
"Bundaaaaaaaaaa"teriak kencang Vanya saat melihat mobil sekar berada di sisi jurang pantai,Vanya terus berteriak histeris memanggil Sekar berkali kali dengan deraian Air mata yang begitu deras mengalir
Sedang kan Siti sendiri telah di lari kan ke rumah sakit saat mendapati mobil sang putri terjun ke sisi jurang pinggir pantai,penyakit jantung siti kembali kambuh,untung Citra cekatan langsung membawa siti ke Rumah sakit terdekat yang di bantu Agus membopong sang istri
Andin sendiri menemani Orang tua Firman dan Vanya di lokasi kecelakaan,para warga sekitar mulai ramai berdatangan melihat kecelakaan yang terjadi yang di perkirakan terjadi pada tengah malam hari bahkan pada saat kecelakaan tidak ada yang mengetahui
tempat lokasi kecelakaan juga telah di beri garis pembatas polisi untuk melakukan olah TKP,setelah mendapatkan kabar dari Anak buah Andin ternyata polisi lalu lintas telah terlebih dahulu menemukan mobil Sekar
Andin tidak membuang waktu lagi langsung ke lokasi kejadian yang di ikuti orang tua sekar orang tua firman,vanya,Citra dan Andin pagi itu juga
"Andin bantu tante nak"lirih Helda lemah melihat Vanya terus histeris berteriak memanggil sekar sedangkan Sanjaya sendiri ikut turun ke bawah mencari keberadaan sekar
"Astagfirulah halazim maaf tan.ada apa tan?" jawab Andin terkejut mendapat tepukan dari Helda,helda yang melihat Andin yang termenung dan meneteskan Air mata tidak merespon pangilan nya terpaksa menepuk pundak Andin
"tolong bantu tante nak"lirih helda sekali lagi pasal nya Vanya tidak ingin di ajak pergi dari lokasi yang terus histeris saat ingin di ajak pergi dari lokasi kecelakaan
"Ya Allah nak tidak boleh begitu sayang aunti mohon nak"Andin memeluk tubuh munggil Vanya
"Bunda nya Vanya Aunti,bunda tidak meninggal kan aunti.bunda akan baik baik saja kan" tangis pecah Vanya terbata bata terus bertanya ke andin membuat dada andin terasa sesak melihat vanya
"hus tidak boleh bicara seperti itu nak,bunda pasti baik baik saja tidak kenapa kenapa. Aunti paham vanya kuatir dengan bunda tapi jangan seperti ini kasihan eyang sayang pasti bunda akan kecewa melihat putri tersayang nya begini"
"kita menunggu di sana ya kita berdoa semoga bunda cepat di temukan,tangisan dan teriakan histeris tidak akan membantu menemukan bundamu nak tapi doa lah yang akan menolong bundamu"
"memohon lah kepada yang maha kuasa atas keselamatan bunda bukan dengan cara begini" bisik Andin lembut mengecup kening Vanya sayang,setelah mendengar nasehat dari Andin.vanya sedikit tenang dan mau di ajak ke tenda bersama Helda
"Maaf kan vanya ya eyang"isak vanya memeluk erat helda
"tidak apa apa sayang,mari kita ke tenda dan memohon kepada Allah SWT memohon kepada nya semoga bunda cepat di temukan dalam kondisi keadaan baik baik saja ya"ucap helda tak kalah lembut,helda bisa bernafas lega melihat cucu kesayangan nya tidak sehisteris tadi jangan kan untuk menenangkan Vanya diri nya sendiri saja kalang kabut melihat mobil sekar rusak dan kaca mobil hancur semua tidak berbentuk
Air mata Helda tidak henti henti nya mengalir tapi dirinya harus kuat demi sang cucu,cucu nya butuh sandaran dan butuh penyemangat dari orang orang terdekat nya
"Usir dia eyang usir mereka"teriak vanya kembali histeris yang tadi nya tenang belum juga tiba di tenda vanya melihat firman dan arumi turun dari mobil ingin menghampiri nya
__ADS_1
"mereka yang membuat bunda vanya begini,dia jahat dia bukan ayah nya vanya lagi usir dia aunti usiiiiiiiirrrrrrr"ucap vanya tergugu semakin histeris meminta helda dan andin untuk mengusir Firman begitupun dengan Arumi
"nak maafkan ayah nak,ayah mohon jangan begini mau bagai mana pun ayah tetap akan menjadi ayahmu sayang"mohon firman tidak kalah pilu saat melihat penolakan putri semata wayang nya secara terang terangan
