadap mereka berdua
"Mungkin nasehat orang tua mu selama ini tidak seberapa penting bagimu Arumi tetapi sadarkah bahwa secara tidak langsung kamu telah gagal menghormati dirimu sendiri sebagai wanita yang seharus nya pandai menjaga kehormatan nya seperti mbak mu"
"jangan kan mengangkat derajat orang tuamu seperti mbakmu,malah yang kau berikan ke kami hanya kekecewaan belaka,ternyata didikan yang kami berikan selama ini hanya sia sia sebagai orang tuamu"
"kami malu memiliki putri sekotor dan sehina dirimu arumi,aku sebagai ibumu merasa kotor dan menyesal telah melahirkan putri sehina dirimu"Arumi mengeleng kuat mendengar ucapan menyesal memiliki putri seperti nya dari ibu kandung yang sangat Arumi sayangi
kaki Arumi mendadak lemas tak bertulang tidak bisa berdiri dan berbicara,seluruh tubuh nya kaku dan lidah Arumi menjadi kelu hanya Air mata yang mewakili penyesalan diri nya
...BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA TINGGAL KAN VOTE HADIAH RATING 5 JEJAK KOMENTAR DAN LIKE NYA YA
MOHON DI MAAF KAN APA BILA DALAM ALUR CERITA DAN KATA KATANYA ADA YANG KURANG BERKENAN DI HATI ATAU BANYAK KATA KATA YANG DI ULANG.AUTOR JUGA HANYA PENULIS BIASA YANG MASIH BANYAK BELAJAR NYA
MOHON DUKUNGAN NYA JUGA MAMPIR DI CERITA NOVEL YANG LAIN NYA YA🙏🙏
__ADS_1