Asmara Di Pulau Terpencil

Asmara Di Pulau Terpencil
Melakukan rencana Awal


__ADS_3

"habis ngapain mas kenapa tubuhmu bermandi keringat begitu menjauh lah" tolak Sekar menghindar dari pelukan Firman


"ini bukan keringat sayang mas habis cuci muka,tadi mas ketiduran mendengar suara mobilmu mas buru buru ke sini"kilah firman berbohong mendustai sekar


"terus lah berdusta mas sangat menjijikan"batin Sekar muak


"ooooohhhh begitu,ini mas tanda tangani rencana nya aku mau buka cabang toko lagi jadi aku minta persetujuan mu ikut tanda tangan di sini sebelum resmi toko di buka"jawab sekar singkat malas menangapi suami pendusta nya itu lebih baik sekar memulai dengan rencana awal nya


"buka cabang lagi sayang?,apakah tidak repot nanti kamu kelelahan terus kapan dong kita akan memberikan adik buat Vanya kalau kamu kelelahan tidak ada waktu" Firman memperhatikan berkas yang sekar berikan


"Sudah lah mas tanda tangani saja dulu aku juga buru buru akan pergi dengan Citra dan Andin siang ini untuk melakukan persiapan,semua berkas pembelian toko juga akan sekar berikan ke ajeng sekarang juga biar cepat di proses kalau sudah ada surat kuasa dari kita berdua"pinta sekar mendesak firman,sekar takut firman membuka lembaran kertas surat cerai yang sengaja sekar timpa dengan surat pembelian toko palsu untuk mengelabui firman.


Firman menghela nafas berat menandatangani apa yang di pinta istri tercinta nya itu,mau gimana pun Firman tidak bisa menolak kemauan orang yang ia cintai,apa lagi selama ini sekar tidak pernah menuntut segala macam selalu menjadi istri penurut dan patuh dengan suami


"masalah adik buat Vanya tidak ada sangkut paut nya dengan aktifitas sekar sehari hari mas antara repot sibuk atau entah apalah itu yang mas sebutkan"jeda sekar sambil mengambil berkas yang telah Firman tanda tangani dengan senyum puas bercampur getir


"Selama ini aku punya karyawan mas di toko pusat atau cabang kerjaan di toko juga tidak pernah menyita waktu sekar sedikit pun"


"mungkin memang tuhan memiliki rencana lain sehingga tuhan belum memberikan kepercayaan lagi untuk kita mas. kalau masalah waktu,waktu sekar itu banyak tidak pernah kurang untukmu mas"


"waktu sekar di rumah mempercantik diri untuk suami supaya suami pulang istri tampil cantik dan aku sebagai istri tidak melupakan itu mas tentang kewajiban seorang istri,bahkan sekar juga ikut membantu mencari nafkah mengurus suami melayani suami meskipun aku sedang tidak enak badan"


"tapi malah sebalik nya malah mas yang tidak ada waktu untuk sekar dengan alasan masalah kantor dan lain lain nya" lirih Sekar mengebu gebu mengutarakan kekecewaan nya


"maaf kan mas sayang mas janji akan meluangkan banyak waktu untukmu mas mencintaimu sayang,mas juga kerja buat masa depan keluarga kita buat anak kita"


"andai Vanya nanti memiliki seorang adik kan enak di kita nya sayang kalau memiliki tabungan yang cukup buat anak anak kita nanti jadi maaf kan mas ya sayang"Firman kembali ingin memeluk sekar tapi lagi lagi sekar menghindar


"Maaf mas Citra dan Andin pasti telah menunggu sekar,sekar buru buru,sekar pergi ya mas?hati hati di rumah"ucap sekar buru buru berpamitan dengan Firman saat firman akan berbicara


"Arumi mbak pergi ya"teriak Sekar dari lantai bawah.Sekar tau Arumi pasti mendengar nya


"Sekar pergi mas"pamit sekar lagi menyalami suami nya


"iya hati hati sayang,sampai di bandung kabari mas ya" sekar menghindar kembali dari kecupan kening dari Firman


"iya mas" senyum paksa sekar memasuki mobil dan mulai menjalan kan mobil itu keluar dari pintu gerbang utama setelah tukang kebun membukak kan pagar rumah untuk sekar


biasa nya sekar tidak pernah menolak selalu menerima setiap perlakuan mesra dari Firman,malah sebalik nya sekar juga akan berlaku manja sebelum sekar mengetahui belang firman

__ADS_1


"Aku berangkat ke Villa sekarang cit din ini lagi di perjalanan menuju villa" Sekar mengirim pesan singkat ke kedua sahabat nya


"hati hati di jalan"balas kedua nya melalui pesan grub yang mereka bertiga buat husus.sekar tidak membalas lagi pesan grub dari kedua sahabat nya lebih memilih fokus menyetir


Citra dan Andin juga memang lagi berlibur di sebuah Villa keluarga milik Citra bersama suami dan keluarga masing masing hanya sekar sendiri yang tidak membawa anak suami dan keluarga,andai Vanya bisa libur sekolah atau mau di ajak berlibur dengan bunda nya pasti Sekar bahagia


tapi sayang Vanya sudah terlanjur lengket dengan ibu mertua dan akan lebih memilih dengan eyang nya,kemana mana harus ada eyang ikut serta


Sekar juga berdusta dengan Firman tentang peresmian hotel milik citra supaya rencana nya berjalan lancar tanpa di ketahui Firman dan Arumi


pada malam hari seluruh kelurga Citra dan Andin membahas tentang perceraian Sekar dan Firman.bukan apa apa Citra dan Deddy nya termasuk pengacara ternama begitupun dengan keluarga Andin memiliki kuasa bekerja di kejaksaan siap membantu Sekar tanpa di persulit nanti nya


dua keluarga itu juga telah mengaggap sekar sebagai keluarga dan anak bagi orang tua citra atau pun Andin.


waktu berjalan cepat seminggu telah berlalu apa yang di ingin kan sekar berjalan dengan lancar niat hati ijin 4 hari ke firman tapi waktu di perpanjang lagi sampai pada malam senin akan pulang.selain itu sekar juga ingin memberi kejutan untuk adik dan mantan suami nya itu nanti.


