
Halo Gaes,,,
Terima kasih telah mampir di ceritaku yaa,,,
Semoga sahabat SR selalu sehat yaa,,,,
Semoga kalian suka dengan Tulisanku ini,,,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah percapakan itu, Reza mengantongi handphone nya kemudian berdiri tegak sambil merentangkan tangan dan tersenyum melihat sang adik yang menghampirinya dengan kekehan dibibirnya. Aqila yang berada disamping Dina kaget karena mendengar decakan sang sahabat dibarengi dengan berdiri sambil melangkah kearah gerbang sekolah tanpa menghiraukan mereka yang ada disampingnya. Hingga dia pun berdecak karena sudah mengetahui alasan dari tindakan sahabatnya itu.
Karena yang lain sudah menyadari kepergian Dina mereka pun pergi untuk menghampiri sang sahabat namun mereka meberi sedikit jarak kepada dua bersaudara yang sedang melepas rindu. Para sahabat itu sudah mengenal Reza dari cerita Mira dan Qila namun untuk bertemu langsung belum pernah dan baru hari ini.
Begitu Dina sampai dihapan Reza ia tak sampai semenit sudah ditarik masuk kedalam dekapan Reza dan kecupan dikeningnya. Dina pun membalas dekapan itu erat karena rasa rindu yang tak terbendung dari keduanya.
“Kakak kok bisa disini ? kapan sampainya ? kok nggak ngabarin ?” Tanya Dina.
“Kakak mau jemput kamu, untuk pertanyaan lainnya nanti yaa kakak jawab. Kita pulang dulu kakak sudah ditungguin sama bunda. Oke ?” jawab Reza yang hanya dijawab aggukan oleh Dina. Sekali lagi Reza memeluk dan mengecup kening Dina.
__ADS_1
“kamu nggak pamit dulu sama teman – teman kamu ? tuh mereka dibelakang.” Kata Reza karena Dina tak menyadari kehadiran teman – temannya.
“is, is, iiiiiiis Jahatnya engkau. Tau kok lagi lepas rindu sama abang tercinta tapi nggak ninggalin kita juga”. Protes Mira.
“Hai kak Reza. Apa kabar ?”. Sapa Qila kepada Reza.
“nggak usah genit – genit deeh” protes Mira lagi ke Qila.
“sewot amat sih loe” jawab Qila.
“Hai juga Qila. Kabar saya baik” jawab Reza.
“Mampus loe. Makan noh Saya. Hahahahahaaa” bisik Mira ke Qila.
“sudah lama yaa kak nggak ketemu. Oh iya kak kenalin ini sahabat Dina yang lain Liyana, Ila, Ayla, Ara, dan Kaira” ucap Mira memperkenalkan para sahabatnya.
”Hai kak Reza” ucap Liyana, Ila, Ayla, Ara, Kaira hamper berbarengan.
“Oh hai juga” jawab Reza.
__ADS_1
“Udah – udah sesi perkenalannya selesai. Gue pulang. Bye.” Sanggah Dina
Reza hanya menggelengkan kepalanya melihat sifat dingin dari adiknya ini. Dibarengi dengan mengusap kepala dan mengecup kepala sampingnya.
“Kami duluan yaa” jawab Reza kemudian mengantar Dina kebagian sebelah mobil sambil membukakan pintu mobil untuk dina.
Semua perlakuan dan tindakan Reza itu tak luput dari mata seseorang yang tidak berkedip sedetikpun. Dan tanpa sadar mengepalkan tangan kanannya.
“Sial” umpat Ayman.
Para sahabatnya terkejut mendengar umpatannya karena setau mereka kata – kata umpatan akan keluar darinya kalau sudah sangat emosi. Meski terkadang jarang mendengar umpatan darinya. Namun hanya dengan menyaksikan adengan dari seorang siswi dengan seorang pemuda kata itu keluar dengan sangat lancar dari bibirnya.
“Sabar. Sebelum janur kuning melengkung masi bisa ditikung” kata Bilal sambil menepuk pundak Ayman. Hanya Bilal yang menyadari tingkah laku dari sahabatnya itu dari ia berada di belakang Ayman saat memperhatikan tingkah Dina bersama sahabat – sahabatnya. Selain itu ia juga merupakan sahabat masa kecil Ayman. Karena dulunya rumah mereka berhadapn disebuah perumahan elit. Namun sekarang sudah tidak lagi sebab setelah SMP mereka pindah tetapi untuk urusan sekolah Bilal selalu mengikuti Ayman dengan alasan biar langsung ada temannya nggak perlu cari teman baru lagi. Boleh dikatakan bahwa Bilal adalag orang yang paling mengerti semua keinginan Ayman seperti orang tuanya terkecuali Aymannya sendiri tidak memahami dan mengerti keinginannya sendiri.
“Bacot !”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terima Kasih
__ADS_1
TBC
Jangan lupa Like, Komen dan Tambah ke Favorit yaa