Awal Siksa Menjadi Cinta

Awal Siksa Menjadi Cinta
pusing


__ADS_3

angel keluar dari rumah sakit, sampai saat ini ia belum mengisi Perutnya, sedari tafu Perutnya selalu berbunyi dan meminta untuk diisi, ia keluar rumah sakit dan mencari tempat makan


" sesuai dari petunjuk perawat tadi, seharusnya tempatnya tak jauh dari tempatku ini, tapi dimana y?? angel terus menelusuri rumah sakit, rumah sakit yang begitu luas membuatnya sedikit kesulitan namun beberapa menit kemudian ia sampai di tempat tujuan


" huh akhirnya sampai juga, aku sangat lapar " ucapnya sambil menarik kursi dan langsung duduk, ia memesan makanan setelah makananya tiba angel langsung melahap makananya tanpa peduli bahwa ada seorang laki² yang memakai jas putih, dengan kaca mata putih, rambut yang tersisir rapi tiba² duduk di depan tempatnya makan


" dengan nona angel bukan ?? tanyanya pada angel


" ya dengan saya sendiri " balasnya menatap laki² yang didepanya itu


" hai nona angel, perkenalkan saya dokter Charlie dokter yang tadi pagi menelpon nona sekaligus menjadi dokternya pak hendra " ucap Charlie memperkenalkan diri dan langsung mengulurkan tanganya kepada angel


" dokter Charlie?? angel bertanya seakan tak percaya bahwa orang yang didepanya ini adalah dokter ayahnya, sampai ² dirinya kesedak makanan yang ia makan


" saya anggel dokter, anaknya pak hendra" ucap angel semangat dan menyambut uluran tangan Charlie menjabatnya dengan lembut


" tapi darimana dokter bisa mengenali saya kita kan belum pernah bertemu??? tanya angel dengan antusias


" hahahaha aku sempat melihat nona angel masuk ke ruangan pak hendra pagi ini " ucap Charlie dengan sesekali memberikan senyum manis ya, ditambah lesung pipi yang muncul ketika dirinya tersenyum, gigi putih nan rapi menambah kesan yang gans pada pria yang satu ini


" benarkah ?? aku tak meperhatikan sekitarku ketika aku datang ke rumah sakit " ucap angel sedikit malu


" mungkin karena tujuan utama Nona adalah untuk menemui pak hendra " Charlie memasukan mie kedalam mulutnya yang tadi dipesan


" ya dokter benar fokusku memang hanya pada ayah, jadi tak peduli dengan sekitar lain "


" tapi bisakah dokter memangil ku dengan sebuah nama saja, angel begitu "tegas angel


" kenapa nona?? aku suka memnagilmu dengan sebutan nona " ucap Charlie menyungingkan senyum manisnya


" kenapa??, kenapa dokter charlie suka memangilku nona??


" karena nona artinya...., dia wanita dan dia pasti orang yang cantik " ujar Charlie


" tapi aku lebih suka dipangil angel saja " bantah anggel


" benarkah?? tanya Charlie memastikan

__ADS_1


" yup " anguk angel


" karena angel itu artinya malaikat jadi aku suka jika orang lain memangilku angel yang berarti malaikat " sambungnya


" bagiamna jika aku akan memangilmu malaikatku bagimana?? " tanya Charlie lagi


" tidak pangil sj aku anggel "


" baik baiklah aku kan memangilmu angel, tidak akan ada denngan embel² Nona lagi, tapi kamu juga harus memangil namaku saja, Charlie begitu " balas Charlie lagi


" tapiii.... , dokter Charlie kan seorang dokter aku tak mungkin memangil dengan sebutan nama saja, itu artinya tidak sopan kepada dokter "


" hahaha kamu polos sekali si anggel "


" baiklah kamu bisa pangil aku dengan pangilan dokter di saat rumah sakit saja y, tapi ketika di luar pangil aku dengan nama ku juga "


" baiklah setuju" balas angell tersenyum, mereka mengabiskan makanan mereka sambil sesekali bercanda ria


*


*


" Alex menatap ponselnya dengan tatatapan kosong, sedari tadi ia hanya mengeseser ke bawah, pikiranya sama sekali tak tau ada dimana, saat ini pikiranya hanya dipenuhi oleh wanita tadi pagi, sesekali dirinya mengumpat dalam hati, mengapa dirinya bisa seceroboh semalam hinga bisa kelepasan


" shit keparat '' ucapnya ponselnya sudah ia lempar keluar jalanan sangking kesalnya, seketarisnya yang sedari tadi mengetahui bahwa mood tuan muda nya sedang tidak baik hanya menatap sesekali dan focus untuk menyetir mobil yang mereka kendarai saat ini


" tuan muda apakah kita jadi pulang ke rumah??


tanya li dengan sedikit takut, takut jika tuan muda nya marah lagi dan melampiaskan emosinya


" ya kita pulang saya " aku harus bertemu dengan ayah, aku tak Mau ada kesalahan pahaman lagi antara aku dan ayah " ucapnya dengan nada yang masih terdengar kesal


" li?? " Alex memangil seketaris li tanpa menoleh sedikitpun


" iya tuan muda, ada apa?? li sedikit menolehkan kepalanya menatap tuan muda nya


" cari tahu wanita ini, semua identitasnya beritahu padaku " Alex mengeluarkan sebuah foto wanita berwarna berukuran 6 x 6 dari dalam saku jasnya dan memberikanya kepada li

__ADS_1


" baik tuan muda, saya akan menyelidiki wanita ini "


" ya setelah kau menyelidikinya, cepat berikan padaku "


" baik tuan muda "


selama siperjalanan Alex hanya terdiam sambil sesekali melihat ke arah jalan yang padat, tak terasa sudah 2 tahun kau pergi dariku liv, entah apa salahku selama ini aku selalu mencarimu, tapi mengapa aku tak kunjung menemukanmu, sebenarnya kurang apa diriku padamu ???


" kita sudah sampai tuan muda " ucap li setelah sampai di rumah besar berwarna putih itu, sekataris li turun dari mobilnya dan berlari mengitari mobil untuk membuka pintu agar Alex bisa keluar dari mobil


Alex keluar dari mobil, melangkahkan kakinya untuk menginjak lantai marmer, sederet pelayan rumah sudah berbaris rapi dan membungkukan kepalanya serempak


" selamat datang tuan muda " ucap mereka serempak tapi tak dibalas oleh Alex, di lirik sedikitpun tidak olehnya, ia hanya berjalan terus memasuki rumah utama yang sangat besar



Alex terus masuk kedalam rumah mewah tersebut, saat dirinya ingin naik ke atas untuk menganti baju ke kamarnya tiba² axcel datang menyapanya


" kau baru pulang kak?? " tanya axcel yang baru masuk rumah, membawa laptop dipangkuan tangan kananya


" hem " ucapnya singkat


" darimana saja kau he?? " melihat axcel yang tiba² berada didepanya membuat emosinya seakan memuncak


" aku baru keluar dari taman karena mengerjakan skripsiku kuliahku kak " ucap axcel dengan Nada Santai


" bukan itu maksudku "


" terus?? axcel menaikan bahunya


" ah sudahlah aku malas berdebat denganmu, aku masih pusing dan lelah, urusanmu besok akan aku selesaikan " Alex berlalu meningalkan axcel menaiki tangga menuju kamarnya untuk beristirahat


motivation


" *beljar untuk hidup, hidup untuk beljar


jangan lupa untuk klik like dan koment, agar author semangat dalam menulis novel awal siksa menjadi cinta ini 😅, maaf jika ada kesalahan dalam menulisku*

__ADS_1


__ADS_2