"aku pulang duluan ya cit din terimakasih atas bantuan nya kalau tidak ada kalian entah bagaimana hidupku,aku tidak akan melupakan jasa kebaikan kalian beserta keluarga besar"Sekar menitikan air mata memeluk sang sahabat


tidak lupa sekar juga berpamitan dengan suami dan orang tua dari Citra Andin


"Hati hati di jalan nak jangan menangis lagi ya anak mommy harus kuat jangan cengeng" mommy dari Citra dan Andin memeluk sayang sekar


"kabari kita sampai nya di rumah mertua mu Ay dan kabari kita juga saat pelabrakan nanti"


"Tenang saja din aku duluan ya" sekar kembali memasuki mobil setelah mengucapkan salam


mereka juga tau ke mana tujuan sekar saat ini yaitu ke kediaman orang tua Firman untuk menghabis kan waktu bersama putri tunggal Sekar,sekar akan menginap di rumah ibu mertua nya dari malam sabtu dan malam minggu akan pulang melabrak Firman beserta Arumi,tidak butuh waktu lama hanya 1 jam menuju kediaman sang mertua dari Villa keluarga Citra


"Assalamuallaikum"ucap salam sekar


"Waallaikumsallam Bunda"teriak Vanya girang berhambur memeluk bunda nya


"Anak bunda makin cantik dan sudah besar" cup cup sekar mengecup kedua pipi Vanya


"ibu bapak"senyum sekar menyalami kedua mertua nya dengan sopan


"kemana Ayah dan Tante Arumi bun"


"iya nak di mana Firman. kamu hanya sendiri ke sini"timpal Helda

__ADS_1


"Iya bu.sekar sendiri ke sini"Sekar berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Vanya


"Ayah lagi di tugaskan kerja di luar kota sayang makanya bunda menginap di sini"


"malam minggu ayah baru pulang kalau tante Arumi tidak ingin ikut ingin istirahat di rumah" dusta sekar terpaksa berbohong


"maafkan bunda nak harus berbohong denganmu"batin sekar pilu menahan sesak dan air matanya


"kenapa minggu kemaren bunda ajak liburan tidak mau hemmmzzz" gemes sekar mencubit pipi gembul anaknya


"kasian Eyang dan oppa di rumah hanya berdua bunda"sesal Vanya


"kan eyang juga sudah bilang tidak apa apa cu kalau mau ikut bunda berlibur"ucap Helda lembut begitupun sang suami Sanjaya


"tidak apa apa bu,vanya harus menjadi anak berbakti ya nak jangan bikin kecewa oppa dan eyang andai kata Bunda tidak bersamamu lagi maka sayangi lah selalu oppa dan Eyang ya sayang"


"bahagia kan selalu eyang dan oppa mu yang sedari kecil menjaga vanya mengurus vanya,vanya selalu ingat kan nasehat Bunda untuk vanya"lirih Sekar serak menahan tangis


"hus tidak boleh berbicara seperti itu memang nya kamu mau kemana jangan bicara begitu lagi nak pamali,ibu sayang kamu Firman tidak berbuat macam macam kan denganmu nak"


"Bilang dengan bapak dan ibu kalau Firman berbuat ulah dan mengecewakanmu nak" kuatir helda memeluk menantu semata wayang nya itu


"Sekar baik baik saja bu.ibu jangan kuatir"sangkal Sekar lagi menutupi luka yang di goreskan sang suami dan adik kandung nya sendiri


sekar mengalih kan pembicaraan supaya tidak membahas masalah Firman atau menyebut nama Firman lagi rasa nya sekar sangat muak mendengar nama Mantan suaminya itu


Surat cerai juga telah di proses dengan cepat membuat hati sekar sedikit tenang apa lagi saat ini Sekar telah menyandang setatus janda


bagi sekar saat ini firman hanya lah mantan yang tidak perlu di tangisi lagi sudah cukup luka yang ia berikan meskipun sekar hanya menyebut di dalam hati tidak langsung bicara dengan mertuanya


...BERSAMBUNG...


MOHON DUKUNGAN NYA JANGAN LUPA TINGGAL KAN VOTE HADIAH RATING 5 JEJAK KOMENTAR DAN LIKE NYA YAπŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉ


MOHON DI MAAF KAN APA BILA DALAM ALUR CERITA DAN KATA KATANYA ADA YANG KURANG BERKENAN DI HATI ATAU BANYAK KATA KATA YANG DI ULANG.AUTOR JUGA HANYA PENULIS BIASA YANG MASIH BANYAK BELAJAR NYAπŸ™πŸ™πŸ™


TERIMAKASIH BANYAK YANG SELALU SETIA HADIR MENEMANI CERITA AUTHOR DAN UNTUK SEMUA MOTIFASI PENYEMANGATNYA SEMOGA SEHAT SELALU DI LIMPAHKAN BANYAK RIZKINYA🀲🀲🀲πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ₯°


MOHON DUKUNGAN NYA JUGA MAMPIR DI CERITA NOVEL YANG LAIN NYA YAπŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2