
BAB 1
Andai engkau tahu
Betapa 'ku mencinta
Selalu menjadikanmu
Isi dalam doaku
Kutahu tak mudah
Menjadi yang kau minta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir 'kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu
Betapa 'ku mencinta
Ku pasrahkan hatiku
Takdir 'kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
__ADS_1
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu
(Ku tulis dalam nadiku)
(Kau yang tercipta untukku)
(Akan memilikimu)
O-oh-ohh oh-h
Jika aku (jika aku)
Bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
(Jika aku bukan jalanmu)
O-oh-uu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu (haa-haa-haa)
Jodoh Pasti Bertemu
Gorontalo
__ADS_1
Gorontalo adalah salah satu provinsi di Indonesia yang lahir pada tanggal 5 Desember 2000 dan memiliki ibu kota provinsi bernama sama yaitu, Kota Gorontalo. Provinsi ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2000, tertanggal 22 Desember dan menjadi provinsi ke-32 di Indonesia. Sama halnya dengan ibu kotanya, Provinsi Gorontalo terkenal dengan julukan "Serambi Madinah". Dalam catatan sejarah Indonesia, satu-satunya Presiden RI yang berasal dari Suku Gorontalo adalah Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof. DR. Ing. B.J. Habibie, dari garis keturunan ayahnya yang memiliki marga Habibie, yaitu Alwi Abdul Jalil Habibie.
Provinsi Gorontalo terletak pada Semenanjung Gorontalo di Pulau Sulawesi, tepatnya di bagian barat dari Provinsi Sulawesi Utara. Luas wilayah provinsi ini 12.435,00 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1.166.142 jiwa (2018), dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0.91%.
Disisi lain, masyarakat Gorontalo juga memiliki budaya "Moleleyangi" atau dalam bahasa Indonesia disebut "Merantau", dimana penyebaran etnis Gorontalo paling banyak tersebar di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Timur. Ditengarai, penyebaran Diaspora Orang Gorontalo telah mencapai 5 kali lipat dari total penduduknya sekarang yang tersebar di seluruh dunia.
Menurut catatan "Hikayat Gorontalo", daerah yang selama ini dikenal dengan istilah "Semenanjung Gorontalo" yang ada sekarang ini berasal dari sebuah pulau. Lama-kelamaan, air laut di sekitar pulau itu pun surut dan pada akhirnya muncullah tiga gunung, yang salah satunya adalah gunung Tilongkabila. Adapun sebuah lembah di sebelah selatan Gunung Tilongkabila tersebut dicatat dalam sejarah sebagai wilayah yang bernama "Hulontalangi", yang kemudian hari dikenal sebagai daerah "Hulontalo" atau Gorontalo, yang juga merupakan cikal bakal wilayah kota Gorontalo.
...................................
05 : 30 ‘kring,,, kring,,, kring, kring, kring, kring, kring ,,,’
Bunyi alarm dari jam weker diatas meja dalam sebuah ruangan tiga kali empat yang merupakan kamar dari seorang gadis belia yang hari ini resmi menjadi seorang siswa disebuah sekolah ternama dikota Gorontalo.
‘kring,,, kring,,, kring, kring, kring, kring, kring ,,,’
‘kring,,, kring,,, kring, kring, kring, kring, kring ,,,’
Suara alarm itu tak sedikitpun mengusik kelelapan dari gadis itu. Seolah hanya alunan music merdu yang membuatnya semakin terlelap.
Tok, tok, tok, took,,, (Suara ketukan pintu)
"Dina bangun sudah pagi",,, (suara kakak ketiga ‘Tisa’)
Tok, tok, tok, took,,,
"Dinaaaaa",,,,
Tok, tok, tok, took , Tok, tok, tok, took,,,
"Dinaaaaa, banguuuunnnn",,,
Yapp betul gadis itu adalah Dina atau Galila Azkadina. Gadis Judes, Jutek, Pendiam namun akan sangat berisik kalau sudah marah, tapi akan memilih diam kalau sudah sangat Marah Introvert, Berprestasi.
mmmmmmkkhh, (bangun, sambil merentangkan tangannya ketas)
Iya kak, Dina sudah bangun,,,
__ADS_1
Thankz & TBC