firman dan arumi tidak kalah terpukul nya saat mendapati kabar dari asisten rumah tangga orang tua nya,niat hati kedua nya ingin menemui orang tua mereka kembali dan memohon maaf malah kedua nya mendapat kan kabar duka
"nggak jangan dekat dekat ayah jahat sama bunda. tante juga jahat kalian jahat sama bunda,pergi jangan sakiti bunda vanya lagi"
"maaf kan tante sayang tolong tante mohon,vanya jangan begini ya malu sayang di lihat orang.lihat mereka melihat ke kita jadi jangan begini ya apa lagi ke ayah"ucap lembut Arumi berjalan ingin memeluk vanya tapi sayang vanya memeluk erat kencang andin
"stop Arumi,seharus nya kalian lah yang harus malu dan sadar diri atas penolakan vanya apa yang di katakan vanya itu semua benar"
"sekar tidak akan begini kalau bukan ulah dari kalian berdua jadi pergi lah kalian berdua kalau masih sayang dengan vanya,apakah kalian tidak kasihan melihat vanya seperti ini"
"lagian kalian berdua di sini tidak di butuh kan dan tidak di harap kan juga,jangan membuat ulah dalam keadaan seperti ini"
"sudah cukup vanya seperti ini akibat kehilangan bunda nya yang belum juga di temukan dan kondisi ibu siti juga tidak baik baik saja di rumah sakit itu tidak lain dari ulah kalian"geram helda tertahan dan maju mengecilkan folume suara nya menatap tajam Arumi dan Firman
rasa nya tangan helda sudah gatal ingin mencakar cakar wajah Arumi dan firman,tapi helda menahan itu semua. dirinya masih waras tidak ingin menjadi tontonan banyak orang
"pergi lah kalau kalian masih sayang dengan vanya dan tidak ingin terjadi sesuatu pada nya,sudah cukup sedari tadi dirinya histeris melihat sekar belum juga di temukan"bentak andin memeluk erat vanya dan membawa nya ke tenda posko yang telah tersedia
"Nak maaf kan ayah sayang"
"maaf kan tante sayang dan maaf kan arumi mak"tangis arumi pecah dalam dekapan firman saat mendengar siti dalam kondisi kurang baik di rumah sakit
arumi dan firman di buat serba salah tetap di lokasi kecelakaan tidak akan mungkin karna sanjaya helda andin dan vanya terang terangan mengusir kedua nya apa lagi sanjaya saat melihat cucu kesayangan kembali histeris sangat murka ke firman dan arumi
firman dan arumi sangat sadar karna dirinya tidak di harapkan dan tidak di inginkan berada di lokasi kecelakaan tapi mau bagai mana pun kedua nya sama terluka melihat penolakan vanya dan sama berdukanya melihat sekar belum juga di temukan
kalau ke rumah sakit sama saja arumi dan firman akan menambah penyakit siti yang semakin drob akibat ulah kedua nya juga kenapa sekar sampai kecelakaan dan siti masuk rumah sakit
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
TERUS IKUTI ALUR CERITA DARI KISAH NOVEL ASMARA DI PULAU TERPENCIL YA DAN JANGAN PERNAH BOSAN UNTUK MENUNGGU DI SETIAP LANJUTAN PERBABNYA🙏
JANGAN LUPA BERIKAN VOTE NYA YA JUGA SUPAYA AUTHOR SEMAKIN SEMANGAT NYARI IDE LANJUTA NYA🙏
TINGGAL KAN JUGA JEJAK KOMENTAR LIKE RATING 5 HADIAH DAN Tips NYA JUGA
MOHON DI MAAFKAN APA BILA DALAM ALUR CERITA DAN KATA KATA NYA ADA YANG KURANG BERKENAN DI HATI ATAU BANYAK KATA KATA YANG DI ULANG BAHKAN SALAH DALAM PENGETIKAN SETIAP ANGKA KATA KATA NYA AUTHOR JUGA HANYA PENULIS BIASA YANG MASIH BANYAK BELAJAR NYA🙏🙏🥰😘😘🥰
pemeraan dalam Cerita
**Asmara Di Pulau Terpencil**
Natasya Sekar Ayuningrum
Arumi Nasha Razeta(Adik dari Natasya Sekar Ayuningrum)
Firman sanjaya
Chaiden Davidson Irham
Vanya pransisca(putri Firman dan Sekar)
Helda/sanjaya(orang tua Firman)
Citra/Andin(sahabat Sekar)
Irham/mirna(Orang tua David)
Agus /siti(orang tua sekar)
anton/maya(paman David)
sera(adik sepupu david)
__ADS_1
Shela/serly(gadis desa)